Postingan

Menampilkan postingan dengan label Katekese

PERJAMUAN PASKAH

Gambar
Dalam Kitab Keluaran dikisahkan bahwa Tuhan menyampaikan kepada Musa dan Harun beberapa ketetapan mengenai perayaan perjamuan Paskah (bdk Kel 12:1-28.43-51). Pertama, perjamuan Paskah harus dirayakan pada tanggal empat belas dalam bulan pertama setiap tahun (bdk Kel 12:2-3.6). Bulan pertama dalam penanggalan bangsa Israel kuno adalah bulan Abib, yaitu bulan ketika bangsa Israel keluar dari Mesir (bdk Kel 13:4; Ul 16:1). Sesudah pembuangan Babel, bulan Abib kemudian lazim disebut bulan Nisan (bdk Neh 2:1; Est 3:7; T.Est 1:1). Bulan Abib atau bulan Nisan ini sama dengan bulan Ksantikus dalam penanggalan Yunani (bdk 2Mak 11:30.33.38), atau bulan Maret-April dalam penanggalan Romawi. Bulan ini dijadikan bulan pertama dalam tahun, karena bulan ini mengawali musim semi, yaitu musim tumbuh-tumbuhan mulai bertunas kembali, setelah mengalami “kematian” selama musim dingin. Kedua, setiap keluarga harus menyembelih seekor domba atau kambing jantan yang tidak bercela dan berumur setahun, lalu mema...

Merayakan Kebangsaan Dalam Liturgi

Akhir-akhir ini, pemerintah dan masyarakat Indonesia merasa cemas terhadap persatuan bangsa. Kita cemas, karena perilaku intoleran semakin marak. Apalagi perilaku tersebut tidak lagi dilihat sebagai pelanggaran atas hukum yang berlaku, tapi dilihat sebagai cara yang baik untuk mencapai maksud yang diinginkan. Menghadapi kenyataan itu, pemerintah melalui Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila ingin membangkitkan lagi kesadaran akan semangat para pendiri bangsa, agar kita semakin mencintai persatuan, memelihara keutuhan bangsa, dan makin berperikemanusiaan dalam bersikap. Gereja Katolik di Indonesia sebagai bagian dari bangsa ini tentu tak melepaskan diri dari usaha pemerintah itu. Gereja menggerakkan rasa kebangsaan pada umat beriman dalam berbagai bidang pelayanan, termasuk liturgi. Rasa kebangsaan atau mencintai tanah air pada umat beriman Katolik diungkapkan dalam perayaan liturgi. Gereja Katolik di Indonesia menetapkan 17 Agustus sebagai Hari Raya Liturgi karena perist...

Misa dan Itensi Arwah Pada Jumat Suci

Gambar
Bolehkah merayakan misa arwah pada Jumat Suci? Apakah boleh minta intensi untuk arwah pada hari Jumat Suci? Pada hari Jumat Suci, konsentrasi Gereja diarahkan pada Sang Kristus yang sedang menjalani detik-detik sengsara dan wafat-Nya. Rasa cinta dan hormat kita selayaknya mendorong kita untuk bersikap solider dengan Sang Penyelamat yang sudah menyerahkan diri-Nya untuk keselamatan kita semua. Pada hari Jumat Suci belum dirayakan kebangkitan Kristus. Karena itu, Jumat Suci menjadi satu-satunya hari dalam seluruh tahun liturgi Gereja ketika tidak boleh dirayakan misa. Ini berlaku untuk seluruh dunia. Pada hari ini Gereja mengungkapkan kedekatan kasihnya dengan Kristus yang tersalib lewat ritus penyembahan salib dan kerelaan untuk ikut menderita. Perayaan misa apapun pada hari ini, apalagi misa arwah di lingkungan, tidak diperbolehkan. Perhatian umat diarahkan untuk ikut menghayati bersama Kristus penderitaan-Nya yang begitu hebat untuk menebus dosa-dosa kita, yaitu pada ibadat Jalan S...

Manna Dari Langit

Gambar
DALAM Kitab Keluaran, dikisahkan bahwa bangsa Israel bersungut-sungut karena kekurangan makanan di padang gurun yang tandus, Allah menurunkan “manna” dari langit selama 40 tahun lamanya (bdk Kel 16:35). Menurut Kitab Keluaran, manna adalah “sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku” (bdk Kel 16:14) dan “warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu” (bdk Kel 16:31). Dan Kitab Bilangan menambahkan bahwa manna itu “seperti ketumbar dan kelihatannya seperti damar bedolah” (bdk Bil 11:7). Manna ini digiling dengan batu kilangan atau ditumbuk dalam lumping, lalu dimasak dalam periuk untuk dibuat menjadi roti bundar (bdk Bil 11:8). Selain terasa “seperti rasa kue madu” (bdk Bil 11:31), manna juga terasa “seperti rasa panganan yang digoreng” (bdk Bil 11:8). Menurut Kitab Ulangan, Allah sengaja membiarkan bangsa Israel lapar dan memberi mereka makan manna, yang tidak mereka kenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyang mereka, untuk me...

Puasa Medsos

Gambar
SAAT INI kita sudah memasuki masa Prapaskah. Pada masa ini, kita diingatkan untuk menjalani puasa dan pantang. Gereja biasanya akan mengumumkan peraturan puasa dan pantang. Sejumlah pantang itu adalah pantang daging, pantang garam, pantang jajan, dan yang lain.         Pertanyaannya, apakah mungkin jika kita mengusulkan suatu item baru untuk pantang? Saya pribadi, dalam beberapa tahun terakhir memilih jenis pantang lain, yang agak berbeda, yaitu pantang mendengarkan musik. Anda mungkin tertawa. Tak apa. Tapi buat saya, sehari tidak mendengarkan musik, baik lewat radio, perangkat pemutar musik lainnya, itu adalah siksaan berat sekali. Enam kali setiap hari Jumat, dilewati dengan tidak mendengarkan musik adalah suatu cobaan yang lumayan berat.            Tapi saat ini, saya justru ingin mengusulkan suatu pantang, atau bahkan aksi puasa lain yang mungkin justru sangat berguna dan kontekstual untuk masa sekarang di Indonesia. Saya m...

Penyimpanan dan Penghormatan Ekaristi

SEBAGAI  tubuh Kristus yang mahakudus, Ekaristi harus disimpan di tempat yang layak dan aman, serta perlu dihormati secara pantas dan meriah. Mengenai penyimpanan Ekaristi mahakudus, Hukum Gereja menegaskan hal-hal berikut: 1. Ekaristi mahakudus harus disimpan dalam gereja katedral atau gereja yang disamakan dengannya, dalam setiap gereja paroki, serta dalam gereja atau tempat ibadat yang tergabung pada rumah tarekat religious atau serikat hidup kerasulan; dapat disimpan dalam kapel Uskup, dan dengan izin Ordinaris wilayah, dalam gereja-gereja, tempat ibadat serta kapel-kapel lainnya (Kan 934 Ps 1) 2. Dalam tempat-tempat suci di mana Ekaristi mahakudus disimpan, haruslah selalu ada yang menjaganya, dan sedapat mungkin seorang imam sekurang-kurangnya dua kali sebulan merayakan Misa di situ (Kan 934 Ps 2) 3. Tidak diperbolehkan seseorang menyimpan Ekaristi suci di rumahnya atau membawanya dalam perjalanan, kecuali jika ada keharusan pastoral yang mendesak serta dengan me...

Pelayanan Sakramen Ekaristi

DALAM  Sakramen Ekaristi, Tuhan Yesus Kristus sendiri mempersembahkan tubuh dan darah-Nya kepada Allah Bapa, dan kemudian memberikannya kepada umat beriman. Oleh karena itu, pelayan Sakramen Ekaristi hanyalah imam tertahbis, yang bertindak selaku pribadi Kristus. Mengenai pelayan Sakramen Ekaristi, Hukum Gereja menegaskan sbb. : 1.    Pelayan, yang selaku pribadi Kristus dapat melaksanakan Sakramen Ekaristi, hanyalah imam yang ditahbiskan secara sah (Kan 900 Ps 1) 2.   Boleh merayakan Sakramen Ekaristi imam yang tidak terhalang oleh hokum kanonik, dengan mengindahkan ketentuan kanon-kanon berikut (Kan 900 Ps 2) 3. Imam berhak penuh untuk mengaplikasikan Misa untuk siapa pun, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal (Kan 901) 4. Kecuali jika manfaat umat beriman kristiani menuntut atau menyarankan lain, para imam dapat merayakan konselebrasi Ekaristi, tetapi dengan tetap ada kebebasan bagi masing-masing untuk merayakan Ekaristi secara indiv...

Romo Agustinus Lie,CDD *)

Syukur IMLEK dan Pemurnian Diri KETERBUKAAN Gereja terhadap budaya lokal merupakan perwujudan nyata dari sifat katolisitas Gereja. Dalam semangat Konsili Vatikan II, Gereja melihat bahwa kekayaan budaya Timur bila dipakai dengan tepat, dapat membantu evangelisasi. Maka, proses inkulturasi mendapat perhatian utama dalam pastoral Gereja. Atribut Katolik yang dikenakan pada Gereja menunjukkan sifat universalitas Gereja, yang memiliki semangat keterbukaan, yang menghargai budaya-budaya yang ada.          Tahun Baru Imlek atau disebut Perayaan Musim Semi (chun jie) adalah perayaan penting bagi orang Tionghua dalam penanggalan Tionghua (Yin Li). Kata “Yin Li” yang berasal dari dialek Hokkian, di Indonesia lalu disebut Imlek. Perayaan ini secara tradisional berlangsung dari malam sebelum perayaan tahun baru hari pertama, sampai dengan Perayaan Lampion (Cap Go Meh) pada hari kelima belas, di mana pada hari itu, bulan terlihat bulat sempurna. SUKACITA, SYUKU...

Penerimaan Sakramen Ekaristi

Gambar
EKARISTI adalah pusat dan puncak kehidupan Gereja. Dengan merayakan Ekaristi, orang mengungkapkan persatuannya dengan Tuhan Yesus dan Gereja-Nya. Oleh karena itu, setiap anggota Gereja diwajibkan untuk ikut ambil bagian dalam perayaan Ekaristi. Tentang penerima Sakramen Ekaristi, Hukum Gereja menegaskan hal-hal berikut ini : 1.  Setiap orang yang sudah dibaptis dan tidak dilarang oleh hokum, dapat dan harus diizinkan untuk sambut komuni suci (Kan. 912) 2. Agar anak-anak boleh sambut Ekaristi mahasuci, haruslah mereka itu memiliki cukup pengertian dan telah dipersiapkan dengan seksama, sehingga dapat memahami misteri Kristus sesuai dengan daya tangkap mereka, dan mampu menyambut Tubuh Tuhan dengan iman dan hormat (Kan. 913 Ps 1) 3. Tetapi anak-anak yang berada dalam bahaya mati dapat diberi Ekaristi mahakudus, bila mereka dapat membedakan Tubuh Kristus dari makanan biasa serta menyambut komuni dengan hormat (Kan 913 Ps 2) 4. Terutama menjadi tugas orangtua  serta ...

PERISTILAHAN DAN EKARISTI DALAM TATA KESELAMATAN

1.Peristilahan.     Sakramen yang akan diterima untuk pertama kalinya oleh beberapa orang anak kita pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (03 Juni 2018) disebut “Sakramen Ekaristi” karena melalui Sakramen ini Gereja mengucap “syukur” (Yunani : “eukharistia”) atas keselamatan yang dianugerahkan Allah dengan perantaraan Yesus Kristus (bdk Rom 7:24-25). Beberapa nama lain dari Sakramen ini adalah : a. Perjamuan Tuhan (bdk 1Kor 10:21; 11:20), karena ia merupakan peringatan sekaligus aktualisasi “perjamuan terakhir” yang diadakan Tuhan Yesus bersama keduabelas murid pada malam sebelum sengsara-Nya (bdk Mat 26:26-29; Mrk 14:22-25; Luk 22:14-20; 1Kor 11:23-25). Selain itu, karena ia merupakan antisipasi “perjamuan surgawi” yang dijanjikan Tuhan Yesus kepada para murid-Nya (bdk Mat 22:1-14; Luk 14:15-24; Why 19:9.17) b.Pemecahan roti, karena dalam perayaan ini diadakan ritus “pemecahan roti” yang akan dibagikan kepada umat beriman (bdk Kis 2:42.46) c.Komuni kudus, karena dengan...

PEMBINAAN IMAN ANAK

DALAM KITAB Pertama Samuel, dikisahkan bahwa untuk mendekatkan Samuel kepada Tuhan, Elkana dan Hana sudah membawa dia ke dalam rumah Tuhan di Silo sejak ia “masih kecil betul” (bdk. 1 Sam 1:24), sehingga sejak ia masih muda belia ia sudah “menjadi pelayan Tuhan” (bdk. 1 Sam 2:11; 3:1). Dan dalam Injil Lukas, dikisahkan pula bahwa untuk mendekatkan Yesus kepada Tuhan, Yusuf dan Maria sudah membawa Dia ke dalam Bait Allah di Yerusalem sejak Ia masih kecil betul (bdk Lk.2:46-49). Dari kedua kisah itu, nampak sekali peranan besar pasangan suami istri Elkana – Hana dan Yosef – Maria bagi “pembinaan iman” anak mereka masing-masing. Berkat bimbingan dan keteladanan kedua orangtuanya, Elkana – Hana, Samuel bertumbuh dalam iman, sehingga akhirnya ia menjadi pelayan Tuhan yang baik. Demikian pula berkat bimbingan tanpa henti kedua orangtua-Nya, Yosef – Maria, Yesus bertumbuh dalam iman, sehingga suka tinggal di dalam rumah Tuhan (bdk Lk 2:49). Menyadari pentingnya “pembinaan iman” anak-anak ...

DOA, SABDA, DAN EKARISTI

MEMBANGUN KELUARGA merupakan panggilan Tuhan untuk setiap manusia. Dalam panggilan ini, keluarga diajak agar senantiasa menghadirkan wajah Allah yang penuh cinta kasih melalui peran dan tanggung jawab sebagai suami-istri. “Cinta kasih itu secara istimewa diwujudkan dengan tindakan yang khas perkawinan” (bdk. Gaudium et Spes 49). Oleh karena itu, kehidupan berkeluarga tidak boleh dipandang hanya sebatas kesepakatan untuk membangun kebersamaan hidup demi mewujudkan kebahagiaan. Lebih dari sekedar itu, keluarga adalah tempat dan sarana bagi Allah untuk menghadirkan diri-Nya. Berbagai masalah yang melanda kehidupan keluarga dewasa ini begitu kompleks. Perkembangan di berbagai bidang kehidupan sedikit banyak telah membentuk karakter dan identitas keluarga sebagai satu komunitas basis. Mentalitas konsumtif sebagai ciri khas keluarga-keluarga modern masa kini merupakan tanggapan terhadap berbagai perubahan yang tengah terjadi. Kenyataan ini memperlihatkan bagaimana dunia modern dengan s...

Doa Kesatuan Gereja

MENGAPA  kita pada tgl 18 – 25 Januari berdoa secara khusus untuk kesatuan Gereja? Apa tujuannya? Dengan Gereja yang mana kita ingin bersatu? 1.        Doa untuk kesatuan Gereja pada tgl 18-25 Januari itu dinamakan Pekan Doa Sedunia untuk Kesatuan Umat Kristiani (PDS KUK). Hal ini merupakan ibadat ekumenis internasional dari murid-murid Tuhan Yesus Kristus untuk menanggapi kehendak Yesus, agar para murid-Nya saling mencintai (bdk. Yoh 13:34-35) dan karena itu mewujudkan cinta kasih itu dengan kesatuan di antara manusia seperti halnya Yesus Kristus dengan Bapa adalah satu (Yoh 17:23-30)             Menurut Paus Emeritus Benediktus XVI, “kesatuan penuh itu bersifat hakiki untuk hidup dan perutusan Gereja di dunia”. Kesatuan itu bukan hanya keakraban, persahabatan atau kebersamaan, tetapi benar-benar kesatuan sempurna. Cinta kasih di antara para murid menunjukkan sikap kemuridan mereka. Karena itu adanya perpecahan dan perselisihan ...

Berhala Zaman NOW

DALAM HIDUP edisi No 50, 10 Desember 2017 ada satu tulisan dengan judul “Ekaristi dan Handphone”. Fredy Ndalung selaku penulis menyatakan bahwa HP dalam Ekaristi dilarang oleh Gereja. Sebab yang ditekankan dalam Ekaristi adalah hati yang terarah kepada Tuhan yang hadir. Berikut adalah tanggapan seorang siswa Seminari Menengah Mertoyudan. Saya sendiri ikut menyadari bahwa kemajuan teknologi tanpa disertai penggunaan yang tepat dapat menjadikan penghayatan kita terhadap Ekaristi mengalami kemunduran. Berdasarkan pengalaman saya pribadi sebagai orang muda Katolik, mengakui bahwa orang-orang yang amat tergila-gila pada ilmu dan teknologi adalah salah satu bentuk penyembahan berhala. Sebab secara rasional saya sendiri berpikir, ketika seseorang mulai memuja-muja teknologi dalam artian seluruh pikiran dan tenaga habis untuknya, maka tanpa disadari kehadiran Tuhan semakin tersingkirkan dalam hidupnya. Adapun gejala itu dapat disebut sebagai bentuk pankosisme. Istilah pankonisme itu sendir...

Yesus Setelah 12 Tahun

Pertanyaan : Setelah peristiwa penemuan kembali Yesus di Kenisah di Yerusalem, mengapa tak ada kisah kelanjutan tentang Yesus sampai Dia tampil di hadapan umum? Apakah bisa dibenarkan jika dikatakan bahwa pada masa itu, Yesus belajar tentang Budhisme di India?  Jawaban dari Romo Maria Handoko CM : 1.  Perlu diingat bahwa kitab-kitab Injil tidak ditulis sebagai biografi, tetapi sebagai kesaksian iman tentang Yesus sebagai Penyelamat atau Mesias (Kristus), atau Yesus Kristus adalah Anak Allah. Itulah Kabar Gembira yang diwartakan para murid Yesus. Tujuan ini nampak jelas pada awal Injil yang tertua, Injil Markus : “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah”. Karena itu, hanya bagian-bagian riwayat Yesus yang penting dan terkait dengan karya penyelamatan itu yang disajikan dalam kitab-kitab Injil. Kitab-kitab Injil tidak ditulis untuk menjawab keingin-tahuan tentang Yesus Kristus, tapi untuk mewartakan karya penyelamatan Yesus Kristus. 2.  Dalam ke-4 ...

Hari Raya Epifani

Gambar
HARI RAYA Epifani berarti hari raya penampakan Tuhan kepada semua bangsa yang diwakili oleh ketiga sarjana dari Timur. Mereka datang dari jauh ke Betlehem untuk menyembah Sang Raja yang baru lahir dan yang akan memimpin umat manusia menuju keselamatan.          Ketiga sarjana tersebut bersukacita atas bimbingan Tuhan melalui bintang sehingga mereka menemukan Yesus yang mereka cari. Para Majus adalah buah-buah pertama para bangsa yang dipanggil untuk beriman dan mereka datang kepada Yesus bukan dengan tangan kosong tetapi dengan segala kekayaan dari tanah dan budaya mereka. Mereka lalu menyembah Yesus yang mereka ungkapkan dengan memberi persembahan kepada-Nya yang berupa emas, kemenyan, dan mur (Matius 2:11).        Emas melambangkan pengakuan mereka bahwa Yesus Kristus merupakan hadiah yang sangat mahal dari Allah untuk manusia. Kemenyan melambangkan Imamat Yesus Kristus yang datang ke dunia untuk mempersembahkan seluruh hidup-Nya bag...

Jadilah Rasul Perdamaian

Di Italia, kelompok Aksi Katolik sangatlah berkembang. Hampir setiap Paroki mengembangkan kelompok “Aksi Katolik”. Kelompok ini, mulai dari kelompok anak-anak, remaja, sampai dewasa. Hampir setiap tahun mereka mengadakan kegiatan bersama untuk menjalin persahabatan dan membangun iman secara Katolik.        Paus Fransiskus juga menaruh perhatian besar kepada kelompok Aksi Katolik ini. Pada tanggal 18 Desember 2016, Paus Fransiskus memberikan pesan kepada para remaja Aksi Katolik yang mengadakan audiensi di Aula Paolo VI, di Vatikan. Paus Fransiskus menekankan beberapa hal penting untuk anak-anak remaja.          Pesan pertama adalah “Jangan Menyerah”.Paus Fransiskus mengatakan, “Dalam Tuhan Yesus ada pengharapan. Jangan menyerah dan jangan putus asa. Di setiap peziarahan hidup ini, selalu ada banyak tantangan, tapi jangan takut, jangan berputus asa, Tuhan Yesus menyertai kita. Kita harus ingat, ada orang tua, teman, guru agama, dan masih ...

Persembahan Untuk Sang Raja

Bacaan Pertama (Yes 60:1-6) berbicara tentang terang Tuhan yang telah terbit atas umat-Nya, dan kemudian Tuhan menjadi nyata atas mereka. Bahkan bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terang, dan raja-raja menyongsong cahaya yang terbit bagi umat Allah. Di sini jelas bahwa “terang” menjadi tema yang dominan, yang terungkap juga dalam doa-doa serta berkat dalam Buku Misa.              Mazmur Tanggapan, dengan ulangannya / refren yang penuh sukacita, mengelu-elukan Sang Penyelamat yang datang. Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, ia akan membebaskan orang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang papa. Bacaan Kedua (Ef 3:2-3a.5-6) membeberkan rencana penyelamatan Allah untuk menjadikan semua bangsa ahli waris-Nya, sehingga hilanglah tembok pemisah antara orang Yahudi dan orang bukan Yahudi : orang-orang bukan Yahudi pun turu...

Seri Katekese SAKRAMEN TOBAT (4)

Gambar
Unsur-Unsur Sakramen Tobat 1.     SESAL & TOBAT       Yang dimaksud dengan sesal dan tobat adalah : (a) Pernyataan tobat dan penyesalan yang tulus dan berpaling dari dosa kepada Allah. (b) Niat yang sungguh untuk tidak berbuat dosa lagi. Dan (c) Metanoia : keseluruhan pernyataan tobat, sesal dan niat yang melibatkan seluruh pribadi. Jadi suatu perubahan total seluruh diri/pribadi, mengatur hidup baru untuk sesuai dengan kekudusan Allah.  Tanpa sesal dan tobat tidak terjadi pengampunan sacramental, walaupun Sakramen Tobat dirayakan secara sah dan tanda lahir absolusi diberikan oleh imam/bapa pengakuan. 2.      PENGAKUAN PRIBADI        Yang dimaksud dengan pengakuan pribadi adalah memberitahukan dosa dan mengakukannya dengan jujur secara lisan kepada imam/bapa pengakuan yang bertindak sebagai wakil Kristus sendiri. Pengakuan dosa adalah : (a) Kelanjutan dari pemeriksaan batin secara jujur di hadapan Allah. ...
Sari Sabda Minggu Adven II    Persiapkanlah Jalan Tuhan Dalam Lectionarium yang telah direvisi, bacaan-bacaan liturgi Minggu Adven II dan III menampilkan Yohanes Pembaptis sebagai pusat perhatian; dengan demikian ditekankan pula misteri penjelmaan Sang Sabda. Meskipun demikian, tema eskatologis pun cukup kuat ditampilkan dalam liturgi hari ini. Bacaan Pertama (Yes. 40:1-5.9-11) menyampaikan  nubuat penghiburan : perhambaan umat Allah sudah berakhir, kesalahannya telah diampuni. Nubuat ini dimaksudkan untuk mempersiapkan campur tangan Yahwe; untuk itu bentara sabda harus berseru, berteriak, bahkan senyaring-nyaringnya, supaya umat menyiapkan jalan bagi Tuhan, meluruskan jalan raya bagi Allah….menimbuni setiap lembah…meratakan setiap gunung dan bukit. Tanah yang berbukit-bukit harus menjadi rata, dan yang berlekuk-lekuk menjadi datar. Semua ini merupakan kiasan yang menggambarkan hati kita yang harus sungguh-sungguh siap menyongsong kedatangan Tuhan. Mazmur T...