Jadilah Rasul Perdamaian

Di Italia, kelompok Aksi Katolik sangatlah berkembang. Hampir setiap Paroki mengembangkan kelompok “Aksi Katolik”. Kelompok ini, mulai dari kelompok anak-anak, remaja, sampai dewasa. Hampir setiap tahun mereka mengadakan kegiatan bersama untuk menjalin persahabatan dan membangun iman secara Katolik.
       Paus Fransiskus juga menaruh perhatian besar kepada kelompok Aksi Katolik ini. Pada tanggal 18 Desember 2016, Paus Fransiskus memberikan pesan kepada para remaja Aksi Katolik yang mengadakan audiensi di Aula Paolo VI, di Vatikan. Paus Fransiskus menekankan beberapa hal penting untuk anak-anak remaja.
         Pesan pertama adalah “Jangan Menyerah”.Paus Fransiskus mengatakan, “Dalam Tuhan Yesus ada pengharapan. Jangan menyerah dan jangan putus asa. Di setiap peziarahan hidup ini, selalu ada banyak tantangan, tapi jangan takut, jangan berputus asa, Tuhan Yesus menyertai kita. Kita harus ingat, ada orang tua, teman, guru agama, dan masih banyak orang lain yang mau peduli dan mau berbagi bersama kalian. Yesus berkata, “Kuatkanlah hatimu dan jangan menyerah, percayalah, imanmu menyelamatkanmu”
           Pesan kedua : Perhatian kepada MLTD. “Berikanlah perhatian kepada orang-orang yang miskin, lemah, tersingkir dan difabel (MLTD). Jangan abaikan mereka. Mereka semua adalah saudara-saudarimu juga. Karena, barangsiapa ingin mencintai Yesus, tidak boleh lepas dari sesama atau saudara-saudari yang membutuhkan uluran tangan kalian. Cinta kasih harus menjadi dasar peziarahan hidup kalian di Aksi Katolik ini”, ungkap Paus Fransiskus.
        Kesan ketiga : Mencintai Gereja.“Gereja adalah mempelai Kristus. Mencintai Gereja, juga berarti mencintai para imam, melayani masyarakat. Gereja menyangkut segenap umat Allah, bukan hanya imam atau uskup. Berikanlah waktu, energi, kualitas dan kemampuanmu di Parokimu masing-masing. Berilah kesaksian bahwa kekayaan setiap orang adalah anugerah Tuhan yang harus dibagikan kepada sesama. Hal ini sangatlah penting. Aksi Katolik harus berbagi, dan membangun kebersamaan dalam semangat cinta kasih Tuhan”, kata Paus Fransiskus
               Pesan keempat : Jadilah Rasul Perdamaian.“Mulailah membangun perdamaian di lingkungan keluarga kalian. Ingatlah akan orangtua kalian, saudara laki-laki dan perempuan, teman-teman sebayamu. Ada rasa sukacita bila mencintai mereka dengan tulus. Memaafkan bila terjadi kesalah-pahaman. Meminta bantuan bila mengalami kesulitan. Rasakan senangnya mencintai mereka semua, saling memaafkan dst. Dalam nama Yesus, semua yang baik dapat dilakukan. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Segalanya mungkin bagi mereka yang memiliki iman. Dengan iman kepada Yesus, kalian dapat melakukan segalanya”, kata Paus Fransiskus.
         Pesan kelima : Berdoa. Berdoa atau berbicara kepada Tuhan Yesus. Berbicara kepada Yesus sebagai sahabat yang paling mengerti dan tak akan pernah meninggalkan kita. Percayalah kepada-Nya, dan serahkanlah segala suka dan duka hidup kalian. Datanglah selalu kepada-Nya ketika kalian berhasil atau pun gagal, kecewa, sakit hati. Datanglah kepada Yesus. Ia akan mengampuni kalian. Bicarakanlah semua keberadaan kalian pada-Nya, karena Ia adalah sahabat kalian. Semua itu, “semua” sangatlah penting.
          Selanjutnya Paus Fransiskus bertanya, “Bagaimana menurut kalian? Apa yang kalian dengar hari ini harus kalian lakukan sebagai anggota kelompok Aksi Kkatolik”. Saya pikir kalian sudah memiliki banyak hal ini. Sekarang, dengan rahmat Natal-Nya, Yesus ingin membantu kalian membuat langkah yang lebih pasti, lebih meyakinkan, lebih menyenangkan untuk menjadi murid-murid-Nya. Cukup dengan sebuah kata, “ini aku”. Itulah jawaban Bunda Maria ketika menerima kabar dari Malaikat Tuhan “inilah aku”. Kita bisa memohonnya dengan mendoakan satu kali “Salam Maria”.
         Di akhir audiensinya Paus Fransiskus mengajak para remaja untuk membangun dan berbagi bersama, karena semua itu mungkin dan dapat dilakukan dalam iman kepada Yesus. Paus Fransiskus mengucapkan terima kasih untuk kunjungannya, dan memberikan berkat apostolik kepada para remaja Aksi Katolik di akhir audiensinya.*** 

(Missio KKI No 50/XXII Januari 2018, hal. 28-29)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paroki St. Antonius Padua Ampenan

Paroki Maria Bunda segala Bangsa Nusa Dua

Menjadi Gembala “Berbau” Domba