Sari Sabda Minggu Adven II   
Persiapkanlah Jalan Tuhan


Dalam Lectionarium yang telah direvisi, bacaan-bacaan liturgi Minggu Adven II dan III menampilkan Yohanes Pembaptis sebagai pusat perhatian; dengan demikian ditekankan pula misteri penjelmaan Sang Sabda. Meskipun demikian, tema eskatologis pun cukup kuat ditampilkan dalam liturgi hari ini.

Bacaan Pertama (Yes. 40:1-5.9-11) menyampaikan  nubuat penghiburan : perhambaan umat Allah sudah berakhir, kesalahannya telah diampuni. Nubuat ini dimaksudkan untuk mempersiapkan campur tangan Yahwe; untuk itu bentara sabda harus berseru, berteriak, bahkan senyaring-nyaringnya, supaya umat menyiapkan jalan bagi Tuhan, meluruskan jalan raya bagi Allah….menimbuni setiap lembah…meratakan setiap gunung dan bukit. Tanah yang berbukit-bukit harus menjadi rata, dan yang berlekuk-lekuk menjadi datar. Semua ini merupakan kiasan yang menggambarkan hati kita yang harus sungguh-sungguh siap menyongsong kedatangan Tuhan.
Mazmur Tanggapan (Mz 85:9a-14) menanggapi nubuat Bacaan Pertama dengan mengungkapkan kerinduan : “Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan”, dengan ayat-ayat yang mengungkapkan indahnya zaman yang akan datang : “Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi dan keadilan akan merunduk dari langit”.
Bacaan Kedua (2Ptr 3:8-14) menegaskan bahwa Tuhan pasti menepati janji-Nya. Tuhan akan datang secara tak terduga seperti pencuri… Sebab itu, seraya menantikan semuanya itu, kita harus berusaha supaya, pada hari kedatangan Tuhan, kita didapati tidak bercacat dan tak bernoda di hadapan Allah, dan dalam perdamaian dengan Dia.
Dalam Injil (Mrk 1:1-8) Yohanes berdiri pada titik temu antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dan penulis Injil ini dengan jelas menyebut dia : duta, bentara, pendahulu Yesus; ini jelas dari pengutipan teks nubuat Maleakhi (3:1) dalam ayat kedua teks Injil, “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau; ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun : Siapkanlah jalan bagi Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya”. Seolah-olah sebagai penggenapan nubuat itu, Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan, “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis, dan Allah akan mengampuni dosamu”. Para pendengar kotbah Yohanes memberikan teladan yang bagus sehubungan dengan apa yang harus kita lakukan untuk menyongsong kedatangan Tuhan : sambil mengakui dosanya, mereka memberi diri dibaptis… mereka melakukan ulah pertobatan.  


(dari “Panduan Liturgi Hari Minggu dan Hari Raya Tahun B”, hal. 17-18)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paroki St. Antonius Padua Ampenan

Penyimpanan dan Penghormatan Ekaristi

Paroki Maria Bunda segala Bangsa Nusa Dua