Postingan
Menampilkan postingan dengan label Puisi Doa
SEJUTA PEDANG
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh: Agust G Thuru Lelaki tua menunggu di kenisah Bola mata terarah pada gunung rindu Kapan anak penuntun bintang berekor Lelap dalam pelukan ibunda Bertandang ke bait Allah? Ia rindu menimang Dengan iringan lagu syukur Menikmati puncak kepuasan Berseru: Biarkan aku menutup mata Sebab aku telah melihat keselamatan Anak kecil yang Kudus Pancarkan mata roh kuasaNya Pancarkan berkat yang melimpah Lelaki tua berdebar dan bernazar Sebilah pedang akan menikam dirimu Jaman terus berlalu sampai kini Sebilah pedang telah berganda Berjuta pedang mencabik iman Tertancap pada pilar penuh kebencian Mengkhianati kehormatan martabat manusia Tuhan lihat kami hambamu Menghadapi berjuta pedang penuh kemurkaan Tiada hati yang berbelas kasih Tapi kami tidak takut Sebab Allah kami Allah yang hidup Denpasar, Hari Raya Yesus Dipersembahkan di Bait Allah
YESUS ENGKAU RAJAKU
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Yesus, Engkau Rajaku Akan kuteriakkan nama-Mu Kudengungkan kuasa-Mu Engkau Raja semesta alam Menguasai sejagat dunia Menentukan hidup dan mati Melestarikan bumi dan segala isinya Aku tahu ya Yesus Engkau memegang segala kuasa Untuk melestarikan atau menyelenyapkan Tetapi kuasa dan kasih-Mu tiada berbatas Engkau akan menyempurnakan ciptaan Membiarkan kami memiliki segalanya Karena kasih-Mu mengalir tiada henti Kami pun tahu ya Yesus Di sekitar kami berkeliaran musuh-Mu Yang tiada henti berteriak-teriak Seperti kerasukan membenci-Mu Lalu dengan segala daya upaya Ingin menyelenyapkan-Mu Karena menyangsikan kuasa-Mu Namun iman kami akan tetap teguh Karena kami beriman pada Allah Pada Allah kami yang hidup Allah yang mati dan bangkit Dan dalam kemuliaan bertahta Sepanjang rentang perjalanan sejarah Engkau kami sembah Sujud pada-Mu dalam kedosaan kami Sebab...
PENANTIAN 1
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tuhan, aku menanti kedatangan-Mu Di tengah perjalanan yang melelahkan Jalan hidup yang berkelok-kelok Melangkah aku di tanah tak datar Jalan-jalan yang penuh lubang menganga Dan aku berulangkali terperosok jatuh Dalam lembah dosa dan kemunafikan Aku mendengar suara berteriak-teriak Suara itu mengiang di padang gurun Dari lelaki berpakaian kumal Tetapi bibirnya keping-keping emas Berseru: “Luruskan jalan yang bengkok” Aku rebah dalam kesadaran Setelah itu jatuh lagi Lelaki dari rahim Elisabeth Yang melonjak girang di rahim ibunya Ketika ibu-Mu bertandang ke desanya Ia yang berseru-seru di padang gurun Ratakan jalan yang berlubang Aku runduk pada permenungan Setelah itu jiwaku kembali merana Jalanku berkelok-kelok Kadang aku dekat pada-Mu Dan di waktu lain aku terbuai Oleh tawaran kenikmatan duniawi Yang menggoyahkan keteguhan hatiku Untuk percaya seutuhnya pada-Mu Aku senantiasa larut dalam dosa...
KAMI CINTA PERDAMAIAN
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tulang-tulang kalian para pahlawan Berserakan di seluruh persada Darah telah mengalir lata di tanah leluhur Kalian telah merelahkan jiwa dan raga Untuk mencari titik temu perjuangan Sebuah bangsa yang merdeka Sebab kemerdekaan hak segala bangsa Bangsa ciptaan Tuhan yang sama Perjuangan di medan perang Telah mengharuskan saling membunuh Nyawa dan martabat menjadi taruhan Perang adalah pertaruhan harga diri Keluhuran manusia sebagai ciptaan Harus berakhir di mulut senjata Pada dentuman mesiu Mati berkanjang tanah Perang adalah jalan terakhir Untuk mencari titik penyelesaian Meski harus mengorbankan nyawa Bersimbah darah dan air mata Membawa api kemalangan Merendahkan martabat kemanusiaan Menciptakan kemiskinan Dan mendatangkan kemelaratan Pertikaian antar bangsa Adalah jalan buntu yang harus dilalui Bukan semata karena ideologi negara Tetapi karena keangkuhan manusia Yang mening...