Hari Raya Epifani

HARI RAYA Epifani berarti hari raya penampakan Tuhan kepada semua bangsa yang diwakili oleh ketiga sarjana dari Timur. Mereka datang dari jauh ke Betlehem untuk menyembah Sang Raja yang baru lahir dan yang akan memimpin umat manusia menuju keselamatan. 
        Ketiga sarjana tersebut bersukacita atas bimbingan Tuhan melalui bintang sehingga mereka menemukan Yesus yang mereka cari. Para Majus adalah buah-buah pertama para bangsa yang dipanggil untuk beriman dan mereka datang kepada Yesus bukan dengan tangan kosong tetapi dengan segala kekayaan dari tanah dan budaya mereka. Mereka lalu menyembah Yesus yang mereka ungkapkan dengan memberi persembahan kepada-Nya yang berupa emas, kemenyan, dan mur (Matius 2:11). 
      Emas melambangkan pengakuan mereka bahwa Yesus Kristus merupakan hadiah yang sangat mahal dari Allah untuk manusia. Kemenyan melambangkan Imamat Yesus Kristus yang datang ke dunia untuk mempersembahkan seluruh hidup-Nya bagi kemuliaan Allah Bapa dan keselamatan umat manusia. Mur menyimbolkan kematian Yesus yang merupakan jalan untuk menebus dosa umat manusia. 
          Pesta Penampakan Tuhan, pada hari ini, mau menggambarkan bahwa Tuhan sungguh merangkul semua orang dan semua bangsa. Yesus hadir ke dunia ini untuk menyelamatkan semua bangsa dan bukan hanya satu bangsa saja. Tiga Raja dari Timur mau menggambarkan bahwa semua orang akan sujud menyembah Yesus yang adalah Allah sendiri yang hadir secara nyata dalam wujud manusia. Baik orang yahudi maupun bangsa-bangsa lain akan dirangkul oleh Yesus. 
   Para raja telah mempersembahkan persembahan yang berharga bagi Yesus. Apakah persembahan yang kita kepada Yesus yang menampakkan diri hari ini. Mungkin terlalu naif jika kita berpikir bahwa kita akan mempersembahkan setengah dari harta kita, mobil atau barang-barang berharga lainnya yang kita miliki. 
         Persembahan yang terutama dan yang diharapkan oleh Yesus adalah persembahan hati dan batin kita. Kerendahan hati dan penyesalan akan dosa serta pertobatan kita itulah yang diinginkan oleh Tuhan. Kita perlu menjauhkan diri dari kepicikan dan sikap primordialisme kita. Kita mungkin sering menganggap diri kitalah yang paling benar dan orang lain salah dan lebih rendah dari kita. 
         Yesus hadir ke dunia ini bukan untuk orang-orang tertentu, melainkan Dia hadir ke dunia untuk menyelamatkan semua orang.Marilah kita renungkan kembali perjalanan hidup kita selama ini. Apakah saya sudah memberikan persembahan yang berkenan di hati Tuhan? Ataukah persembahan saya hanya membuat Tuhan menjadi murka dan sedih? Marilah kita mulai lagi berbuat yang terbaik. Selama masih ada waktu marilah kita berbuat baik.*** 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paroki St. Antonius Padua Ampenan

Penyimpanan dan Penghormatan Ekaristi

Paroki Maria Bunda segala Bangsa Nusa Dua