Persembahan Untuk Sang Raja
Bacaan Pertama (Yes 60:1-6) berbicara tentang terang Tuhan yang telah terbit atas umat-Nya, dan kemudian Tuhan menjadi nyata atas mereka. Bahkan bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terang, dan raja-raja menyongsong cahaya yang terbit bagi umat Allah. Di sini jelas bahwa “terang” menjadi tema yang dominan, yang terungkap juga dalam doa-doa serta berkat dalam Buku Misa.
Mazmur Tanggapan, dengan ulangannya / refren yang penuh sukacita, mengelu-elukan Sang Penyelamat yang datang. Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, ia akan membebaskan orang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang papa.
Bacaan Kedua (Ef 3:2-3a.5-6) membeberkan rencana penyelamatan Allah untuk menjadikan semua bangsa ahli waris-Nya, sehingga hilanglah tembok pemisah antara orang Yahudi dan orang bukan Yahudi : orang-orang bukan Yahudi pun turut menjadi ahli waris, menjadi anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan Kristus Yesus.
Bacaan Injil (Mat 2:1-12) menceritrakan orang-orang majus yang datang menyembah Yesus. Dua hal ditonjolkan dalam kisah ini. Pertama, bintang pemandu yang menuntun perjalanan para majus, yang sekaligus dapat dilihat sebagai simbol dari Sang Terang yang memandu perjalanan manusia. Kedua, persembahan para majus. Di sini diungkapkan bagaimana selayaknya orang menanggapi misteri inkarnasi : takjub, terpesona, bersembah sujud dan memberikan persembahan. Begitulah mestinya tanggapan manusia fana sewaktu berhadapan dengan Allah dalam dan melalui Kristus ***(dari “Panduan Liturgi Hari Minggu dan Hari Raya Tahun B”, hal. 61)
Komentar
Posting Komentar