Ibu
Cerpen: Agust GT Kutatap wajah ibu yang terbaring di ranjang. Perempuan itu sudah sangat tua. Seluruh helai rambutnya sudah memutih. Wajah yang keriput memang tak bisa menyembunyikan fakta bahwa ibu sudah dimakan usia. Ibu kini memasuki usia sembilanpuluh tahun. Ia sudah tak bisa berjalan. Ia hanya terbaring atau duduk di ranjang. Tetapi yang membuat aku kagum adalah ibu masih bisa mengenali siapa saja. Ia masih bisa melihat dengan sempurna. Meskipun terbaring tangannya selalu menggenggam rosario. Kalau ia tidak tidur aku bisa melihat bahwa bibir ibu komat kamit. Dan jari-jarinya berpindah dari biji rosario yang satu ke biji rosario yang lain. Aku tahu ibu berdoa rosario. Sejak muda ibu memang aktif di Legio Maria. Ibu sangat aktif dalam kegiatan rohani. Dari perkawinan dengan ayah ibu melahirkan empat anak. Yang sulung laki-laki meninggal di usia 20 tahun saat aku belum lahir. Anak kedua kak Su...