Postingan

Menampilkan postingan dengan label Gema Vatikan

Hari Anak Misioner 2019 “Bintang Misioner Pancarkan Sinarmu!”

Gambar
Pada perayaan Epifani, Gereja kembali merenungkan perayaan misteri kelahiran Yesus Sang Pen Saudara-saudari terkasih Hari ini, Gereja merayakan Hari Raya Epifani, penampakan Tuhan. Injil Matius menyajikan tiga sikap dari tokoh-tokoh dalam menyambut kedatangan Tuhan Yesus Kristus dalam manifestasinya kepada dunia. Yakni: (1) sikap teliti dan bijak;  (2) sikap tidak peduli; dan (3) rasa takut dan curiga. Sikap Teliti dan Bijak Dalam Injil Matius, kita mendengar bahwa datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya, “Di manakah Dia, Raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur, dan kami datang untuk menyembah Dia” (Mat 2:2). Para Majus berusaha dan tidak ragu untuk menemukan Sang Mesias yang baru dilahirkan itu.     Para Majus melakukan perjalanan panjang. Mereka mencari tahu di mana Raja yang baru lahir dapat ditemukan. Dengan  teliti dan bijak, mereka pun mulai bertanya-tanya di manakah Raja orang Yahu...

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus Untuk Masa Prapaskah 2018

Gambar
“Karena makin bertambahnya kedurhakaan maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin” (Mat. 24: 12) Saudara-saudari yang terkasih, Sekali lagi Paskah Tuhan semakin dekat. Dalam persiapan kita untuk Paskah  Allah dalam penyelenggaraan-Nya memberikan kepada kita setiap tahun masa  Prapaskah  sebagai “tanda sakramental pertobatan kita”. Masa Prapaskah memanggil kita, memampukan kita untuk kembali kepada Tuhan  dengan sepenuh hati dan dalam setiap  aspek hidup kita. Dengan pesan ini saya ingin sekali lagi  pada tahun ini untuk membantu seluruh Gereja  mengalami waktu rahmat yang diperbaharui  dengan sukacita dan dalam kebenaran. Saya ingin mengambil petunjuk dari sabda Yesus  dalam Injil Matius; “Karena makin bertambahnya kedurhakaan maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin” (Mat. 24 : 12) Sabda ini muncul dalam pengajaran Yesus tentang akhir jaman.Kata-kata itu diucapkan di Yerusalem di bukit Zaitun  dimana pen...

Sikap Paus Fransiskus Terhadap Yerusalem

Gambar
REAKSI keras terus berdatangan dari para pemimpin negara dan tokoh dunia setelah Yerusalem dinyatakan sebagai ibukota negara Israel oleh Donald Trump. Paus Fransiskus termasuk di antara banyak pemimpin dan tokoh yang bereaksi keras. Tidak hanya dengan berdoa. Pemimpin 1,3 miliar umat Katolik sedunia itu bahkan ikut menyatakan keprihatinannya melalui sebuah pernyataan keras yang disampaikannya pada saat homili misa mingguan di Vatikan  3 Desember 2017 lalu.       Berbagai media, baik nasional maupun internasional, memberitakan bahwa Paus Fransiskus akan terus berupaya agar semua pihak dapat menghormati status quo kota Yerusalem. Fransiskus menegaskan dirinya tidak dapat tetap diam tentang keprihatinan mendalam  terhadap situasi yang telah berkembang dalam beberapa hari ini.       Paus Fransiskus tegaskan dirinya akan melakukan seruan yang tulus untuk memastikan bahwa setiap orang berkomitmen untuk menghormati status quo kota Yerusalem sesuai...