Postingan

Menampilkan postingan dengan label Renungan

SETIA KEPADA SANG RAJA

Injil Perarakan (Mrk 11:1-10) menuturkan antusiasme masyarakat Yahudi menyambut Yesus memasuki kota Yerusalem : Yesus disambut dan dielu-elukan sebagai Raja keturunan Daud. Pada punggung keledai yang akan dinaiki Yesus dihamparkan kain. Banyak orang yang menghamparkan pakaian mereka di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari lading. Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mau mengikuti dari belakang berseru, “Hosanna! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan Bapa kita Daud. Hosanna di tempat yang mahatinggi!” Semua sanjung puji ini mengungkapkan pengakuan terhadap Yesus sebagai anak Daud. Bacaan Pertama Ekaristi (Yes 50:4-7) memaparkan sikap hamba Yahwe dalam menghadapi sengsara dan aniaya, “Aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberikan punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabuti janggutku. Aku tidak menyembunyikan mu...

Mati Untuk Hidup

Bacaan Pertama (Yer 31:31-34) menubuatkan perjanjian baru yang ditulis bukan pada loh-loh batu tetapi dalam hati orang-orang yang percaya; yang berlaku bukan hanya bagi orang-orang Israel tetapi meluas melampaui batas-batas Israel, bahkan menjangkau semua orang. Inti perjanjian ini : “Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku…. Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka”. Mazmur Tanggapan (Mzm 51:3.4.12-15) mengajak umat menyadari dosa dan pelanggaran dan mohon pengampunan. Aku hamba durhaka………….mohon belas kasih-Mu……….bersihkan jiwaku……...leburlah segala dosaku. Dalam Bacaan Kedua (Ibr 5:7-9), Yesus ditampilkan sebagai imam agung dan pengantara. Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan….dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan……..dan Ia menjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepada-N...

Rumah Bapa

Bacaan Pertama minggu ini (Kel 20:1-17) menghidangkan Sepuluh Perintah Allah. Tampaknya Musa mengambil pola tingkah laku yang sudah ada dan memberinya tafsiran baru yang didasarkan pada wahyu Allah kepada umat-Nya. Pewahyuan di Sinai ini sangat penting karena menandai awal perjanjian Allah dengan umat-Nya, dan perjanjian dengan Allah ini menjadi dasar tanggung jawab moral umat. Yang disajikan dalam kutipan ini bukan kode etik yang diambil dari masyarakat umum, tetapi wahyu dari Allah tentang kaidah moral yang memiliki keabsahan abadi bagi orang kristiani kalau dikaitkan dengan moralitas Perjanjian Baru, khususnya dengan Kotbah di Bukit (Mat 5) Mazmur Tanggapan (Mzm 19:8.9.10.11) melanjutkan tema Bacaan Pertama dengan memuji Allah yang telah mewahyukan diri lewat ciptaan dan lewat hukum-Nya. Dalam Bacaan Kedua (!Kor 1:22-25) Paulus menantang orang-orang Yahudi yang menuntut tanda, dan orang-orang Yunani yang mencari hikmat dengan menyatakan secara gamblang bahwa bagi orang kristi...

Cinta dan Derita

BACAAN PERTAMA (Kej 22:1-2.9a.10-13.15-18) menuturkan kerelaan Abraham mengurbankan anak tunggalnya, Ishak, karena menuruti perintah Allah, “ambillah anak tunggal kesayanganmu, yaitu Ishak, pergilah ke tanah Moria, dan persembahkanlah dia di sana sebagai kurban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu”. Ketika Abraham siap melaksanakan perintah itu, Tuhan malah menghentikannya, “Jangan bunuh anak itu, dan jangan kauapa-apakan dia. Kini Aku tahu bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku”. Kisah Ishak tercermin pula dalam Mazmur Tanggapan (Mzm 116:10.15.16-17.18-19) yang menyebut “sungguh berharga” kematian semua orang yang dikasihi Tuhan; dalam mazmur ini dinyatakan bahwa kita juga mempersembahkan kurban syukur kepada Tuhan. Dalam Bacaan Kedua (Rom 8:31b-34), Paulus menandaskan kerelaan Abraham mengurbankan anak tunggalnya menjadi gambaran kerelaan Allah mengurbankan Yesus : Allah bahkan tidak menyayan...

Pencobaan

Bacaan Pertama (Kej 9:8-15) menampilkan perjanjian Allah dengan Nuh dan semua makhluk yang bersama Nuh di dalam bahtera. Perjanjian ini tidak pertama-tama berbicara tentang penghancuran, tetapi tentang pelestarian kehidupan, yang memang merupakan kehendak Allah. Ini merupakan kehendak yang sangat universal, yang dilaksanakan lewat perjanjian dengan Nuh, di mana prakarsa keselamatan ini datang dari Allah sendiri. Perjanjian dengan Nuh yang diprakarsai Allah itu dilanjutkan dalam pembaptisan kristiani; demikian tema Bacaan Kedua (1Ptr 3:18-22). Maka, kalau dilihat bersama, Bacaan Pertama dan Bacaan Kedua merupakan contoh “tipologi” alkitabiah : penulis 1Ptr menggunakan peristiwa Nuh dan air bah untuk menjelaskan pembaptisan kristiani, yang di kemudian hari diikuti dengan tipologi-tipologi lain : Bahtera dilihat sebagai “lambang” Gereja yang menawarkan keselamatan, dan air bah dilihat sebagai gambaran air baptis yang memusnahkan dosa dan kejahatan. Semua bacaan Alkitab hari ini har...

KEWIBAWAAN

Dalam Bacaan Pertama (Ul 18:15-20), Musa menyampaikan nubuat bahwa Allah akan membangkitkan seorang nabi…. Ia akan menaruh firman-Nya dalam mulut sang nabi, dan nabi itu akan mengatakan segala yang diperintahkan Allah. Jika ada orang yang tidak mau mendengarkan firman Allah yang diucapkan oleh nabi itu demi nama Allah, dari orang itu akan dituntut pertanggung-jawaban. Mazmur Tanggapan (Mzm 95:1-2.6-7.8-9) mengajak kita mendengarkan suara Tuhan, mengenali karya-karya-Nya yang besar sebagai pencipta dan gembala, dan kemudian membuka hati bagi-Nya dengan penuh kasih. Jemaat diajak memohon agar Allah berkenan membuka hati jemaat dan menyingkirkan segala penghalang : singkirkanlah penghalang sabda-Mu, cairkanlah hatiku yang beku, dan bimbinglah kami di jalan-Mu. Dalam Injil hari ini (Mrk 1:21-28), ditampilkan nabi yang dinubuatkan Musa, yakni Yesus. Ia mengajar sebagai orang yang berkuasa. Ia menyembuhkan orang “yang kerasukan roh jahat”. Teks Injil hari ini menonjolkan pelayanan Yesus,...

Saya Bisa Berubah

Gambar
Bacaan Pertama (Yun 3:1-5.10) mengungkapkan panggilan Yunus untuk memaklumkan pertobatan kepada penduduk Niniwe; kalau tidak bertobat, “empat puluh hari lagi, Niniwe akan ditunggang-balikkan”. Orang Niniwe percaya kepada Allah; mereka berbalik dari kejahatan dan kembali mengikuti jalan Tuhan. Mereka mengumumkan puasa; baik orang dewasa maupun anak-anak mengenakan kain kabung sebagai tanda pertobatan. Allah berkenan akan pertobatan mereka dan mengampuni segala kejahatan mereka. Tergerak oleh belas kasih Allah, Mazmur Tanggapan (Mzm 25:4bc-5ab.6-7bc.8-9) memuji kasih setia Tuhan : Tuhan adalah kasih setia bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya, dan sekaligus memohon agar Tuhan memberitahukan jalan-jalan-Nya, yakni jalan kebenaran dan kasih. Tergerak oleh warta pertobatan, Bacaan Kedua (1Kor 7:29-31) mendesak kita agar siap meninggalkan apa yang sekarang kita hadapi/miliki untuk lebih memberi perhatian kepada Kerajaan Allah yang sudah dekat. Waktunya singkat! Maka waktu yan...

Orang Kristen: Orang Yang Menerima Kristus Sebagai Juru Selamat

Dalam Bacaan Pertama (ISam 3:3b-10.19) dikisahkan bagaimana Tuhan Allah mewahyukan diri, dan Samuel memberikan kepada kita gambaran bagaimana kita harus menanggapi pewahyuan diri Tuhan. Samuel menanggapi sapaan atau panggilan Tuhan dengan sikap terbuka, “Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan”. Dan tidak ada satu pun dari firman Tuhan itu yang dibiarkannya gugur. Menanggapi panggilan Allah, pemazmur datang untuk melakukan kehendak-Nya, yakni mengabarkan keadilan di tengah jemaat. Kepatuhan ini ditegaskan dalam Mazmur Tanggapan (Mzm 40:2.4ab.7-8a.8b-9.10) dengan ulangan, “Ya Tuhan, aku datang untuk melakukan kehendak-Mu” Bacaan Kedua (1Kor 6:13c-15a.17-20) mengungkapkan keprihatinan akan perilaku umat Korintus yang tidak selaras dengan martabat pengikut Kristus. Mereka terjerumus ke dalam penyimpangan seksual yang keterlaluan. Dalam surat ini Paulus menyadarkan mereka untuk sungguh memahami martabat mereka sebagai umat yang mengemban Roh Allah dalam tubuh mereka : tubuhmu ad...