Orang Kristen: Orang Yang Menerima Kristus Sebagai Juru Selamat
Dalam Bacaan Pertama (ISam 3:3b-10.19) dikisahkan bagaimana Tuhan Allah mewahyukan diri, dan Samuel memberikan kepada kita gambaran bagaimana kita harus menanggapi pewahyuan diri Tuhan. Samuel menanggapi sapaan atau panggilan Tuhan dengan sikap terbuka, “Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan”. Dan tidak ada satu pun dari firman Tuhan itu yang dibiarkannya gugur.
Menanggapi panggilan Allah, pemazmur datang untuk melakukan kehendak-Nya, yakni mengabarkan keadilan di tengah jemaat. Kepatuhan ini ditegaskan dalam Mazmur Tanggapan (Mzm 40:2.4ab.7-8a.8b-9.10) dengan ulangan, “Ya Tuhan, aku datang untuk melakukan kehendak-Mu”
Bacaan Kedua (1Kor 6:13c-15a.17-20) mengungkapkan keprihatinan akan perilaku umat Korintus yang tidak selaras dengan martabat pengikut Kristus. Mereka terjerumus ke dalam penyimpangan seksual yang keterlaluan. Dalam surat ini Paulus menyadarkan mereka untuk sungguh memahami martabat mereka sebagai umat yang mengemban Roh Allah dalam tubuh mereka : tubuhmu adalah bait Roh Kudus. Paulus mendesak mereka untuk menghargai panggilan mereka sebagai orang-orang pilihan Allah yang dimeteraikan dalam pembaptisan oleh kuasa Roh Kudus. Orang Kristen adalah orang yang dipanggil untuk menjalani hidup yang selaras dengan pembaptisan, di mana moralitas kaum beriman harus serasi dengan perubahan yang dilakukan oleh Kristus lewat pembaptisan.
Senada dengan Bacaan Pertama, Injil (Yoh 1:35-42) “mewahyukan” Yesus. Yohanes memperkenalkan Yesus sebagai “Anak Domba Allah”. Pemakluman ini ditanggapi oleh dua orang murid Yohanes : mereka mengikuti Yesus dan tinggal bersama-sama dengan Dia. Perkenalan dengan Yesus ini menumbuhkan suatu pengakuan iman dalam diri Andreas, salah seorang dari kedua murid itu. Karena yakin bahwa Yesus itu Mesias, Andreas pun memperkenalkan-Nya kepada Simon dan membawa Simon kepada Yesus. Andreas memaklumkan kepada Simon apa yang diimaninya, “Kami telah menemukan Mesias, artinya : Kristus”. Simon pun tergerak oleh pemakluman Andreas, lalu ikut menjumpai Yesus. Begitu melihat Simon, Yesus berkata, “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas, artinya : Petrus”. Menjadi pengikut Kristus berarti menerima Dia sebagai Mesias dan Juru Selamat. Perubahan nama ini merupakan tanda perubahan untuk hidup secara baru, yakni terbuka mendengarkan suara Tuhan dan siap melakukan kehendak-Nya.***
(dari “Panduan Liturgi Hari Minggu dan Hari Raya Tahun B”, hal. 180-181)
Komentar
Posting Komentar