Postingan

Perpisahan Cinta

Gambar
Cerpen: Agust GT Sumur tua di Wae Sugi kini tinggal kenangan. Sumur  sedalam duapuluh meter itu pernah memberikan air kehidupan kepada  orang-orang yang bermukim di Malapedho. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan air bersih tetapi juga untuk mandi  dan memberi minum ternak kuda. Sumur itu telah ditimbun oleh tuan tanah puluhan tahun lalu. Sejak kampung itu mendapat berkat air leding dari Waebhobho kehadiran sumur itu tak dimanfaatkan lagi. Dan suatu hari di November 2015 aku duduk pada bekas beton bibir sumur itu. Aku tak tahu apa sebab orang menamakan  sumur itu Wae Sugi. Mungkin karena seorang tua bernama Sugi yang menemukan sumber air  dan memrakarsai penggalian sumur itu secara manual. Lalu untuk mengenang jasanya  orang memberi nama sumur itu Wae Sugi. Entahlah, aku sendiri tak pernah mendengar tutur lisan tentang sejarah  sumur itu. Yang paling penting  dari sumur Wae Sugi itu adalah  aku mendapat segenggam waktu mengkh...

Cinta Hitam Putih

Gambar
Cerpen: Agust GT Pertemuan kami di Pantai Tebhobero, sebuah pantai di desa Sebowuli, desa yang dulunya menyatu dengan desa Inerie sungguh mengesankan. Ketika itu aku adalah guru muda  sebuah SMP di kota Kecamatan Aimere. Dan Romana  adalah siswi sebuah sekolah pendidikan guru  di kota Ende. Ia cantik bahkan tercantik di desa itu. Kecantikan Romana menjadi buah bibir. Para muda sebayaku pasti menjadikan Romana sebagai bahan gossip dimana dua atau tiga orang berkumpul. Bahan gossip atas kecantikannya. Romana lahir dari rahim perempuan desa yang menikah dengan laki-laki keturunan Watu dan Bali.Paduan darah lintas  suku yang membentuk Romana menjadi gadis  jelita. Aku mengenal Romana ketika ia masih sekolah dasar. Ketika itu ia biasa-biasa saja. Setelah enam tahun aku meninggalkan kampung  karena harus sekolah di kota  aku bertemu kembali dengan Romana. Ia  telah tumbuh menjadi gadis yang menawan. Ketika itu  aku berjalan menyusuri p...

Minggu Paskah

Gambar
Cerpen: Agust GThuru Sejak  menikah aku dan istri memiliki  kesukaan yang sama. Hampir semua yang ada dalam diri kami selalu sama. Tapi yang paling menyolok adalah soal ke gereja. Kami selalu memilih misa pertama dan di gereja yang sama. Juga  tempat duduk selalu di bangku yang sama. Alasannya sederhana. Di gereja ini kami berpagutan pandang saat aktif sebagai  orang muda katolik. Di gereja ini pula kami menyudahi masa lajang dengan saling menerimakan sakramen perkawinan. Di gereja itu pula dua anak kami  dibaptis. Mungkin karena sederet  nostalgia indah itu yang membuat kami sangat terikat dengan gereja itu. Kebersamaan itu tercipta dalam kurun waktu limabelas tahun. Waktu yang tidak pendek. Waktu yang  berjalan dengan selingan warna-warni pengalaman kehidupan. Lembaran indah perkawinan pun ditutup dengan kematian. Ketika belahan jiwaku harus mendahuluiku karena Tuhan menjemputnya  sekaligus untuk menyudahi penderitaannya. Kematian, rahm...

Doa Akhir Tahun di Kaki Salib

Tuhanku, di detik-detik pergantian tahun ini Aku sujud di kaki salib-Mu Menengadah pada-Mu Dengan tangan terbuka Ingin kutampung tetes darah-Mu Yang mengalir dari luka lambung-Mu Untuk kululur pada sekujur tubuhku Yang  penuh lumpur  dosa Dosa kemanusiaanku yang lemah Dengan hati yang penuh sesal Kujulurkan lidahku Pada luka tangan dan kaki-Mu Agar tetes-tetes darah-Mu Tertumpah masuk ke relung jiwaku Dan  segala noda dosa terhapuskan Sebab  tak bisa  kuhitung Jejak langkah yang kutorehkan Di sepanjang rentang waktu hidupku Yang selalu jatuh dalam kubangan dosa Aku ini hamba-Mu Ya Tuhan yang bertudungkan kemuliaan Masih layakkah aku disebut anak-Mu Sedang  seribu kali aku  tobat Dan  seribu kali pula aku jatuh lagi Masih layakkah aku  Engkau dekap Untuk rasakan cinta-Mu yang tanpa batas? Masih layakkah aku  Engkau timang Untuk menerima berkat-Mu berlimpah? Ya Tuhan, ini  aku Dengan  segala kelemah...

Pesan Paus Fransiskus Pada Hari Perdamaian Dunia ke-51 Migran dan Pengungsi: Mereka yang Berziarah Mencari Kedamaian

Gambar
Paus Fransiskus telah menerbitkan Pesan Hari Perdamaian Dunia ke-51 pada 13 November 2017. Hari Perdamaian D unia  diperingati  pada 1 Januari dan pada 1 Januari 2018  adalah peringatan Hari Perdamaian Dunia ke-51.       Pada pesan Hari Perdamaian Dunia ke-51 ini Paus Fransiskus  secara khusus membuka mata dunia untuk turut  serta prihatin pada  masalah pengungsian. Paus Fransiskus paparkan data bahwa saat ini ada 250 juta migran di seluruh dunia dan 22,5 juta diantaranya  adalah pengungsi lintas batas Negara. Paus Fransiskus mengajak masyarakat dunia untuk dalam semangat bela rasa, marilah merangkul mereka yang mengungsi, akibat perang dan kelaparan atau yang meninggalkan kampung halaman mereka akibat diskriminasi, persekusi, kemiskinan dan kemerosotan lingkungan hidup.               Paus Fransiskus menjelaskan mengapa banyak terjadi pengungsian lintas Negara. Ia mengatakan orang terpaksa berpinda...

Menolak “Lupa” Bersyukur

Gambar
SYUKUR KEPADA ALLAH acara perayaan HUT ke-2  PD PKK Orang Muda Yesus Gembala yang Baik pada Kamis 21 Desember 2017, dapat berjalan dengan baik. Acara dimulai dengan Misa Kudus yang dipimpin oleh Romo Paroki yang juga Moderator PD PKK YGYB, Romo Yan Madya SVD didampingi Romo Yomi selaku Romo Moderator BPK Keuskupan Denpasar. Acara lalu dilanjutkan dengan ramah tamah dan santap malam bersama.         Tema Misa Kudus pada hari itu adalah SYUKUR, berlandaskan Injil dari Lukas 17:11-19. Pada khotbahnya, Romo Yan menegaskan tema “Menolak Lupa”. Menolak lupa apa? Menolak lupa bersyukur. Terkadang atas segala rejeki dan kebaikan Tuhan di dunia ini, kita para umat khususnya anak muda lupa bersyukur. Maka dari itu, Romo berpesan agar kita mencontoh satu  dari sepuluh orang kusta yang disembuhkan oleh Yesus pada Injil. Satu orang Samaria ini tersungkur dan mengucap syukur kepada-Nya. Hendaklah kita para orang muda mencontoh orang Samaria ini yang tidak lupa bersyuk...