Doa Akhir Tahun di Kaki Salib
Tuhanku, di detik-detik pergantian tahun ini
Aku sujud di kaki salib-Mu
Menengadah pada-Mu
Dengan tangan terbuka
Ingin kutampung tetes darah-Mu
Yang mengalir dari luka lambung-Mu
Untuk kululur pada sekujur tubuhku
Yang penuh lumpur dosa
Dosa kemanusiaanku yang lemah
Dengan hati yang penuh sesal
Kujulurkan lidahku
Pada luka tangan dan kaki-Mu
Agar tetes-tetes darah-Mu
Tertumpah masuk ke relung jiwaku
Dan segala noda dosa terhapuskan
Sebab tak bisa kuhitung
Jejak langkah yang kutorehkan
Di sepanjang rentang waktu hidupku
Yang selalu jatuh dalam kubangan dosa
Aku ini hamba-Mu
Ya Tuhan yang bertudungkan kemuliaan
Masih layakkah aku disebut anak-Mu
Sedang seribu kali aku tobat
Dan seribu kali pula aku jatuh lagi
Masih layakkah aku Engkau dekap
Untuk rasakan cinta-Mu yang tanpa batas?
Masih layakkah aku Engkau timang
Untuk menerima berkat-Mu berlimpah?
Ya Tuhan, ini aku
Dengan segala kelemahanku
Tuhanku, di detik-detik pergantian tahun ini
Aku menulis segala salahku
Untuk kuselip di kayu salib-Mu
Agar setiap waktu aku memandang-Mu
Dan membaca kembali dosa-dosaku
Aku dikuatkan dengan roh-Mu
Agar tak lagi mengulang jalan kelamku
Sebab hanya Engkau sumber kehidupan
Dengan mata air cinta yang terus mengalir
Di saat aku berada di padang gersang
Dan terperangkap di kemarau iman
Tuhanku, aku datang pada-Mu
Menimba belaskasih-Mu
Telah kukepak sayap kebebasan
Terbang tanpa ada yang mengikat
Telah kuayunkan langkah
Menyinggahi segala sudut kehidupan
Berpesta dalam kenikmatan
Tanpa bait-bait doa terucapkan
Ya Tuhan, waktu yang Engkau beri
Telah kusia-siakan
Untuk mengkhianati-Mu
Di detik-detik pergantian tahun ini
Aku sujud di kaki salib-Mu
Ya Tuhan terimalah sesal tobatku
Sebab aku tahu cinta-Mu
Tak pernah berkurang atasku
Hapuskan bilur-bilur dosaku
Agar aku melangkah di jalan-Mu
Dan dalam kedosaan dan kerapuhan
Aku tetap setia dan mencintai-Mu
Juga di tahun yang akan datang lagi.
*) Puisi ini ditulis di Tahun Orientasi Rohani Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret Maumere 31 Desember 1987
Aku sujud di kaki salib-Mu
Menengadah pada-Mu
Dengan tangan terbuka
Ingin kutampung tetes darah-Mu
Yang mengalir dari luka lambung-Mu
Untuk kululur pada sekujur tubuhku
Yang penuh lumpur dosa
Dosa kemanusiaanku yang lemah
Dengan hati yang penuh sesal
Kujulurkan lidahku
Pada luka tangan dan kaki-Mu
Agar tetes-tetes darah-Mu
Tertumpah masuk ke relung jiwaku
Dan segala noda dosa terhapuskan
Sebab tak bisa kuhitung
Jejak langkah yang kutorehkan
Di sepanjang rentang waktu hidupku
Yang selalu jatuh dalam kubangan dosa
Aku ini hamba-Mu
Ya Tuhan yang bertudungkan kemuliaan
Masih layakkah aku disebut anak-Mu
Sedang seribu kali aku tobat
Dan seribu kali pula aku jatuh lagi
Masih layakkah aku Engkau dekap
Untuk rasakan cinta-Mu yang tanpa batas?
Masih layakkah aku Engkau timang
Untuk menerima berkat-Mu berlimpah?
Ya Tuhan, ini aku
Dengan segala kelemahanku
Tuhanku, di detik-detik pergantian tahun ini
Aku menulis segala salahku
Untuk kuselip di kayu salib-Mu
Agar setiap waktu aku memandang-Mu
Dan membaca kembali dosa-dosaku
Aku dikuatkan dengan roh-Mu
Agar tak lagi mengulang jalan kelamku
Sebab hanya Engkau sumber kehidupan
Dengan mata air cinta yang terus mengalir
Di saat aku berada di padang gersang
Dan terperangkap di kemarau iman
Tuhanku, aku datang pada-Mu
Menimba belaskasih-Mu
Telah kukepak sayap kebebasan
Terbang tanpa ada yang mengikat
Telah kuayunkan langkah
Menyinggahi segala sudut kehidupan
Berpesta dalam kenikmatan
Tanpa bait-bait doa terucapkan
Ya Tuhan, waktu yang Engkau beri
Telah kusia-siakan
Untuk mengkhianati-Mu
Di detik-detik pergantian tahun ini
Aku sujud di kaki salib-Mu
Ya Tuhan terimalah sesal tobatku
Sebab aku tahu cinta-Mu
Tak pernah berkurang atasku
Hapuskan bilur-bilur dosaku
Agar aku melangkah di jalan-Mu
Dan dalam kedosaan dan kerapuhan
Aku tetap setia dan mencintai-Mu
Juga di tahun yang akan datang lagi.
*) Puisi ini ditulis di Tahun Orientasi Rohani Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret Maumere 31 Desember 1987
Komentar
Posting Komentar