GEREJA YANG MANDIRI
TEMA PASTORAL Keuskupan Denpasar tahun 2020 adalah “Gereja
Yang Mandiri”. Maka tema Aksi Adventus Pembangunan 2019 untuk Gereja Lokal
Keuskupan Denpasar adalah GEREJA YANG MANDIRI. Gereja yang mandiri itu idealnya
bagaimana?
Komisi
Kateketik Puspas Keuskupan Denpasar menentukan sub tema untuk kita dalami
bersama selama 4 kali berturut-turut. Gereja Yang Mandiri itu idealnya adalah
mandiri sebagai Persekutuan Umat Allah,
Mandiri Dalam Iman, Mandiri Dalam Sumber Daya Manusia dan Mandiri Dalam
Ekonomi. Empat sub tema ini yang mau kita refleksikan bersama di Komunitas
Basis Gerejawi kita masing-masing
sebagai sebuah aksi untuk menemukan “jati diri” kita sebagai Gereja itu sendiri. Gereja tentu bukan hirarkhis,
kaum tertahbis, biarawan dan biarawati tetapi kita semua yang berhimpun di dalam Gereja yang satu, kudus, katolik dan
apostolik.
Gereja yang mandiri sebagai Persekutuan Umat
Allah adalah Gereja sebagai Tubuh Mistik Kristus, banyak anggota
tetapi satu tubuh. Kita disadarkan untuk
semakin terdorong saling
memperhatikan satu sama lain dan bekerja sama untuk membangun Gereja agar lebih
maju dan berkembang. Gereja yang mandiri dalam iman adalah gereja
yang adalah Umat Allah itu
menerima Allah sepenuhnya dalam diri, semakin aktif dalam
kegiatan-kegiatan Gereja, dalam pendalaman iman, doa-doa lingkungan dan
sebagainya.
Gereja
yang mandiri dalam sumber daya manusia adalah gereja yang kaya akan pelaku
karya pastoral, yang mengambil bagian dan peran
dalam karya pastoral. Sumber daya manusia dalam gereja bukan kaum tertahbis melainkan seluruh umat. Maka
umat beriman juga harus terdorong, tergerak, terpanggil untuk menyiapkan
tenaga-tenaga pastoral dari lingkungan sendiri dan tidak tergantung pada pihak
lain atau orang luar.
Gereja
yang mandiri dalam ekonomi adalah Gereja yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan
secara finansial. Seperti dapat memenuhi pembangunan fisik, kebutuhan paroki,
kebutuhan lingklungan dan KBG. Kebutuhan ekonomi ini menjadi tanggung jawab
semua umat. Maka umat harus tergerak hatinya untuk terlibat dalam mencukupi kebutuhan ekonomi
Gereja.
Sub
tema Aksi Adventus Pembangunan (APP) tahun 2019 ini sungguh relevan dengan
situasi terkini paroki kita yang sedang bergerak untuk “menata” secara internal paroki kita agar menjadi “Paroki Yang Mandiri”. Kita
sedang bergerak menuju paroki yang benar-benar sebagai sebuah persekutuan bukan
berdasarkan “suka sama suka” tetapi berdasarkan perketuan fisik dan non fisik.
Persekutuan fisik dimana kita dimungkinkan untuk “sering bertemu” dalam kegiatan doa tanpa dihalangi oleh jarak
tempat tinggal yang berjauhan. Karena itu penataan kembali teritorial
lingkungan adalah salah satu gerakan
untuk mandiri sebagai perkutuan
umat Allah. Ciri khas Gereja Perdana adalah berkumpul dan berdoa. Maka
bersekutu dalam sebuah lingkungan dengan umat yang tinggal berdekatan merupakan kemandirian sebagai umat Allah yang harus
berkumpul dan berdoa.
Paroki
kita pun terus bergerak untuk mandiri dalam iman. Iman yang dimaksud tentu bukan sekedar diucapkan tetapi harus
diwujudkan dalam tindakan nyata. Santo Paulus mengatakan, iman tanpa perbuatan
pada hakekatnya mati. Iman yang menyata dalam kehidupan sehari-hari adalah iman yang melayani, iman yang
aktif dalam kegiatan gereja, iman yang
aktif dalam berbagai upaya untuk
mendewasakan iman sehingga iman menghasilkan
buah berlimpah.
Paroki
kita pun terus bergerak untuk mandiri dalam sumber daya manusia. Betapa
pentingnya sumber daya manusia untuk
menopang karya pastoral di paroki kita.
Sumber daya manusia dengan talenta yang
dimiliki merupakan kekayaan paroki kita. Namun
tanpa kemauan untuk menjadi
“Gereja Yang Memberi Diri” bagi Tuhan
dan sesama, talenta dan keahlian yang
dimiliki tak akan menghasilkan buah. Kita pun diajak untuk berdoa agar dari paroki kita lahir sumber daya
manusia yang secara khusus menyerahkan diri
dalam panggilan khusus sebagai imam, bruder dan suster.
Paroki
kita pun sudah memulai gerakan untuk
mandiri dalam ekonomi. Beberapa tahun lalu kita sudah mendirikan Credit Union
sebagai “lembaga Keuangan” bagi umat paroki. Credit Union St. Yoseph kini bisa memberikan pelayanan kepada umat
khususnya anggota. Tetapi tujuan kita adalah
semua anggota yang tergabung
dalam CU St. Yoseph dapat
memberikan dukungan secara
ekonomi kepada paroki kita. Untuk maksud
ini CU. St. Yoseph menjadi sebuah
gerekan menuju kemandirian ekonomi paroki kita.***
Komentar
Posting Komentar