50 TAHUN IMAMAT P.SUBHAGA: SAMBUTAN USKUP DENPASAR



“Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya” (Mzm. 107:1)

 

Romo Subhaga yang terkasih dan Umat Paroki Santo Yoseph Denpasar yang saya kasihi,

Syukur dan Pujian pantas kita lambungkan ke hadirat Allah yang telah menyelenggarakan dan menyertai Romo Subhaga dalam perjalanan meniti hidup imamatnya selama lima puluh  tahun. Usia emas imamat yang disandang Rm. Subhaga adalah sebuah peristiwa yang luar biasa, prestasi hidup imamat yang boleh dikatakan spektakuler, karena tidak banyak imam yang mengalaminya. Predikat emas imamat ini,   tentu tidak diperoleh dengan mulus dan mudah, tetapi  melalui perjuangan panjang yang disertai dengan cucuran keringat dan air mata. Juga harus melewati jalan berliku, berkerikil tajam dan mendaki. Pada saat meniti salib  imamat itu, pasti ada pengalaman jatuh, suka dan duka silih berganti menghiasi kehidupan imamat Romo. Imamat yang disertai dengan perjuangan ini,  kiranya menjadi kado terindah bagi romo sendiri, umat yang dilayani dan teristimewa bagi Gereja Lokal Keuskupan Denpasar sebagai medan juang karya yang Romo Subhaga bangun.

 

Kita semua mengenal Romo Subhaga sebagai imam yang militan. Romo Subhaga adalah putra Bali pertama yang menanggapi panggilan Allah bekerja di kebun anggur-Nya, melalui Kongregasi SVD. Menariknya Romo Subhaga terlahir dari kedua orang tua yang berkeyakinan Hindu. Apapun situasinya jika Tuhan sudah berkehendak, maka hal itu terjadi; Romo Subhaga menjadi imam yang tangguh, tekun, ulet, pekerja keras dan setia. Ia sungguh menghayati kaul kebiaraannya dalam Serikat Sabda Allah (SVD), yaitu kaul kemiskinan, kaul kemurnian dan kaul ketaatan. Seluruh diri dan hidupnya diabdikan untuk melayani Tuhan dan sesama di wilayah Gereja Lokal Keuskupan Denpasar, khususnya kurang lebih  43 tahun menggembalakan umat  di Gereja Paroki Santo Yoseph Denpasar. Romo Subhaga adalah sosok pemimpin yang visioner, selain membangun iman umat, ia berhasil membangun gereja di wilayah Ubung dengan pelindung Yesus Gembala Yang Baik. Gereja ini dirasakan menjawabi kebutuhan umat, yang seiring berjalannya waktu jumlahnya terus bertambah dan tidak mungkin lagi ditampung di Gereja Santo Yoseph Denpasar. Di usianya yang tidak lagi muda Romo Subhaga bersama Pastor Yan Madia, saat ini sedang membangun sebuah pastoran. Semoga bisa terwujud dengan baik.

 

HUT emas Imamat Rm. Subhaga bisa dikatakan memahkotai usia Romo Subhaga yang tahun 2019 ini merayakan HUT kelahiran ke-81. Peristiwa iman ini pantas dikenangkan dan dirayakan dengan meriah sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Dia yang telah menyelenggarakan hidup imamat Romo Subhaga secara mengesankan. Sebab panggilan bukan diperoleh  karena usaha dan kekuatan manusiawi semata-mata, namun pertama-tama  adalah berkat rahmat  kasih Allah yang dianugerahkan kepada Romo Subhaga. Kita percaya bahwa Allah setia menyertai  imam-Nya yang berserah diri secara total di hadapan-Nya. Dengan menghidupi motto tahbisan imam: “Seorang imam dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan dengan Allah, supaya mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa” (Ibr 5:1), menunjukkan besarnya kasih Romo kepada Allah dan sesama. Romo yang adalah perpanjangan tangan kasih-Nya, mendapat tempat istimewa dalam hati-Nya. Kesetiaan Allah yang dibalas dengan kesetiaan oleh  Romo Subhaga berbuah manis dan menghantar Romo pada perayaan emas imamat.

 

Selaku Uskup Pimpinan Gereja lokal Keuskupan Denpasar, saya memberikan apresiasi yang  tinggi atas prestasi kesetiaan dan pelayanan Romo Subhaga sepanjang setengah abad. Romo adalah salah satu pilar Gereja yang tangguh bagi Keuskupan Denpasar. Selama lima puluh tahun Romo berkarya di tengah umat dengan aneka tantangannya, namun Romo tidak pernah surut langkah. Peziarahan imamat Romo yang mencapai usia emas ini, kiranya   memberi inspirasi bagi setiap orang dalam menapaki panggilan hidupnya. Kunci sukses meniti hidup panggilan adalah tekun, taat, setia dan selalu berserah diri di hadapan Allah. Pesan Bunda Teresa dari Kalkuta pantas kita renungkan bersama bahwa “seorang imam pertama-tama dipanggil bukan untuk sukses tetapi untuk setia”. Usia imamat Romo Subhaga yang matang ini, kiranya menjadi teladan bagi rekan-rekan imam khususnya  serta umat pada umumnya, sebab setiap orang  dipanggil untuk tekun, taat dan setia atas pilihan hidupnya.

 

Akhirnya saya mengucapkan Profisiat dan selamat berbahagia kepada Romo Subhaga yang merayakan emas Imamat. Peristiwa iman yang boleh dialami Romo Subhaga, tentu menjadi perayaan iman kita bersama, sebagai satu kesatuan antara gembala dan dombanya. Sukacita sang gembala juga menjadi suka cita domba-dombanya.

 

Tiada hal yang bisa kita katakan kepada Allah, selain ungkapan syukur dan pujian atas keperkasaan dan kebesaran-Nya  yang telah dinyatakan  bagi hamba kekasih-Nya. “Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat! Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat! (Mzm.  150: 1-2) . Tuhan memberkati kita semua

 

Salam dan Berkatku

Mgr. Silvester San

Uskup Denpasar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paroki St. Antonius Padua Ampenan

Penyimpanan dan Penghormatan Ekaristi

Paroki Maria Bunda segala Bangsa Nusa Dua