CUKUPLAH KASIH KARUNIAKU BAGIMU (6)
Mengejar Mimpi di Mertoyudan
Setelah menyelesaikan pendidikan di SMP Seminari Roh
Kudus Tuka tahun 1955, Servas dan beberapa teman seangkatannya dikirim ke
Seminari Petrus Canisius Mertoyudan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang
SMA. Terhadap niatnya itu ibunya Ni Made Rente
sama sekali tak berkeberatan. Theresia, adik kandung Pater Servas menuturkan, saat kakaknya itu menyampaikan
niat untuk ke Seminari Mertoyudan ibu
sama sekali tak menunjukkan keengganan atau menolak. Ibu Ni Made Rente tampak memberikan dukungan. Memberikan restu
terhadap putranya itu.
Dalam catatan selama ini diketahui Pater Servas
melanjutkan pendidikan di Seminari Mertoyudan dari tahun 1955 sampai 1961.
Namun berdasarkan Buku Induk Murid BCP-SMA Seminari Mertoyudan tahun 1955-1959
No: 01 - 427 Pater Servas terdaftar sebagai peserta pendidikan SMA Seminari
Mertoyudan sejak 1 Agustus 1958 dengan No. Daftar Induk SMA 49 dengan nama
Servatius I Nyoman Ronsong.
Menurut Alexius I
Wayan Sentur Widjana, dirinya bersama Johanes Wayan Tantra, Servatius I Nyoman
Ronsong dan Fidelis I Made Pondal
dikirim oleh Pater Nobert Shadeg,SVD ke Seminari Mertoyudan pada tahun 1956. Di
Seminari Mertoyudan para seminaris dari Bali itu tidak bisa langsung mengikuti pendidikan di SMA. Mereka harus mengikuti
program pendidikan persiapan selama dua tahun sebelum masuk SMA. Jadi sejak 1
Agustus 1956 sampai 1 Agustus 1958
mereka mengikuti kelas persiapan untuk
memperdalam Bahasa Latin, Inggeris,
Jerman, Bahasa kawi dan pelajaran lainnya
yang ternyata sangat bermanfaat bagi mereka. Baru pada 1 Agustus 1958
mereka terdaftar di SMA Seminari Petrus Canisius Mertoyudan. Alexius I Wayan Sentur Widjana mengungkapkan bahwa pimpinan Seminari Mertoyudan
menganggap calon dari Bali tidak pernah
mengikuti pendidikan di Seminari.
Berdasarkan buku induk Seminari Mertoyudan, pater Servas
terdaftar sebagai peserta ke-461 mengikuti pendidikan di Seminari Mertoyudan.
Pater Servas melanjutkan ke SMA Seminari Mertoyudan bersama dengan Johanes
Wayan Tantra, Alexius Wayan Sentur, dan Fidelis I Made Pondal.Pater Servas
terdaftar sebagai siswa Kelas I SMA pada 1 Agustus 1958. Setiap tahun pelajaran
ada ujian empat kali yakni Ujian I,II, III dan IV dan masing-masing lengkap
dengan nilainya. Setelah ujian ke- 4 baru dinyatakan naik kelas. Kelas II
dimulai pada 28 Juni 1959 juga dengan empat kali ujian. Sedangkan kelas III
dimulai pada 29 Juni 1960, juga dengan empat kali ujian.
Pater Servas lulus ujian penghabisan SMA Bagian A sesuai
Keputusan Kepala Perwakilan Depertemen Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan di
Semarang dengan surat putusannya tanggal 29 April 1961 No. 400/A IV. Surat
keputusan tersebut menetapkan Servatius I Nyoman Ronsong Lulus dalam ujian
penghabisan Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas bagian Sastera ( SMA Bagian A).
Ujian diselenggarakan dari tanggal 18 Mei sampai dengan tanggal 4 Djuli 1961 di
Magelang. Ujian ini menurut putusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan
Kebudayaan tanggal 5 Desember 1960 No. 801/N/VI.
Ijasah Sekolah Menengah Umum tingkat Atas bagian Sastera
(SMA bagian A) ditandatangani Panitia Ujian Penghabisan pada 22 Juli 1961 oleh
Ketua Panitia Ujian H. Baridin W dan penulis Kardjono. Adapun mata pelajaran
yang diujikan terdiri dari mata pelajaran pokok, yakni: Kemahiran dan tata
bahasa Indonesia, Kesusasteraan Indonesia, Bahasa Inggeris, Bahasa Perantjis
atau Bahada Djerman, Sejarah, Sejarah kebudayaan dan Kesenian, Ilmu Bumi dan
Antropologi. Mata pelajaran penting terdiri dari Bahasa Kawi, Tata Hukum, Tata
Negara dan Kewarganegaraan serta Ekonomi.
Mata pelajaran
pelengkap yakni Bahasa Daerah, Aljabar, Ilmu kesehatan dan menggambar.
Pater Servas selama belajar di SMA Seminari Mertoyudan
sekelas atau seangkatan dengan Fransiskus Xaverius Sudarta, Fransiskus
Venansius Sukarsana, Fransiskus Xaverius Sutama, Stefanus Suwito, Leonardus
Budiharteja Dibjiawijata, Josephus Darminta, Sumaragdus Dirgaramatu, Ignatius
Herjadi. Selanjutnya dengan Josephus Kupertino Mardijanta, Antonius Netseus
Adhisusanta, Fidelis I Made Pondal, Hubertus Pudjianto, Evaristus Rusguarta.
Selanjutnya seangkatan dengan Alfonsus Saptara, Cornd Sardjana, Alexius Wayan
Suntur, Martinus Sudarsana, Joh. Berch. Sugiarta, Stanislaus Suhartana,
Agustinus Sunarta, Raimundus Supardi, Laurentius Surjatma. Juga seangkatan
dengan Johanes Wayan Tantra, Aloysius Teguh Mardisantoso, Frans Assisius Tjan
Joe Nie, Ignatius Trihardjanta Hardjaseputra, Gerardus Najwidada, Aloysius
Widjajanta, Geraldus Winartana dan J. Yap Tiong Hauw.***
Komentar
Posting Komentar