CUKUPLAH KASIH KARUNIAKU BAGIMU (5)


Sulung Dari
Seminari Roh Kudus


  Seminari Roh Kudus Tuka didirikan oleh Pater Nobert Shadeg,SVD pada 9 Juli 1953. Semula didirikan di Tangeb dengan menerima  18 siswa. Pada tahun 1956 Seminari Roh Kudus  Tangeb pindah ke Tuka. Rencana mendirikan seminari ini sudah sejak  3 Juli 1950 ketika Pater Shadeg tiba di Pulau Bali bersama beberapa rekan imam SVD lainnya  yakni Fr. B.Blanken,SVD, Fr. J. Heyne,SVD, Fr. C. Van Lerser,SVD dan  Fr. J. Flaska,SVD.  Namun  karena banyak tantangan baik dari sesama rekan imam maupun dari luar Gereja, rencana mendirikan seminari baru bisa diwujudkan pada tahun 1953.

 


Dengan berdirinya Seminari Roh Kudus Tuka maka seminaris yang sedang belajar di Mataloko ditarik kembali ke Bali. Mereka adalah Servatius I Nyoman Rongsong, Johanes Mukayat, Paulus I Made Tirta dan Lajus I Wayan Sadia. Mereka bergabung dengan teman-teman lainnya  dan tercatat  dalam sejarah Seminari Roh Kudus Tuka sebagai angkatan pertama.


 


Servas  kembali ke Batulumbung. Tetapi bukan  untuk menetap di rumah bersama ibu dan adiknya tetapi sekedar mengasoh sejenak  sebelum masuk asrama  di Seminari Roh Kudus  yang baru didirikan oleh Pater Nobert Shadeg,SVD  di Tangeb. Menurut Theresia Ni Wayan Warti ketika kakaknya Servas berpamitan dengan ibunya untuk tinggal di asrama, ibu tampak tenang  dan merelahkan. Ibu sama sekali tak menampakkan keberatan. Ibu kembali menumpangkan tangan di kepala Servas  sebagai ungkapan penyerahan.


 


Menurut Alexius I Wayan Sentur Widjana, Servas pun  harus masuk di kelas I bersama dengan  dirinya. Angkatan pertama sebanyak 16 orang. Saat  mulai pelajaran tahun pertama di Seminari  Roh Kudus gedung belum selesai dibangun. Maka para siswa sementara  tinggal  pada bagian belakang Gereja St. Theresia Tangeb. Jadi   makan minum dan tidur  di tempat itu. Setengah tahun kemudian asrama pun  selesai dibangun dan para  siswa dapat  tinggal di asrama.


 


Pater Servatius  lalu tercatat sebagai siswa angkatan pertama tahun 1953 Seminari Roh Kudus. Dalam Buku Kenangan 60 Tahun Seminari Menengah Roh Kudus tercatat jumlah siswa  angkatan 1953 adalah 16 orang. Nama-nama alumni Seminari Roh Kudus Tuka angkatan 1953  adalah Rudolph de Rato kelahiran Sikka Flores  yang berhenti tahun 1956 karena tidak lulus SMP. Bernabas I Made Berata  kelahiran Sading berasal dari Palasari keluar tahun 1957 karena sakit. Thomas I Made Debig kelahiran Batulumbung  dan berasal dari Batulumbung keluar setelah lulus SMP. Yohanes Mukayat  kelahiran Ponorogo Madiun  berasal dari Singaraja yang keluar setelah melanjutkan ke SMA di Seminari Mertoyudan.


 


Selanjutnya  sekelas dengan Paschalis Muliantara kelahiran  Pringin Salatiga berasal dari Singaraja   yang meninggal di Yogyakarta tahun 1957 karena tiphus. Nicodemus I Ketut Patra kelahiran Tuka asal Palasari yang keluar tahun 1957. Juga sekelas dengan  Fidelis I Made Pondal Nirdjaja kelahiran Tuka dari Palasari  yang kemudian ditahbiskan  sebagai imam diosesan Keuskupan Denpasar pada 18 Juli 1969. Ia lalu mengundurkan diri  dan kembali  sebagai awam.


 


Pater Servas juga sekelas atau seangkatan dengan Lajus I Wayan Sadia kelahiran Tuka dari Palasari  yang keluar dari seminari dengan alasan  tidak ada panggilan. Alexiux I Wayan Sentur Widjana kelahiran dan berasal dari Batulumbung  yang keluar sebelum perpetual di Ledalero tahun 1970. Yohanes I Wayan Tantra kelahiran Tuka asal  Palasarimengundurkan diri  di tahun teologi III tahun 1969. Paulus I Made Tirta  kelahiran Batulumbung dan dari Batulumbung yang keluar setelah satu tahun  “unatempo” sebelum “perpetual Rows” tahun 1969. Antonius I Made Wareg kelahiran Abianbase dari Palasari  yang keluar saat  di Mertoyudan tahun 1956.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paroki St. Antonius Padua Ampenan

Penyimpanan dan Penghormatan Ekaristi

Paroki Maria Bunda segala Bangsa Nusa Dua