CUKUPLAH KASIH KARUNIA-KU BAGIMU (1)



 SALIB MISI 

 

Sebelum ditahbiskan menjadi imam seorang frater  SVD diminta mengajukan lamaran ke tempat mana nanti diutus sebagai misionaris disebut “Petitio Missionaris”. Saya tidak ingat saya telah mengajukan petition missionaris ke mana, ke tiga tempat. Waktu penyerahan salib misi, waktu misa kudus, pimpinan SVD Generalat di Roma mengutus saya untuk menjadi misionaris ke Regio SVD Bali-Lombok  di Keuskupan Denpasar  mewujudkan amanat Yesus: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada semua mahluk, siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum (Mk.16:15-16”. “Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus  turun atas kamu dan kamu akan menjadi saksiku: di Yerusalem di seluruh Yudea dan di Samaria dan sampai keujung bumi (Kis 1:8)”. Lalu kami imam-imam SVD yang baru ditahbiskan itu diserahi Salib Misi dan diutus dengan penumpangan tangan, penerimaan kuasa Roh Kudus.

 

Ada satu yang mengganjal dalam benak saya, saya diutus jadi misionaris ke Regio Bali-Lombok, bagaimana mengimplementasikan amanat Yesus: Jadi saksi-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea, di Samaria dan sampai ke ujung bumi. Saya mendapat  penjelasan bahwa kata-kata wilayah itu bermakna simbolis. Di Regio Bali-Lombok ada juga “Yerusalem”  dimana Injil akan berhadapan dengan situasi hidup masyarakat, Yesus (Injil Allah) ditolak, dihina, malah Yesus dibunuh secara dasyat, tempat rasul-rasul mengalami trauma, ketakutan dan seterusnya.

 

Di Regio Bali-Lombok juga ada “Yudea” dimana Injil akan menghadapi hidup masyarakat yang tidak peduli akan Injil (Yesus), masyarakat sibuk dengan urusan-urusan keduniawian, seperti misalnya hotel-hotel, tempat-tempat hiburan, bisnis dan perdagangan, kehidupan agama penuh kemunafikan, puas dengan kehidupan agama, ritual-ritual dan seterusnya.

 

Di Regio Bali-Lombok juga ada situasi “Samaria” kehidupan agama dan iman yang campur aduk, sinkritisme. Di Regio Bali-Lombok juga  ada situasi “Sampai ke  ujung bumi”, ada terdapat segala macam etnis, suku, bangsa, budaya, kultur, kesenian. Injil  harus disampaikan kepada segenap suku bangsa, etnis, budaya, itulah makna: Injil sampai ke ujung dunia. Saya mantap menjadi misionaris SVD ke Regio Bali-Lombok di Keuskupan Denpasar, melaksanakan amanat Yesus yang memberi kesaksian tentang Kerajaan Allah yaitu Allah yang Esa Tritunggal, Kasih sempurna.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paroki St. Antonius Padua Ampenan

Penyimpanan dan Penghormatan Ekaristi

Paroki Maria Bunda segala Bangsa Nusa Dua