50 TAHUN IMAMAT P. SUBHAGA: SAMBUTAN PROVINSIAL SVD JAWA

Tu Es Sacerdos In Aeternum,  “Engkaulah imam untuk selama-lamanya”, demikianlah arti dari ungkapan judul di atas, yang sekiranya pantas ditujukan pada peringatan emas imamat Romo Servatius Subhaga, SVD yang ditahbiskan pada 9 Juli 1969 di Gereja Roh Kudus Paroki Babakan. Beliau adalah imam sulung yang berasal dari Bali. Benih panggilan sebagai imam SVD dalam diri Romo Subhaga tentu sebelumnya telah disemai dan dipersiapkan oleh karya para misionaris SVD di pulau Dewata. Dan kini setelah lima puluh tahun peristiwa penuh rahmat itu, jejak langkah beliau juga sudah diikuti oleh para putra Bali yang terpanggil menjadi imam dalam Gereja Katolik, baik imam diosesan maupun imam dalam tarekat religius. 

Para konfrater SVD khususnya di Provinsi SVD Jawa (IDJ), yang berkarya mulai dari Distrik Sumut-Nias-Batam, Jakarta, Surabaya-Malang, Kalbar, Kalteng, Kaltim serta Bali-Lombok serta para konfrater muda di rumah-rumah formasi SVD di Batu, Malang dan Jogja, turut mengucapkan selamat dan profisiat kepada Romo Subhaga SVD. Beliau telah memberikan kesaksian sebagai seorang imam SVD yang setia pada panggilan imamat hingga mencapai usia emas lima puluh tahun. Tahun 2019 ini, selain Romo Subhaga SVD yang merayakan emas imamat, di SVD Provinsi Jawa (IDJ) juga ada para konfrater yang merayakan perak imamat (25 tahun sebagai imam) dalam diri: P. Agus Sumarwan, SVD (Jakarta), P. Eko Yuliantoro, SVD (Jogjakarta), P. Paskalis Nyoman Widastra, SVD (Bali), P. Levi Mateus Supriyadi, SVD serta P. Alo Baha, SVD (keduanya bertugas di Kaltim). Selain para romo yang berpesta emas dan perak di SVD IDJ, ada pula bruder SVD yang merayakan intan membiara (60 tahun kaul) dalam diri Bro. Vincent Bao, SVD (Domus Batu) serta seharusnya juga perak membiara dalam diri Alm. Bro. Agavitus Wayan Sugarwata, SVD yang ternyata sudah lebih dahulu meninggalkan kita semua pada 13 April 2019 yang lalu. Harapan para konfrater dan juga Pater Provinsial SVD IDJ adalah kiranya Romo Subhaga SVD diberikan anugerah kesehatan jasmani dan rohani dalam meneruskan tapak-tapak peziarahan hidup selanjutnya sebagai seorang imam SVD. 

 Romo Subhaga SVD adalah sosok seorang imam SVD yang sangat mencintai hidupnya sebagai orang Bali. Oleh karena itu tidak heran jika beliau juga menghayati selama hidup dan karyanya di tanah kelahiran Bali ini sebagai imam yang mencintai budaya Bali. Terutama dalam hal pembangunan gereja-gereja bergaya Bali, Romo Subhaga sangat menaruh perhatian dan minat yang cukup besar. Hingga kini boleh dikatakan bahwa Gereja Yesus Gembala Baik Ubung adalah masterpiece karya dan minat beliau sebagai imam. Tentu saja gereja St. Josef Kepundung juga tidak lepas dari sentuhan karya beliau. 

 

Panggilan hidup sebagai imam dalam Gereja Katolik adalah sesuatu yang sangat istimewa. Rahmat tahbisan menjadikan seseorang serentak dilantik dan diserahi tiga tugas penting yakni: menguduskan, mengajar dan menggembalakan (imam-nabi-raja/gembala). Romo Subhaga SVD sangat menghayati tritugas Kristus itu dalam hidupnya sebagai imam-biarawan-misionaris SVD. Dengan tahbisan yang lima puluh tahun lalu diterimanya dari Uskup Mgr. Paulus Sani Kleden, SVD, 

 

Romo Subhaga SVD menguduskan umat dalam setiap perayaan liturgi dan doa-doa pribadi beliau. Lebih lanjut tugas pengajaran iman kepada umat menjadi lebih istimewa karena spesialisasi studi Katakese yang beliau jalani di Jogjakarta hingga lulus sebagai seorang sarjana (Drs. Di bidang Katekese). Tentu saja bekal dan kompetensi sebagai imam yang mendalami katekese menjadikan beliau sebagai seorang pengajar dan nabi yang memberitakan Injil Tuhan. Dengan tugas-tugas beliau sebagai seorang pastor paroki, terutama di Paroki St. Josep Kepundung, menjadikan beliau sebagai seorang pastor, gembala umat. Kami yakin bahwa Romo Subhaga SVD sangat menjiwai tugasnya sebagai seorang gembala umat sehingga sangat bisa dimengerti jika masterpiece yang beliau bangun pun akhirnya berpelindungkan YGB (Yesus Gembala Baik). Romo Subhaga SVD yang berbahagia, selamat merayakan emas imamat. Terima kasih atas kesetiaan dan keteladanan menghayati panggilan sebagai imam dalam tarekat SVD, bahwa panggilan sebagai imam-biarawan-misionaris SVD ternyata harus dijalani dengan gigih, penuh ketekunan dan kesetiaan. Romo Subhaga SVD telah berani menjawab panggilan sebagai imam lima puluh tahun lalu bahkan sebagai imam sulung Bali, semoga kiranya benih-benih panggilan sebagai imam bertumbuh dan berkembang di Pulau Dewata karena keteladanan beliau. Benarlah firman Tuhan yang dijadikan pegangan Romo Subhaga SVD sebagai imam, bahwa: “Seorang imam diambil dari umat untuk umat dalam hubungan dengan Tuhan” (Ibr. 5:1). Romo Subhaga, SVD yang terkasih, TU ES SACERDOS IN AETERNUM, engkaulah imam untuk selama-lamanya. Tuhan memberkati. 

Denpasar, 22 Mei 2019 

P. Pungki Setiawan, SVD 

Vice Provincial SVD IDJ)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paroki St. Antonius Padua Ampenan

Paroki Maria Bunda segala Bangsa Nusa Dua

Menjadi Gembala “Berbau” Domba