P.DR.Herman Embuiru,SVD

PATER Dr. Herman Embuiru,SVD lahir di  kampung Sikka pada tahun 1919. Setelah menyelesaikan pendidikan Sekolah Rakyat (SR) di Sikka ia melanjutkan pendidikan di Seminari St. Yohanes Berchmans  Todabelu Mataloko Ngada Flores. Tahun 1941 ia masuk novisiat SVD dan mengikrarkan kaul pertama tahun 1943. Ia pun ditahbiskan menjadi imam pada 29 Januari 1949  di Nita Maumere.
    Setelah ditahbiskan menjadi imam ia ditugaskan ke Denpasar Bali. Lalu ia mengikuti studi doktorat  dalam bidang misiologi  di Universitas Gregoriana Roma  dan selesai pada tahun 1952. Pater Herman Embuiru menjadi doktor pertama dari Flores.
    Dalam catatan sejarah Gereja St. Yoseph Denpasar tercatat Pater Herman Embuiru,SVD pernah mengabdi di Keuskupan Denpasar termasuk berkarya juga di Paroki St. Yoseph Denpasar pada kurun waktu 1949  sampai 1970. Jadi setelah menyelesaikan studi misiologi di Roma ia kembali lagi ke Denpasar Bali. Ia berkarya di bidang pendidikan  dengan mendirikan Yayasan Swastiastu yang kini berganti nama menjadi Yayasan Insan Mandiri. Ia juga berkarya di lingkungan Kodam IX Udayana  sebagai Pembina rohani (Binroh) Katolik  dengan pangkat Mayor.
    Tahun 1971 sampai 1976 Pater Herman Embuiru dipercayakan  sebagai Rektor  Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Setelah itu, tahun 1977 ia dibenum ke Seminari Tinggi  St. Paulus Ledalero Maumere dan pada 27 Agustus 1978 dipercayakan sebagai Rektor Seminari Ledalero. Selain menjabat sebagai rector ia juga mengajar di STFK Ledalero.
    Tanggal 9 Agustus 1984  Pater Herman meninggalkan  Ledalero  untuk mengemban tugas sebagai rektor Universitas Widya Mandira Kupang. Tugas itu diembannya sampai tahun 1992. Setelah tidak menjadi rektor  Universitas Widya Mandira Kupang Pater Herman Embuiru kembali ke Seminari Tinggi Ledalero.
    Dalam hidupnya, ia lebih dikenal sebagai seorang pedagog daripada seorang misiolog yang merupakan keahliannya. Ia menulis  banyak buku dan salah satu bukunya  adalah Katekiskus Katolik.
    Pada tahun 2001 ia sakit dan dirawat di RKZ St. Vinsensius a Paulo Surabaya. Namun sebelum benar-benar sembuh ia minta kembali ke Ledalero dan meninggal di RS Santa Elisabeth Lela Maumere pada 15 September 2001 sekitar pukul 21.30  wita.***

**(Agus g Thuru/ Sumber:  Perpustakaan Widya Wahana Tuka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paroki St. Antonius Padua Ampenan

Penyimpanan dan Penghormatan Ekaristi

Paroki Maria Bunda segala Bangsa Nusa Dua