Rekaman Dari Arena Raker DPP Hari Kedua


RAPAT KERJA  berlanjut ke hari kedua. Raker hari kedua diawali dengan doa pembuka oleh pak Yayik dan dibuka oleh Ketua DPP (BPI) John Ngamal. Selanjutnya, Sekretaris II DPP Bedjo Purwanto membagikan kalender kegiatan yang memuat program kerja DPP Santo Yoseph sepanjang tahun 2018.
      Program kerja  BPI disampaikan Ketua DPI Yohanes Ngamal. Ada lima program unggulannya yang mau dikerjakan pada 2018  yaitu (1) pembekalan makna liturgi dan penerapan liturgi praktis dalam kegiatan hidup menggereja, (2) pembentukan paduan suara anak-anak bina iman di setiap lingkungan, (3) pelayanan orang sakit dan kematian, penerimaan sakramen krisma, dan (5) SOMA (school of missionary animation). Setelah penyampaian program kerja BPI, beberapa peserta Raker mengajukan pertanyaan, di antaranya berkaitan dengan penyusunan jadwal liturgi, jadwal pertemuan di tingkat paroki yang bertabrakan dengan jadwal pertemuan rutin di lingkungan, hingga penyusunan buku panduan untuk prodiakon.
        Menanggapi pertanyaan ini, Rm. Yan bersama Ketua BPI John Ngamal menyampaiakan bahwa jadwal rapat mungkin akan dibuatkan selama tiga bulan. Untuk jadwal liturgi, hal ini bisa dirundingkan dengan lingkungan lain. Petugas liturgi tetap ditanggung oleh masing-masing lingkungan, namun perlu diingat tidak bisa dari sembarangan orang. Oleh sebab itu, dibentuklah paguyuban pemazmur, lektor, dirigen, dan para petugas liturgi lainnya agar para petugas liturgi mampu membawakan tugasnya dengan sopan dan baik


    Berkaitan dengan prodiakon, Rm. Yan akan mengecek masa prodiakon untuk mengetahui siapa yang pantas dan tidak pantas melalui segi waktu/umur. Prodiakon harus berasal dari berbagai lingkungan khususnya dari KBG. Selain itu, prodiakon harus dilihat dari segi fisiknya juga, karena sudah jelas menjadi seorang prodiakon akan membutuhkan fisik yang kuat. Panduan praktis untuk prodiakon akan  disediakan di toko buku paroki. 
         Selain itu, Rm. Yan mengusulkan bagi para ketua lingkungan untuk mengirimkan minimal lima orang untuk bergabung dalam koor paroki, tetapi harus dijelaskan bahwa mereka akan menjadi anggota inti dari koor paroki. Terakhir, Rm. Yan menegaskan bahwa kegiatan BPI bersifat berulang-ulang sehingga tidak boleh bosan-bosan menjalankannya.
         Selanjutnya Johny B.  Weking selaku Ketua II BAK (Bidang Aksi Kemasyarakatan) mengingatkan bahwa dalam BAK terdapat empat seksi, yaitu Seksi Komunikasi Sosial (Komsos), Seksi Kerasulan Keluarga, Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE), serta Seksi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK). Ia menjelaskan lingkup kerja masing-masing seksi. Pertama, Seksi Komsos meliputi media cetak dan media elektronik. Warta Paroki kini sudah memiliki web, yaitu www.santoyosephdenpasar.com. Thema untuk Hari Komunikasi Sedunia  2018 adalah “Hoax atau Jurnalis Damai.” Diharapkan Warta Paroki dapat dilanjutkan oleh kaum muda. 
      Kedua, Seksi Kerasulan Keluarga Paroki (SKKP) telah mengundang Komisi Keluarga Keuskupan (Rm. Vian), namun minat umat kurang, serta penyusunan buku panduan Katekese Persiapan Perkawinan (KPP) yang disusun dari berbagai sumber. Ketiga, Seksi PSE sudah menjalankan program pembentukan CU, tetapi hanya ada beberapa lingkungan saja yang mau bergabung dengan CU. Perlu diingat bahwa CU paroki bersifat eksklusif hanya untuk umat paroki dan diperuntukan juga bagi umat paroki. Keempat, Seksi HAK baru melaksanakan program pemasangan spanduk sebagai bentuk ucapan selamat hari raya umat beragama lain. Kemudian, Seksi Komsos dan HAK akan dirampingkan menjadi satu seksi.
        Setelah penyampaian program kerja BAK, Rm. Yan mempertanyakan mengapa warga paroki sangat sedikit yang bergabung ke CU. Salah satu lingkungan, menjawab bahwa mereka dahulu mendapatkan pengalaman yang buruk dalam CU, tetapi tetap mendukung sepenuhnya menjadi anggota CU. Rm. Yan kembali mengingatkan bahwa CU itu penting terutama dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan. Menurut Romo Yan, umat sekarang ini lebih mementingkan bagaimana “untung” dan “rugi” bukan memikirkan “baik” dan “buruknya”. Ada beberapa orang yang juga memikirkan bahwa CU hanya dimiliki oleh beberapa orang saja. Pemikiran sepert ini wajib dihindari melalui pendidikan tadi.
     Selanjutnya, Bidang Pendidikan Umat (BPU) menyampaikan program kerjanya. Ketua Seksi Kerawam Heldy menyampaikan secara garis besar program kerja BPU, kemudian Yoga dan Ray menyampaikan program kerja Seksi Kepemudaan, dan terakhir ditutup oleh Ketua BPU Yusdi Diaz selaku Ketua III BPU. Rm. Yan berpesan bahwa BPU jangan lupa merangkul mahasiswa yang beragama Katolik di wilayah paroki yang biasanya tinggal di sekitar daerah kampus.
       Setelah itu, Kelompok Kategorial juga menyampaikan program kerjanya yang diwakili oleh Ketua PDKK St. Yoseph pak Hongky. Setelah seluruh laporan program kerja selesai disampaikan, acara dilanjutkan dengan makan malam bersama yang diawali dengan doa oleh Ketua Seksi HAK Emanuel Sutrisno.
          Agenda Raker dilanjutkan dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Panitia Natal 2017 yang dikomandani oleh Lingkungan Renya Rosari dan Stasi Santo Stefanus. Panitia Natal 2017 membacakan laporan keuangan dengan kesimpulan akhir total pemasukan seimbang dengan total pengeluaran. 
        Setelah pembacaan laporan keuangan, muncul pertanyaan seputar anggaran dekorasi dan keamanan. Berkaitan dengan uang keamanan, Panitia Natal 2017 menegaskan bahwa uang tersebut hanya diberikan kepada pihak kepolisian, tidak termasuk pecalang yang juga terlibat, mengingat biaya ini tergolong cukup besar. Mengenai dekorasi, Panitia Natal 2017 telah menyerahkan dekorasi agar disimpan oleh Rumah Tangga Paroki sehingga bisa dipergunakan kembali. Panitia Natal 2017 juga menyinggung seputar pembelian pohon cemara hidup yang merupakan permintaan dari Rm. Servas Subhaga sehingga terjadi pembengkakan dana. Setelah beberapa pertanyaan tersebut, LPJ dapat diterima.
          Selanjutnya, agenda Raker adalah sosialisasi Rencana Kerja Panitia Paskah 2018 yang dipercayakan kepada Lingkungan Santo Agustinus dan Santo Gregorius Agung. Diawali dengan pembacaan susunan kepanitiaan hingga jangka waktu kepanitiaan sejak Rabu Abu hingga Minggu Paskah. Secara garis besar, program kerja Panitia Paskah 2018 meliputi kegiatan aksi sosial, Paskah bersama anak-anak, serta penggalian dana melalui penyebaran proposal, sumbangan kasih, mencetak teks misa dalam bentuk buku yang boleh diisi dengan iklan, serta menjual kupon bazzar makanan dengan harga Rp30.000,00.
       Setelah Panitia Paskah 2018 selesai menyampaikan program kerjanya serta membacakan estimasi pemasukan dan pengeluaran dana selama masa Paskah 2018, Rm. Yan menegaskan bahwa paroki mendanai anggaran 20% berasal dari DKP. Sisa uang yang lain dimohonkan kepada lingkungan yang menjadi panitia untuk mencarinya sendiri. Belaiu kurang setuju mengenai proposal yang ditimpakan kepada lingkungan.    
       Berkaitan dengan karya sosial, Rm. Yan mengajak merangkul masyarakat yang ada di sekitar lingkungan gereja, seperti Ubung dan Kepundung agar umat paroki tidak merasa asing dengan lingkungan sekitarnya. Tidak lupa pula, beliau mengimbau untuk bekerja sama dengan pihak banjar agar tidak menimbulkan perspektif lain. Selain itu, beliau mengusulkan umat dapat memberikan persembahan atau sumbangan dan bisa diinformasikan di Warta Paroki. Terakhir, Rm. Yan mengingatkan untuk setiap kegiatan dapat dilaporkan pada DPP, DKP, dan Kepala Rumah Tangga Gereja agar semuanya dapat terkendali, secara khusus juga pada pengurus liturgi paroki agar dimasukkan di kepanitiaan karena mereka yang paling mengetahui medannya.
           Pertanyaan lain muncul seputar kerja bhakti, penerbitan teks misa, dan anggaran keamanan. Kerja bakti paras-paros akan dijadwalkan seperti yang sudah pernah dilakukan. Mengenai teks misa, mengingat kembali apa yang pernah dikatakan oleh Rm. Parera bahwa teks misa sesunggunya tidak diperlukan. Akan tetapi, Rm. Yan mempersilakan pengadaannya serta pencarian dana melalui teks misa tersebut. Setelah itu, Panitia Paskah 2018 meminta bantuan dari lingkungan-lingkungan lain bahwa proposal diprioritaskan kepada warga yang kurang aktif. Untuk aksi sosial, hal ini akan dilaksanakan ke luar paroki karena pertimbangan kegiatan HUT yang lalu sudah mengajak warga di lingkungan gereja. Terakhir, kenaikan anggaran keamanan diterima.
              Setelah sosialisasi Panitia Paskah 2018 selesai, agenda Raker selanjutnya adalah ibadat penutup dan berkat yang dipimpin oleh Rm. Yan. Dengan demikian, usailah sudah Rapat Kerja Perdana DPP Santo Yoseph Denpasar. Mari kita bergandengan tangan membangun paroki kita tercinta. Tentu, kita berharap segala program kerja yang telah tersusun dan niat baik seluruh fungsionaris pastoral dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tuntunan Allah sendiri sepanjang tahun 2018 ini. Semoga! Proficiat!***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paroki St. Antonius Padua Ampenan

Paroki Maria Bunda segala Bangsa Nusa Dua

Menjadi Gembala “Berbau” Domba