Drs. Lodovikus Lena: Indonesia Bukan Negara Agama
SEBELUM membuka dengan resmi pelaksanaan Rapat Kerja DPP Santo Yoseph Pembimas Katolik Drs. Lodovikus Lena menyampaikan beberapa kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia. Ia memanfaatkan kesempatan tersebut juga untuk sosialisasi program kerja Kementerian Agama khususnya Pembimas Katolik.
Ia memaparkan Kementerian Agama hadir di Indonesia sejak 3 Januari 1946 untuk membantu Negara dalam mengelola aneka ragam umat beragama di Indonesia. Dengan didirikannya Kementerian Agama, Indonesia mau menunjukkan bahwa negara bernama Indonesia bukan negara agama dan bukan juga negara sekular melainkan “Negara Pancasila yang beragama”. Dengan demikian, seluruh masyarakat bebas menjalankan kewajiban agamanya sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianut dan dipercayainya. “UUD 1945 Pasal 28 sudah sangat jelas, Negara menjamin kebebasan beragama di Indonesia. Keberadaan Kementerian Agama untuk memberi jaminan kepada seluruh rakyat untuk bebas melaksanakan ajaran agamanya masing-masing”, tegas pria yang akrab disapa pak Lodo ini.
Tidak lupa ia menyinggung salah satu dari tujuh misi Presiden Joko Widodo (Jokowi), yaitu “Mewujudkan Masyarakat yang Berkepribadian dalam Budaya” serta visinya, yaitu “Terwujudnya Masyarakat Indonesia yang Taat Beragama dan Rukun”.
Setelah itu, Pembimas Katolik asal Nagekeo ini menyampaikan bahwa sasaran pelayanan Pembimas Katolik dibagi menjadi tiga, yaitu (1) keluarga, (2) pemimpin Katolik, dan (3) FMKI (Forum Masyarakat Katolik Indonesia). Sedangkan kelompok kategorial katolik antara lain (1) OMK (Orang Muda Katolik), (2) PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia), (3) WKRI (Wanita Katolik Republik Indonesia), dan (4) ISKA (Ikatan Sarjana Katolik Indonesia).
Setelah menyampaikan beberapa hal, Bp. Lodo kembali mengingatkan bahwa Indonesia merupakan “Negara Multi Talenta” karena Indonesia memiliki banyak pulau, suku, bahasa, agama/kepercayaan, hingga partai. Keti-
dakrukunan yang terjadi diakibatkan oleh “keegoisan”. Oleh sebab itu, Gereja Katolik berusaha hadir untuk menciptakan kerukunan sebagai pe-
ngamalan ajaran Kristus, yaitu cinta kasih.
Dikatakannya bahwa penyampaian ajaran Kristus lewat khotbah, pengajaran, dan berbagai jenis kegiatan mampu menanamkan nilai peace be with you atau “pergilah dalam damai”.
Ditegaskannya dari berapa jenis kegiatan, dialog merupakan kegiatan yang sering dilaksanakan, baik berupa dialog kehidupan, dialog karya, dialog pandangan teologis, hingga dialog pengalaman keadaan juga dilakukan. Setelah seluruh materi disampaikan ia didaulat untuk membuka Raker ini secara resmi.***gus/jo/sep/nat

Komentar
Posting Komentar