Sikap Paus Fransiskus Terhadap Yerusalem

REAKSI keras terus berdatangan dari para pemimpin negara dan tokoh dunia setelah Yerusalem dinyatakan sebagai ibukota negara Israel oleh Donald Trump. Paus Fransiskus termasuk di antara banyak pemimpin dan tokoh yang bereaksi keras. Tidak hanya dengan berdoa. Pemimpin 1,3 miliar umat Katolik sedunia itu bahkan ikut menyatakan keprihatinannya melalui sebuah pernyataan keras yang disampaikannya pada saat homili misa mingguan di Vatikan  3 Desember 2017 lalu.
      Berbagai media, baik nasional maupun internasional, memberitakan bahwa Paus Fransiskus akan terus berupaya agar semua pihak dapat menghormati status quo kota Yerusalem. Fransiskus menegaskan dirinya tidak dapat tetap diam tentang keprihatinan mendalam  terhadap situasi yang telah berkembang dalam beberapa hari ini.
      Paus Fransiskus tegaskan dirinya akan melakukan seruan yang tulus untuk memastikan bahwa setiap orang berkomitmen untuk menghormati status quo kota Yerusalem sesuai dengan resolusi yang relevan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. Paus juga mengatakan bahwa Yerusalem adalah kota yang unik, yang suci bagi orang Yahudi, Kristen dan Muslim dan memiliki panggilan khusus untuk perdamaian.
       Paus Fransiskus mengatakan dirinya  berdoa kepada Tuhan supaya identitas ini terus dipertahankan dan diperkokoh  demi  kepentingan Tanah Suci, Timur Tengah dan seluruh dunia dan bahwa kebijaksanaan dan kehati-hatian akan menang, untuk menghindari munculnya unsur baru ketegangan di dunia yang sudah terguncang dan ditandai oleh banyak konflik yang kejam. Seruan dan doa Paus Fransiskus tersebut menandai sebuah keprihatinan dan tanggungjawab bersama akan masa depan perdamaian di Yerusalem dan dunia setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota baru Israel.***mirifica.net

Komentar