Santo Joseph Freinademetz

MENURUT Penanggalan Liturgi  2018 Tahun B/2 hari  Senin 15 Januari adalah pesta fakultatif Santo Yoseph Freinademetz. Maka alngkah baiknya kita mengenal  sekilas  siapa sosok Pater Yoseph Freinademetz ini.
        Joseph Freinademetz dilahirkan dalam sebuah keluarga katolik yang saleh pada tanggal 15 April 1852, di Oies - Tyrol, di daerah pegunungan Alpen, sebelah utara Italia.  Semenjak kecil, ia sudah bercita-cita untuk menjadi iman.
      Ia masuk seminari untuk mengikuti pendidikan dan ditabhiskan menjadi seorang imam praja pada 25 Juli 1875 di kota Brixen. Pater Josef kemudian ditugaskan menjadi Pastor di sebuah paroki di Keuskupan Brixen. Namun Pater Joseph sangat berkeinginan untuk menjadi seorang misionaris yang berkarya di tanah misi.
       Waktu itu Santo Arnoldus Janssen tengah mendirikan sebuah serikat religius baru, yang dinamakannya Societas Verbi Divini, (Serikat Sabda Allah) yang disingkat SVD. Serikat ini berkedudukan di Steyl, Belanda dan mengabdikan diri pada pendidikan imam-imam misionaris.
       Pater Joseph Freinademetz yang memiliki semangat misioner ingin bergabung untuk mengembangkan serikat ini. Untuk itu ia pun menghadap Uskup Gasser, dan memohon untuk dilepaskan dari segala ikatan dengan pihak Keuskupan agar ia dapat bergabung dengan Serikat Sabda Allah.
          Pada 11 Agustus 1878, dalam kotbah perpisahannya dengan umat paroki St. Martin, tempat beliau berkarya, ia menyatakan keyakinan dan tekadnya sebagai seorang misionaris.Pater Joseph  secara resmi mengabungkan diri dengan Serikat Sabda Allah. Pada 15 Maret 1879, Pater Joseph bersama dengan pater Yohanes Baptis Anzer, berangkat ke tanah misi di Cina. Tanggal 20 April 1879, mereka tiba di Hongkong. Uskup Raymondi yang memimpin Gereja di Hongkong menerima mereka. Pater Freinademetz ditempatkan di Propinsi Shantung. Pater Joseph sangat memperhatikan pendidikan imam pribumi, para katekis, kelompok misionaris awam untuk membantunya dalam karya evangelisasi. Karya misionarisnya bukan tanpa rintangan. Ketika ia dengan gigih membela umatnya dari rongrongan kaum revolusioner, ia ditangkap dan disiksa secara kejam.
         Setelah beberapa lama ditahan akhirnya pater Joseph dilepaskan kembali dan dibiarkan menjalankan tugasnya seperti biasa. Setelah peristiwa itu, ia dipindahkan ke Shashien, ke sebuah paroki yang subur dan ramah penduduknya. Disana ia berhasil mempertobatkan banyak orang dengan khotbah dan pengajarannya. Pater Joseph membaktikan seluruh hidupnya bagi misi di Cina dan untuk orang-orang yang dilayaninya, tanpa pernah kembali untuk melihat tanah kelahirannya.
            Setelah berkarya selama 18 tahun, secara tiba-tiba ia terserang penyakit TBC dan Typhus yang  mengakibatkan kematiannya pada tanggal 28 Januari 1908.Joseph Freinademetz SVD bersama sahabatnya Arnoldus Jansen SVD  dibeatifikasi oleh Paus Paulus VI pada tanggal 19 Oktober 1975 dan dikanonisasi pada tanggal 5 Oktober 2003 oleh Paus Yohanes Paulus II. ***Sumber : Katakombe.Org

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paroki St. Antonius Padua Ampenan

Penyimpanan dan Penghormatan Ekaristi

Paroki Maria Bunda segala Bangsa Nusa Dua