Penabur

Dari atas  sebuah perahu
Engkau mengajar orang banyak
Yang memadati tepi danau
Engkau katakan: Dengarlah!
Dan Engkau mengisahkan tentang penabur
Benih yang jatuh di pinggir jalan
Lalu dimakan burung
Benih yang jatuh di tanah berbatu-batu
Tumbuh tak berakar dan layu
Benih yang jatuh di semak duri
Mati terhimpit dan tak berbuah
Benih jatuh di tanah yang baik
Tumbuh subur dan berbuah

Tuhan mungkinkah  aku ini
Benih yang jatuh di pinggir jalan
Tak bermanfaat bagi sesama
Selain habis dimakan burung
Ataukah aku ini benih yang jatuh di bebatuan
Tumbuh tetapi tanpa akar lalu layu
Adakah aku ini benih jatuh di semak duri
Tumbuh tetapi tak menghasilkan buah
Ataukah aku ini benih di tanah subur
Yang tumbuh dan menghasilkan buah?

Tuhanku ya Tuhanku…
Engkau sendiri lebih tahu siapa aku
Namun aku percaya padaMu
Yang selalu setia pada janjiMu
Sedangkan aku kerap mengkhianatiMu
Maka  sedengkan telingaku
Agar selalu  siap mendengar suara
Yang  berseru-seru di sekelilingku
Jadikan suaraku musik penuh ceria
Agar  sesamaku tak terluka olehku

Tuhan akulah penabur
Yang dapat menabur wajah dunia ini
Mengubahnya menjadi tempat damai
Atau sebaliknya jadi tempat menyeramkan
Di tanganku  dunia dapat kuubah
Menjadi putih  atau hitam
Menjadi  ramah atau penuh nafsu angkara
Menjadi tempat  tinggal yang damai
Atau tempat pembantaian dan pengejaran

Maka bukalah hatiku dengan rahmatMu
Biarkan aku terbuka
Menerima tawaran keselamatan PutraMu
Karena Ia juru selamatku
Ajarlah aku untuk menjadi penabur yang tulus
Yang memberi kesuburan
Pada setiap orang yang kujumpai
Dalam keragaman
Tanpa membedakan.***

Denpasar 27 Januari 2016
Inspirasi Injil: Markus 4:1-20)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paroki St. Antonius Padua Ampenan

Penyimpanan dan Penghormatan Ekaristi

Paroki Maria Bunda segala Bangsa Nusa Dua