Natal Bersama Anak-Anak



Natal bersama anak-anak Paroki Santo Yoseph Denpasar 

MINGGU 7 Januari 2017 lalu  adalah Hari  Raya Penampakan Tuhan. Perayaan ekaristi di Gereja YGYB   pukul 08.30 dihadiri pula oleh anak-anak. Kebetulan pada  Minggu tersebut juga merupakan Hari Anak Misioner Sedunia.
Perayaan ekaristi dipimpin oleh Romo Paroki P.Yan Madya,SVD. Dalam kotbah Pater Yan menyampaikan beberapa penekanan. Tentang sosok tiga Raja dari Timur  yang oleh karena  keyakinan rela berjalan jauh mengikuti bintang dan mereka ingin menyembah Sang Mesias. Tiga raja itu  adalah  Gaspar, Melkior dan Baltasar. Mereka menemukan Mesias dan bersukacita.
Tiga raja itu datang tidak dengan tangan hampa. Mereka datang membawa persembahan. Gaspar membawa kemenyan, Melkior membawa emas dan Baltasar  membawa mur.  Tiga raja itu tahu yang mereka sembah adalah Mesias  sehingga mereka juga membawa barang-barang berharga untuk dipersembahkan.
Romo Yan mengajak anak-anak dan umat untuk mencermati sebuah video tentang berbagai bangunan Gereja. Untuk kita di jaman Now, jaman ini, apa yang  mau kita persembahkan kepada Tuhan?  Romo Yan mengatakan orang-orang Kristen dari abad ke abad  mereka memberi sehingga terwujudlah bangunan gereja yang indah.
Romo Yan lalu memberi contoh umat di sebuah paroki di Riau  yang berhasil membangun Gereja yang indah tetapi rumah mereka  masih beratap rumbai, alang-alang. Ketika mereka ditanya  mengapa kamu membangun gereja  megah dan indah sementara tempat tinggal kalian masih sederhana saja, mereka menjawab: Untuk Tuhan  kami memberi yang terbaik sebab  Tuhan adalah segala-galanya  bagi kami.
Maka bertepatan dengan Hari Anak Misioner Sedunia  anak-anak bisa mempersembahkan  “emas” yang terbaik dalam diri. Anak-anak misioner pergi mengunjungi anak-anak lain di panti Asuhan. Anak-anak bisa membawa kemenyan doa kepada teman-teman, membaca kitab suci.
Anak-anak dan kita semua juga bisa membawa mur untuk membakar seluruh dosa kita  melalui mati raga, puasa, berkorban diri. Karena itu pada masa Adven kita semua hidup  penuh keprihatinan pada orang lain. Untuk itu merayakan natal bersama sebelum tanggal 25 Desember adalah salah. Kita harus mempersembahkan yang terbaik kepada Tuhan dan sesama dengan kerja keras.
Usai perayaan ekaristi dilanjutkan dengan natal bersama anak-anak. Panitia Natap telah mempersiapkan model perayaan natal yang sederhana namun meriah dan penuh keakraban. Anak-anak bersama umat duduk lesehan di Basement menyaksikan  anak-anak dari semua lingkungan yang membawakan acara.
Pater Yan selaku Kepala Paroki berkali-kali menyatakan rasa bahagia karena  anak-anak yang hadir  baik saat perayaan ekaristi maupun pada saat natal bersama cukup banyak. “Saya bahagia hari ini karena kalian anak-anakku juga tampak gembira. Mari kita bersukacita dalam natal, bersukacita bersama Yesus yang telah lahir”, ajak Romo Yan. Profisiat kepada Panitia Natal yang telah berhasil membawa anak-anak  untuk bersama-sama  mengalami  kebahagiaan***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paroki St. Antonius Padua Ampenan

Penyimpanan dan Penghormatan Ekaristi

Paroki Maria Bunda segala Bangsa Nusa Dua