Mengenal Lingkungan Renya Rosari


Frans Diaz, salah seorang perintis
Lingkungan Renya Rosari
LINGKUNGAN Renya Rosari  berdiri pada 31 Mei 1975. Para perintis  Lingkungan Renya Rosari antara lain bapak Frans Diaz, bapak Ezerman, bapak Pudja Sutikna, bapak Roni Mailenzun dan bapak Aloysius Heang.
        Pada masa awal berdiri  kebanyakan warga lingkungan adalah pendatang  dari Flores terutama dari kota Larantuka dan sekitarnya. Ide lingkungan ini (dulu disebut sektor) dinamai Renya Rosari  bermula dari kerinduan  pada kampung halaman d unngenang Bunda Maria  yang adalah pelindung Kota Larantua. Bapak Frans Diaz dipercayakan sebagai Ketua Lingkungan pertama (1975-1977). Beliau  yang dikenal berjiwa musik mengabadikan devosi kepada Bunda Maria dan  mengarang mars Renya Rosari.
         Di masa awal warga Lingkungan Renya Rosari umumnya  tinggal di asrama TNI AD Hyang Batu  yang masih aktif berdinas di kesatuannya masing-masing. Kegiatan di masa awal adalah  doa  bersama. Jika ada  yang meninggal maka tanpa dikoordinasi dan diminta  mereka menyumbangkan apa yang bisa mereka sumbangkan untuk meringankan beban keluarga yang berduka.  Beberapa orang membuat peti mati karena waktu itu belum ada rukun kematian. Ada yang membawa makanan, minuman dan sebagainya.
        Dalam perkembangannya Lingkungan Renya Rosari  tidak hanya menjadi komunitas doa tetapi juga kegiatan olahraga bersama terutama sepak bola dan voli. Melalui olahraga ini mereka membangun hubungan baik dengan umat beragama lain. Beberapa kali Lingkungan Renya Rosari menjuarai  pertandingan olahraga yang dilaksanakan dalam rangka  HUT Proklamasi Republik Indonesia.
       Sosok bapak Frans Diaz dan bapak Madrani menjadi figur yang menentukan dalam  hal hidupnya seni musik terutama koor. Keduanya  dengan penuh semangat melatih mereka yang berminat dalam hal seni musik. Anggota lingkungan Renya Rosari pernah ikut  serta pentas  seni dan siaran mimbar  agama katolik di televisi yang waktu itu  baru ada TVRI saja. Meskipun bapak Frans Diaz aktif  di era 1970-an dan bapak Madrani di era 1990-an namun keduanya   telah menyumbangkan apa yang mereka miliki demi kemajuan  dan perkembangan gereja.
          Dalam perjalanan waktu sejak berdiri  tanggal 31 Mei 1975 dengan memilih Bunda Maria sebagai pelindung, Lingkungan (Sektor) Renya Rosari  mencatatkan nama-nama sebagai Ketua Sektor/Lingkungan. Mereka adalah bapak Frans Diaz (1975-1977), bapak Aloysius Heang (1977-1979), bapak Madrani (1979-1989), bapak Franjs Suharjo (1989-1995), bapak Ephrem Suyitno (1995-2000), dan ibu Susi (2000-2001)
Sebagian umat Lingkungan Renya Rosari
            Pada tahun 2001 Paroki Katedral berdiri maka sebagian dari wilayah Renya Rosari bergabung ke Katedral yang kini dikenal sebagai Lingkungan Ratu Rosari. Selanjutnya  tahun 2001-2002  dipimpin oleh bapak Joni, bapak Thomas (2002-2010)  dan bapak Frans Passar (2010-2013), bapak Yusdi Diaz (2013-2016) dan
bapak Adven Breman (2016-2019).
        Menurut  data tahun 2013  jumlah kepala keluarga di Lingkungan Renya Rosari  adalah 85 KK dengan jumlah  anggota n sebanyak 297 orang terdiri dari 140 laki-laki dan 157 perempuan. Kegiatan rutin lingkungan adalah latihan koor setiap hari Jumat malam pukul 19.30 di rumah Ibu Sundoro. Kegiatan lainnya  doa bersama Rosario dalam temu bulanan setiap minggu kedua. Selain itu melaksanakan kegiatan katekese  seperti AAP,APP  dan Bulan Kitab Suci. Kegiatan aksi sosial bersifat insidental  seperti kunjungan orang sakit, orang berduka, orang melahirkan dan kaum manula.***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paroki St. Antonius Padua Ampenan

Penyimpanan dan Penghormatan Ekaristi

Paroki Maria Bunda segala Bangsa Nusa Dua