Mengenal Lingkungan Renya Rosari
| Frans Diaz, salah seorang perintis Lingkungan Renya Rosari |
Pada masa awal berdiri kebanyakan warga lingkungan adalah pendatang dari Flores terutama dari kota Larantuka dan sekitarnya. Ide lingkungan ini (dulu disebut sektor) dinamai Renya Rosari bermula dari kerinduan pada kampung halaman d unngenang Bunda Maria yang adalah pelindung Kota Larantua. Bapak Frans Diaz dipercayakan sebagai Ketua Lingkungan pertama (1975-1977). Beliau yang dikenal berjiwa musik mengabadikan devosi kepada Bunda Maria dan mengarang mars Renya Rosari.
Di masa awal warga Lingkungan Renya Rosari umumnya tinggal di asrama TNI AD Hyang Batu yang masih aktif berdinas di kesatuannya masing-masing. Kegiatan di masa awal adalah doa bersama. Jika ada yang meninggal maka tanpa dikoordinasi dan diminta mereka menyumbangkan apa yang bisa mereka sumbangkan untuk meringankan beban keluarga yang berduka. Beberapa orang membuat peti mati karena waktu itu belum ada rukun kematian. Ada yang membawa makanan, minuman dan sebagainya.
Dalam perkembangannya Lingkungan Renya Rosari tidak hanya menjadi komunitas doa tetapi juga kegiatan olahraga bersama terutama sepak bola dan voli. Melalui olahraga ini mereka membangun hubungan baik dengan umat beragama lain. Beberapa kali Lingkungan Renya Rosari menjuarai pertandingan olahraga yang dilaksanakan dalam rangka HUT Proklamasi Republik Indonesia.
Sosok bapak Frans Diaz dan bapak Madrani menjadi figur yang menentukan dalam hal hidupnya seni musik terutama koor. Keduanya dengan penuh semangat melatih mereka yang berminat dalam hal seni musik. Anggota lingkungan Renya Rosari pernah ikut serta pentas seni dan siaran mimbar agama katolik di televisi yang waktu itu baru ada TVRI saja. Meskipun bapak Frans Diaz aktif di era 1970-an dan bapak Madrani di era 1990-an namun keduanya telah menyumbangkan apa yang mereka miliki demi kemajuan dan perkembangan gereja.
Dalam perjalanan waktu sejak berdiri tanggal 31 Mei 1975 dengan memilih Bunda Maria sebagai pelindung, Lingkungan (Sektor) Renya Rosari mencatatkan nama-nama sebagai Ketua Sektor/Lingkungan. Mereka adalah bapak Frans Diaz (1975-1977), bapak Aloysius Heang (1977-1979), bapak Madrani (1979-1989), bapak Franjs Suharjo (1989-1995), bapak Ephrem Suyitno (1995-2000), dan ibu Susi (2000-2001)
![]() |
| Sebagian umat Lingkungan Renya Rosari |
bapak Adven Breman (2016-2019).
Menurut data tahun 2013 jumlah kepala keluarga di Lingkungan Renya Rosari adalah 85 KK dengan jumlah anggota n sebanyak 297 orang terdiri dari 140 laki-laki dan 157 perempuan. Kegiatan rutin lingkungan adalah latihan koor setiap hari Jumat malam pukul 19.30 di rumah Ibu Sundoro. Kegiatan lainnya doa bersama Rosario dalam temu bulanan setiap minggu kedua. Selain itu melaksanakan kegiatan katekese seperti AAP,APP dan Bulan Kitab Suci. Kegiatan aksi sosial bersifat insidental seperti kunjungan orang sakit, orang berduka, orang melahirkan dan kaum manula.***

Komentar
Posting Komentar