Dari Rapat DPP, Lingkungan & Stasi

DEWAN Pastoral Paroki (DPP) menggelar rapat koordinasi pada Senin 15  Januari 2018 pukul 08.00 sampai selesai bertempat di ruang rapat Gereja Yesus Gembala Yang Baik. Hadir dalam rapat koordinasi ini Pastor Paroki Rm. Yan Madia SVD selaku  Ketua Umum DPP Santo Yoseph, Ketua BPI dan Ketua BAP  serta para ketua lingkungan/Stasi  dan KBG. 
Ada sejumlah agenda yang dibicarakan pada kesempatan tersebut. Pertama soal kepanitiaan Paskah, HUT Gereja YGYB dan Natal 2018 tetap seperti yang telah ditetapkan. Disepakati  supaya HUT Gereja YGYB  dirayakan secara meriah  tiga tahun sekali  sedangkan  yang lainnya biasa-biasa saja. Pada Paskah nanti tidak ada tablo  dan disepakati bahwa Tablo juga diadakan tiga tahun sekali.
Kedua, soal koor paroki, diharapkan agar  lingkungan/stasi  dapat mengirim  lima orang umat mewakili lingkungan/stasi masing-masing untuk  bergabung dengan koor paroki. Sampai saat ini  lingkungan/stasi belum mengindahkan permintaan tenaga koor tersebut.
Ketiga, pada tahun 2019  nanti Pater Servasius  Subhaga,SVD akan merayakan pesta emas 50 tahun imamat. Maka Panitia  dipercayakan kepada Dewan Paroki. Kepanitiaan harus terbentuk pada Juni 2018 mendatang dan mulai bekerja. Ada satu seksi nanti yang bertugas  untuk menulis biografi serta karya-karya Pater Servas. Panitia ini merupakan tim khusus yang akan mulai bekerja  mulai Pebruari 2018.
Keempat,  pembangunan Griyo Bhakti Pastoral  harus  terus berjalan. Diharapkan bisa  dipakai saat Pater Servas  merayakan 50 tahun imamatnya. Kepanitiaan pembangunan  Griya Bhakti Pastoral  akan direvisi lagi karena ada yang mengundurkan diri. 
Hal-hal lain  adalah pengarahan Pater Yan Madia selaku Pastor Paroki kepada kita semua  di Paroki Santo  Yoseph  agar kita  semakin berperan serta dalam karya pastoral  di Paroki Santo Yoseph ini. Karya-karya itu bisa diwujudkan dengan  berbagai bentuk partisipasi  baik waktu dan tenaga maupun secara material. ***Komsos

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paroki St. Antonius Padua Ampenan

Paroki Maria Bunda segala Bangsa Nusa Dua

Menjadi Gembala “Berbau” Domba