Seharusnya Kita Lebih Hebat dari Yesus

 Menanggapi sejumlah pertanyaan peserta Sinode IV pada Session III dengan materi  penyampaian hasil penelitian FGD, wawancara dan studi dokumentasi, Ketua SC RD Evensius Dewantara  mengatakan, Yesus berkarya pastoral hanya tiga tahun lalu mati. Namun  karyanya berkembang sampai saat ini. Sementara  kita  yang bertahun-tahun bergelut dalam karya pastoral masih terus  berhadapan dengan masalah yang  sama atau kelemahan yang sama.
      Romo Venus katakan Yesus berkarya hanya dalam wakt
u tiga tahun tapi hasilnya luar biasa berdaya ubah. Semuanya  berdaya ubah dan berdaya pikat. Sementaa kita  sudah bertahun-tahun berkarya, bahkan sudah tiga kali Sinode tapi tetap utak atik  dengan masalah yang sama. Semoga inspirasi  tiga tahun karya pastoral  Yesus  menjiwai  karya pastoral kita lima tahun ke depan.
       Menanggapi pernyataan Romo Venus, anggota SC P.Paskalis Widastra,SVD mengatakan sebetulnya yang hebat  adalah para murid Yesus. Kita ini adalah murid-murid Yesus  sehinga  seharusnya yang hebat adalah kita ini. Masalahnya  kita tidak seperti murid Yesus yang hebat itu. Pater Widastra dengan bernada  canda  mengatakan, kita para imam mungkin juga tidak pernah ikut pendalaman iman. Bagaimana  kita mau hebat kalau  kita sendiri tak berkatekese. Tapi yakinlah bahwa sesungguhnya kita lebih hebat dari Yesus.
       Romo Emanuel  Ano selaku moderator menutup session III ini dengan himbauan agar para imam dan  semua umat katolik  gemar membaca terutama membaca kitab suci dan katekismus. Menurutnya  sumber iman kita adalah kitab suci. Sedangkan  katekismus perlu  dibaca karena dengan  membaca katekismus, kata Romo Eman Ano, kita semua  dipastikan bisa berkatekese  dengan baik. ***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paroki St. Antonius Padua Ampenan

Penyimpanan dan Penghormatan Ekaristi

Paroki Maria Bunda segala Bangsa Nusa Dua