Romo Kusumawanta: Sabda Harus Mengalir dari Mimbar Altar ke Mimbar Pasar
Umat Katolik jumlahnya sangat sedikit. Kalau sudah sedikit dan tidak terlibat aktif dalam masyarakat maka akan diremehkan, tidak direken orang. Maka umat Katolik harus terlibat agar orang lain bisa mengenal. Doktor Hukum Gereja ini katakan dengan jumlah yang sedikit itu apa yang bisa kita lakukan di tengah masyarakat majemuk? Ia memandang penting sekali agar karya pastoral berbasis data sebab data menjadi formasi untuk sebuah pelayanan.
Data yang menjadi formasi itu harus mulai dengan analisa sosial. Tujuan analisa data adalah supaya bisa melakukan transformasi. Ia mengatakan umat Katolik di Bali konsentrasinya di Bali Selatan sedangkan Bali Utara sedikit. Demikian juga di Lombok dan Sumbawa hanya di beberapa tempat saja. Pertanyaannya apakah kita sudah mengevangelisasi? Beranikah kita berevangelisasi di tempat yang belum ada umat Katolik itu?
Dikatakan Romo Wanto karya pastoral Gereja Katolik itu bersifat kolegial dan partisipatif. Maka para tertahbis (imam) dan para terbaptis (awam) harus memiliki relasi untuk bersama-sama mengembangkan gereja dengan melakukan evangelisasi. Para imam adalah pemeran utama dalam bersaksi di masyarakat majemuk dan ini sangat dibutuhkan. Maka imam harus berevangelisasi. Imam yang mampu berevangelisasi harus serba bisa, imam yang keahliannya spesifik, imam yang membanggakan imamat dan imam yang membangun jejaring. Imam harus memiliki empat karakter yakni tulus, melihat ke depan atau ke masa akan datang (ke era milenial), harus kompeten atau memiliki kemampuan dan imam yang menggerakkan.
Romo Wanta menegaskan bahwa Gereja dipanggil untuk menjadi murid Kristus. Maka Gereja harus bersaksi. Gereja harus bersinergis ke dalam gereja itu sendiri dan harus berevangelisasi ke luar gereja, ke tengah masyarakat. Tetapi untuk menginjili orang lain maka Gereja harus menginjili dulu diri sendiri, harus bersahabat dengan semua orang dan senantiasa menceriterakan atau mengisahkan tentang Yesus sehingga semakin banyak orang menenal-Nya. Sabda dari mimbar altar harus dibawa atau mengalir ke mimbar pasar, ke tengah masyarakat. Namun perlu diingat jangan sampai mimbar pasar lebih dulu sampai ke mimbar altar.***
Komentar
Posting Komentar