RD. EVENSIUS DEWANTORO PASTOR PAROKI MBSB NUSA DUA


Hari Tanggal: Rabu, 25 Oktober 2017, dan lanjut 1 Nov 2017
Tempat: Puspas KD
Nara Sumber: RD. Evensius Dewantoro
Pewawancara: J. Kustati Tukan

A. TENTANG KBG :
1. Bagaimana romo melihat KBG-KBG di paroki romo dalam hal jumlah
KK dalam sebuah KBG, keaktifan para anggota KBG dalam kegiatan
KBG, factor kedekatan baik jarak maupu relasi antar anggota KBG dan
kegiatan-kegiatan apa saja yang biasa dilakukan dalam sebuah KBG-
KBG tersebut?

Jawaban: Jumlah KK dlm KBG di Paroki MBSB pada umumnya
sudah sesuai/ ideal 15 – 20 KK, ttp ada juga jmlnya msh di atas 40-50
KK. Pemekaran sudah dibuat, dari 4 KBG menjadi 7 KBG. Sekitar 2
lingkungan yg memiliki 7 KBG. Jumlah lingkungan ada 8, KBG ada 40.
Sebagian besar aktif dlm kegiatan KBG, memang ada beberapa yg tdk
aktif, kadang datang, kadang tidak. Dlm kegiatan2 doa mingguan, 1x
minggu doa di KBG, dan juga lingkungan. KBG yg paling aktif ? rata2
semua KBG aktif, KBG di Salve Regina anggota2nya timbul-tenggelam,
berdasarkan keluhan dari ketua KBG dan lingkungan. Ketua KBG
lg sakit, dan yg lain tdk mau terlibat, byk anggotanya org tua dan org
muda menolak jadi pengurus, jadi dihandel oleh ketua lingk. Paroki tetap
menghimbau ketua KBG spy aktif di KBG, dan berjalan.
Relasi : terbangun dengan baik, krn factor pertemanan, tinggal lama di
lingkungan yg sama. Relasi mereka sbg sesama anggota paroki, ttp jg krn
teman dan factor kerja, dan juga factor suku.
Jarak tdk terlalu menjadi kendala, hanya sebagian kecil.
Tanggapan yg positif pembekalan BKSN, AAP, APP, utusan KBG dan
perwakilannya hadir dan menerapkan apa yg didapat.
Kegiatan2 di KBG : doa Rosario, pendalaman iman APP-APP-BKSN,
latihan koor (terlibat), arisan, kunjungan org sakit, memberi bantuan bg
keluarga yg berkekurangan.

2. Bagaimana penilaian romo tetang praktek hidup menggereja melalui
KBG di paroki Romo?

Jawaban :
Hidup menggereja di KBG, jalan yg nyata/ real. Gereja mjd
nyata wajahnya dalam KBG. Nilai-nilai Injili terwujud dalam kehidupan
ber-KBG, kerinduan berjumpa, turut merasakan keseulitan, keprihatinan
antar anggota, ada empati dan simpati. Hal ini muncul di KBG. Jg utk
melakukan suatu kegiatan bersama.
3. Apa yang telah dilakukan romo selama ini untuk membuat anggota-
anggota KBG makin paham tentang KBG, makin aktif dan para fasilitator KBG juga makin berkualitas dan trampil?
Jawaban:
Pembekalan menjelang kegiatan BKSN-APP-APP utk
para fasilitator agar bisa memimpin di KBG. Soal Dalam soal pastoral
kehadiran di tengah umat KBG, di beberapa KBG saya hadir dlm kegiatan
mereka. Mereka merasa tdk berjalan sendiri.
Akhir-akhir ini sebagain umat sudah merasa bahwa orang-orang yang
terdekat dgn mrk disebut sbg KBG. Ada 1, 2 org dari mereka belum
masuk. Umat, ketua lingk dan KBG sudah sadar utk mendekati umat.
Kitab Suci sudah menjadi pedoman – penghayatan dlm hidup, lalu dlm
kegiatan KBG dipakai utk renungan. Bahkan mereka mengikuti melalui
penanggalan liturgi. Dlm doa Rosario diawali dengan bacaan KS, lalu
renungan. Cont kolekte bertambah, mungkin ini efek krn bacaan.

4. Apa saja yangmenjadi kekuatan dan kelemahan yang dihadapi umat
dan juga yang dihadapi oleh para petugas pastoral dalam membangun
KBG yang ideal di paroki Romo?

Jawaban:
Kelemahan : benturan waktu antara kerja dan pertemuan KBG. Rata2
umat bekerja bergantian, ada sore-malam, dst. Belum ada komitmen utk
menerima tugas sbg ketua KBG, atau fasilitator. Mungkin krn merasa
pengetahuan terbatas, berasal dari umat sendiri factor kesibukan rumah
tangga seperti jaga anak, anak belajar, lalu yg lain beberapa KBG
mengunakan medsos terkadang menggunakan kalimat yang kurang
santun sehingga menyingung yg lain dan relasi menjadi renggang, dsb.
Kekuatan : kebersamaan, kompak satu dengan yg lain, merasa anggota2
bagian dari keluarga, yg kuat membantu yg lemah, semangat melayani
satu-sama lain. Tugas dan tanggung jawab yg diberikan dijalankan.
Medsos, utk info2 kegiatan KBG, lingk dan paroki.

5. Apa peluang dan tantangan yang romo sendiri lihat dalam membangun
KBG yang ideal di paroki di sini ?

Jawaban:
Peluang : bila umat menyadari bahwa KBG utk membangun paroki yg
kuat, mandiri dan bisa memberikan kesaksian. Lingkungan supaya dapat
memanfaatkan potensi2 yg ada di KBG. Maka jgn ada org yg tdk msuk
KBG, bila tidak masuk KBG, dia bukan anggota paroki.
Tantangan : semangat ingat diri, individualism, fanatisme (merasa KBG-nya yg paling baik, benar, melebihi yg lain).

6. Apa usul-saran romo agar dalam Sinode IV nanti, harapan untuk
membangun KBG yang ideal sebagai cara baru hidup menggereja dapat
semakin maju di Keuskupan Denpasar?
Jawaban:
KBG supaya tdk hanya memajukan anggota2nya sendiri
ttp jg KBG lain. Satu KBG dgn yg lain tdk bisa dipisahkan. Semangat
pelayanan hrs sama. Perhatian hrs sama tdk boleh ada diskriminasi.
KGB adalah wajah gereja yg sesungguhnya, hal penting yg hrs dimiliki
KBG tdk bisa lepas dr KS, maka kalau ada pelatihan pembekalan
berkaitan dgn KS, spy mengutus perwakilan.
KBG bisa menyelenggarakan misa di KBG, 1 x misa per-tahun, setelah
itu diatur oleh lingkungan utk kegiatan misa lingkungan.

B. TENTANG EVALUASI PELAKSANAAN PASTORAL
KEUSKUPAN DENPASAR TAHUN 2012 -2016 :

I. Tahun 2012 : Memancarkan Wajah Kristus Melalui Katekese dan
Lembaga Pendidikan Katolik.

1. Tentang Katekese :
a. Menurut romo apakah kegiatan katekese / pewartaan iman melalui doa
bersama, membaca kitab suci, sharing, rekoleksi dan perayaan Ekaristi
yang dilaksanakan di paroki membuat kehidupan rohani umat menjadi
semakin berkualitas dan berani bersaksi dalam kehidupan masyarakat?

Jawab:
Ada tanda2 itu, iman semakin bertumbuh dan berkembang,
mampu bersaksi dalam kerja, lewat kegiatan2 tsb mereka dimampukan
utk mengenal kehadiran Tuhan lewat pekerjaan mrk, dan lewat yg mereka
jumpai.

b. Hal apa saja yang menjadi tantangan dalam melaksanakan kegiatan-
kegiatan katekese di paroki di sini ? Bagaimana dengan kemampuan tim
fasilitator katekese umat di paroki. Apakah tim fasilitator di paroki ini
juga sering mendapatkan pembekalan?

Jawaban:
Fasilitor tahu tujuan katekese umat, tp di tingkat umat, pemahaman
mereka ttg katekese belum lengkap. Tantangannya pada pengetahuan
iman ttg katekese msh kurang. Shg umat merasa tdk ada sesuatu yg menarik, wakalupun bahanya menarik. Maka perlu penyadaran akan
pentingnya katekese.
Pembekalan ada tetapi jml yg hadir/ diutus terbatas.

c. Apa saja usul-saran romo agar kegiatan-kegiatan katekese umat ke
depan bisa lebih berkualitas, dialogis dan berdaya ubah?

Jawaban :
Tergantung pada fasilitator bgm dibekali dan mampu menterjemahkan
dgn mempertimbangkan situasi real di lapangan. Bgm membawakan bhn
yg ada dgn menarik.
Pembekalan sasar ke paroki2, tim turun langsung ke paroki

2. Tentang Lembaga Pendidikan Katolik :
a. Menurut romo apakah Lembaga Pendidikan Katolik atau Sekolah
Katolik masih menjadi pilihanutama dari umat di Paroki ini untuk pendidikan anak-anak mereka? Mengapa?

Jawaban:
Satu2nya yg msh menampakkan wajah gereja, sekalipun ada kekurangan,
ttp ini yg dipakai Gereja, shg msh diperhitungkan org. Soal biaya ya
memang demikian, pasti tinggi utk menggelola kebutuhan sekolah
sehari-hari. Dari segi biaya tidak perlu dianggap paling mahal dibanding
sekolah yg lain.
Yg diperbaiki cara penangannan thd siswa yg mengalami kesulitan
keuangan. Sekolah punya kebijakan, yg penting dikomunikasikan dgn
pihak sekolah.

b. Apa saja yang menjadi tantangan dan permasalahan yang dihadapi
oleh para orangtua dalam hal pendidikan anak-anak?

Jawaban : lihat jawaban di atas

c. Apakah biaya pendidikan di Sekolah Katolik masih dikeluhkan
terlalu mahal? Dan apakah di Paroki ini sudah memanfaatkan dana
DASOPEN bagi anak-anak yang kurang mampu?
Jawaban:
Sudah dimanfaatkan setiap tahun. Beberapa tahun lalu kita stop dr
keuskupan, lalu kita kelola. Per thn antara 20-25 jt dikumpulkan umat,
sekitar 10 – 15 anak dgn ketentuan khusus dibantu. Bantuan diberikan
50% (biaya komite, seragam, atau SPP). Pendanaan tersebut mulai kelola
sendiri sejak adanya Dasopen, 5 tahun yg lalu.

d. Apa saja usul-saran romo untuk Lembaga Pendidikan Katolik agar
mampu melaksanakan karya Pendidikan yang lebih berkualitas, dialogis
dan berdaya ubah?

Jawaban :
Tingkatkan mutu pendidikan, pelayanan guru2, tdk diskriminatif.

II. Tahun 2013 : Memancarkan Wajah Kristus Melalui OMK:
A.   Tentang Keterlibatan dan Partisipasi OMK di Paroki ini:

a. Apakah romo mengetahui dan memahami program kerja Komkep
Keuskupan? Bisa dijelaskan dan jika tidak, mengapa?

Jawab:
Tahu

b. Bagaimana implementasi program kerja Komkep di Paroki MBSB
? Apa kekuatan dan kelemahan, peluang dan tantangan bagi pastoral
OMK?

Jawab:
ada kesinambungan di OMK paroki.
kekuatan : OMK yg sekarang, lahir di MBSB, ortu menetap di MBSB,
kompak satu-sama lain, tugas2 yg dipercayakan terkadang berjalan baik.
Ada Pembina OMK yg dpt mendampingi mereka.
kelemahan : kesibukan sekolah/ kerja, info/ komunikasi tdk didapatkan
secara utuh/ miskom antar mereka di OMK.

c. Apa saja kegiatan OMK yang menonjol dan biasa dilaksanakan dan
dampak perubahannya baik
Perubahan dalam hidup rohani dan perilaku setiap hari?

Jawab:
Partisipasi dlm liturgy hari minggu (lector, mazmur, koor, jaga parkir),
dalam kepanitiaan natal dan paskah mrk dipercayakan utk 1 program dan
berjalan bagus.
Dampak : bawa sesuatu yg bermanfaat stl ikut AYD dan IYD. Ada
semangat yg bagus sepulang dari sana.

d. Apakah OMK paroki juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan kelompok
masyarakat lain di Luar Gereja dan apa saja kontribusinya?

Jawab:
belum ada

e. Apa rekomendsi atau saran romo untuk perkembangan OMK
Keuskupan Denpasar ke depan?

Jawab :
Spy OMK tetap didampingi oleh pembinanya, kegiatan yg
mengumpulkan OMK tetap dipertahankan.

B. Tentang Perhatian pada pendampingan dan pembinaan OMK :
a. Bagaimana perhatian paroki terhadap pendampingan/ pembinaan
OMK?

Jawab:
Selalu beri ruang dan waktu serta support dana utk kegiatan
OMK

b. Adakah pendamping dan pembinaan OMK di paroki ini? Sejauh mana
peran dan keterlibatan mereka?

Jawab: selalu terlibat mendampingi, dan disenangi oleh OMK

c. Peluang dan hambatan yang dihadapi :
Kekuatan dan kelemahan apa yang dimiliki OMK di paroki ini dalam
kaitannya dengan Keterlibatan dan partisipasi mereka dalam kehidupan menggereja?

Jawab: -
Peluang dan tantangan apa saja yang dihadapi oleh paroki/stasi dalam
pendampingan OMK?

Jawab :
Tantangan dari dalam OMK tdk menetap di paroki dlm waktu yg lama
seperti pindah tempat tinggal, dan belum py penghasilan yg tetap.
Anak2 OMK yg berpotensi, yg perlu dikembangkan utk masa depan
Gereja.

d. Apa usul sara romo untuk pengembangan OMK ke depan?
Jawab: mereka tetap didampingi oleh Pembina dan pastor paroki

III. Tahun 2014 : Tentang KBG dan Kepemimpinan Pastoral
a.           Bagaimana romo melihat Kepemimpinan pastoral mulai dari KBG, Lingkungan sampai pada DPP-DKP di Paroki ini?

Jawab:
Di KBG berjalan sesuai dengan tugas yg diberikan. Bahkan
mereka mampu mengorganisir KBG nya, baik kegiatan rohani maupun
jasmani. Merekam mampu mengatur diri sendiri, dan meremajakan
kepengurusan di tingkat KBG secara bergantian. DPP juga demikian,
ketua2 bidang dpt berkomunikasi dgn baik sesuai tugas, dan program yg
direncanakan

b. Apa saja kekuatan dan kelemahan serta peluang yang romo lihat dalam
diri para pemimpin pastoral tersebut?

Jawab:
Kekuatan : kerjasama antar pengurus dan umat di KBG – umat paroki
baik, komunikasi saling mendengarkan berjalan baik, serta kesediaan,
utk melaksanakan tugas dan ketaatan kepada pimpinan, juga ada rasa
tanggung jawab.
Kelemahan : komunikasi terkadang meyebabkan org salah paham,
menggunakan medsos dgn bhs yg tidak santun, rangkap tugas sehingga
tugas tidak focus/ terbagi-bagi.
Peluang : tenaga-tenaga fungsionaris pastoral adalah org2 yg potensial,
shg bila didekati secara personal pasti akan menghasilkan pemimpin
yg peduli thd paroki, lingk dan KBG. Selain itu factor usia termasuk
org2 produktif shg bisa memikirkan sesuatu yg menghasilkan dari segi
ekonomi, pendidikan, dan social.

c. Apa saran romo agar para pemimpin pastoral dapat memberikan
pelayanan dan pemberdayaan umat secara maksimal seperti yang
diteladankan oleh Yesus Kristus Sang Gembala kita?

Jawab:
Harus menjadi teladan, gaya hidup sederhana, rendah hati,
tidak pilih kasih dalam pelayanan, murah hati, tidak ingat diri sendiri
(egois), memprioritaskan kegiatan paroki daripada permintaan dari luar
(perorangan).

IV. Tahun 2015 : Memancarkan Wajah Kristus Melalui Pembangunan
Ekonomi Umat.

Tentang KBG dan Pemberdayaan Ekonomi Umat :
a.     Apa kekuatan dan kelemahan yang dihadapi dalam memberdayakan ekonomi umat?

Jawab:
Kelemahan : kurang berdaya tahan, sikap mudah menyerah, kerja tidak
sampai tuntas.
Kekuatan : potensi umat untuk menghasilkan sesuatu secara ekonomis
ada, adanya semangat gotong-royong, ada tekad utk maju.

b.Apa peluang dan tantangan dalam pemberdayaan ekonomi umat?

Jawab:
Peluang : lapangan kerja tersedia, jalan menuju pemberdayaan terbuka
melalui proyek-proyek PSE tingkat keuskupan maupun nasional,
tersedianya tenaga ahli utk pemberdayaan ekonomi.
Tantangan : sifat malas diri, kurang inisiatif untuk menanggapi peluang,
tergoda untuk cepat berhasil hasil tanpa melalui proses.
c.Apa usul saran romo untuk pemberdayaan ekonomi umat?

Jawab:
Membentuk kelompok usaha, mengajukan proposal
pemberdayaan ke keuskupan dan nasional, pengelolaan keuangan secara
profesional, hemat dan rajin menabung.

Tentang CU / Koperasi :
a. Bagaimana memberdayakan ekonomi umat melalui CU dan Koperasi
di paroki ini?

Jawab:
Belum ada CU, ttp byk umat yg menjadi anggota koperasi.
Koperasi ini mjd jalan utk membantu umat menghidupi ERT, dan
pendidikan anak2.

b. Apa kekuatan dan kelemahan dalam mengumatkan CU dan Koperasi
di paroki ini ?

Jawab :
Kekuatan : umat merasa terbantu secara ekonomi, merasa senasib-
sepenanggungan.
Kelemahan : beban ekonomi/ hidup terlalu tinggi sehingga belum bisa
bergabung dalam koperasi, belum tahu manfaat koperasi, gaya hidup
boros.

c. Apa peluang dan tantangan yang memungkinkan CU/Koperasi bisa
bertumbuh dengan baik di paroki ini?

Jawab:
Jumlah umat yg besar, jumlah tenaga produktif banyak, lapangan kerja
tersedia.
Tantangan : mentalitas santai, gaya hidup konsumeristis.

Tentang Dasopen (Dana Solidaritas Pendidikan) :
a. Bagaimana keterlibatan umat di paroki ini berkaitan dengan gerakan
Dasopen?

Jawab:
Belum semua, tetapi sudah banyak yg terlibat (melalui amplop
Dasopen)

b. Apa kekuatan dan kelemahan dalam mengumatkan gerakan Dasopen
di paroki ini ?

Jawab:
Kekuatan: adanya semangat memberi karena peduli terhadap yg
berkekuarngan
Kelemahan : sikap ingat diri karena merasa tidak membutuhkan.

c. Apa peluang dan tantangan yang memungkinkan semua umat terlibat
aktif dalam gerakan Dasopen di paroki ini ?

Jawab:
Peluang : jumlah umat yg besar bisa mendukung dana pendidikan,
sebagain besar umat paroki termasuk klp pekerja (produktif), umat yg
datang dari luar paroki dan keuskupan berpotensi sebagai donator.
Tantangan : sikap ingat diri karena merasa tidak membutuhkan,
konsumeristis, tawaran2 hidup yg berdaya goda tinggi.

d. Apa usul saran romo agar Dasopen ini menjadi gerakan seluruh umat
di paroki ini ?

Jawab: Dasopen mesti focus kepada anak2 dari keluarga katolik yg
bersekolah di sekolah katolikTentang Devisi Pariwisata, Pertanian dan Kelautan:

a. Bagaimana keterlibatan umat dalam memberdayakan ekonomi umat di
bidang pariwisata, pertanian dan kelautan?

Jawab:

b.Apa kekuatan dan kelemahan yang dihadapi dalam memberdayakan
ekonomi umat melalui pariwisata, pertanian dan kelautan?

Jawab: -

c.Apa peluang dan tantangan dalam mewujudkan pemberdayaan
ekonomi umat di sektor pariwisata, pertanian dan kelautan?
Jawab: -
d.Apa saran romo untuk mewujudkan pemberdayaan umat di sector
pariwisata, pertanian dan kelautan?
Jawab:

Tahun 2016 : Memancarkan Wajah Kristus Melalui Keluarga
Katolik?
a. Bagamana pelaksanaan pendampingan keluarga di paroki ini ? Apakah
berjalan baik dan apa permasalahan yang dihadapi oleh Tim Pendamping
Keluarga?

Jawab:
Pelaksanaan pendampingan kasuistik, bila ada masalah baru
ada pendampingan secara personal dari pastor. Paroki belum memiliki
tim pendampingan keluarga. Yg ada tim KPP yg dikoordinir oleh Sie
Keluarga.

b. Apa saja yang menjadi kekuatan dan kelemahan keluarga-keluarga
katolik di paroki ini yang berdampak pada kurangnya penghayatan akan
nilai-nilai Sakramen Perkawinan?

Jawab:
Kekuatan : kesetiaan pasutri, kerukunan, relasi yg baik suami-istri dan
anak-anak
Kelemahan : ada KDRT dlm arti fisik dan verbal, tidak saling
mendengarkan, kurang pengampunan satu dengan yg lain.

c. Peluang dan tantangan apa saja yang bisa dimanfaatkan untuk
membangun keluarga bahagia dan sejahtera, lahir dan batin?

Jawab:
Peluang : tersedianya tenaga dari umat yg bisa mendampingi keluarga2
yg bermasalah, program2 dari Puspas yg memberi kesempatan untuk
pembekalan bg pasutri, dan juga lewat kelompok2 seperti ME, Tulang
Rusuk, dst.
Tantangan : medsos, pekerjaan, factor lingkungan.

d. Apa usul saran romo untuk membantu tim pendamping keluarga agar
dapat menjalankan pendampingan keluarga dengan baik, dan juga kepada
keluarga-keluarga katolik agar dapat menghayati nilai-nilai perkawinan
sebagai Sakramen?

Jawab:
Supaya setiap paroki dibentuk tim pendamping keluarga,
bagi keluarga2 supaya terus merawat kesetiaan lewat tinggal bersama,
melaksanakan aktifitas keluarga secara bersama, perlu menghadirkan
tenaga ahli (psikolog) dalam menangani keluarga yg bermasalah.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paroki St. Antonius Padua Ampenan

Penyimpanan dan Penghormatan Ekaristi

Paroki Maria Bunda segala Bangsa Nusa Dua