RD. EVENSIUS DEWANTORO PASTOR PAROKI MBSB NUSA DUA
Tempat: Puspas KD
Nara Sumber: RD. Evensius Dewantoro
Pewawancara: J. Kustati Tukan
A. TENTANG KBG :
KK dalam sebuah KBG, keaktifan para
anggota KBG dalam kegiatan
KBG, factor kedekatan baik jarak
maupu relasi antar anggota KBG dan
kegiatan-kegiatan apa saja yang
biasa dilakukan dalam sebuah KBG-
KBG tersebut?
Jawaban: Jumlah KK dlm KBG di Paroki
MBSB pada umumnya
sudah sesuai/ ideal 15 – 20 KK, ttp
ada juga jmlnya msh di atas 40-50
KK. Pemekaran sudah dibuat, dari 4
KBG menjadi 7 KBG. Sekitar 2
lingkungan yg memiliki 7 KBG. Jumlah
lingkungan ada 8, KBG ada 40.
Sebagian besar aktif dlm kegiatan
KBG, memang ada beberapa yg tdk
aktif, kadang datang, kadang tidak.
Dlm kegiatan2 doa mingguan, 1x
minggu doa di KBG, dan juga
lingkungan. KBG yg paling aktif ? rata2
semua KBG aktif, KBG di Salve Regina
anggota2nya timbul-tenggelam,
berdasarkan keluhan dari ketua KBG
dan lingkungan. Ketua KBG
lg sakit, dan yg lain tdk mau
terlibat, byk anggotanya org tua dan org
muda menolak jadi pengurus, jadi
dihandel oleh ketua lingk. Paroki tetap
menghimbau ketua KBG spy aktif di
KBG, dan berjalan.
Relasi : terbangun dengan baik, krn
factor pertemanan, tinggal lama di
lingkungan yg sama. Relasi mereka
sbg sesama anggota paroki, ttp jg krn
teman dan factor kerja, dan juga
factor suku.
Jarak tdk terlalu menjadi kendala,
hanya sebagian kecil.
Tanggapan yg positif pembekalan
BKSN, AAP, APP, utusan KBG dan
perwakilannya hadir dan menerapkan
apa yg didapat.
Kegiatan2 di KBG : doa Rosario,
pendalaman iman APP-APP-BKSN,
latihan koor (terlibat), arisan,
kunjungan org sakit, memberi bantuan bg
keluarga yg berkekurangan.
2. Bagaimana penilaian romo tetang
praktek hidup menggereja melalui
KBG di paroki Romo?
Jawaban :
Hidup menggereja di KBG, jalan yg
nyata/ real. Gereja mjd
nyata wajahnya dalam KBG.
Nilai-nilai Injili terwujud dalam kehidupan
ber-KBG, kerinduan berjumpa, turut
merasakan keseulitan, keprihatinan
antar anggota, ada empati dan
simpati. Hal ini muncul di KBG. Jg utk
melakukan suatu kegiatan bersama.
3. Apa yang telah dilakukan romo
selama ini untuk membuat anggota-
anggota KBG makin paham tentang KBG,
makin aktif dan para fasilitator KBG juga makin berkualitas dan
trampil?
Jawaban:
Pembekalan menjelang kegiatan
BKSN-APP-APP utk
para fasilitator agar bisa memimpin
di KBG. Soal Dalam soal pastoral
kehadiran di tengah umat KBG, di
beberapa KBG saya hadir dlm kegiatan
mereka. Mereka merasa tdk berjalan
sendiri.
Akhir-akhir ini sebagain umat sudah
merasa bahwa orang-orang yang
terdekat dgn mrk disebut sbg KBG.
Ada 1, 2 org dari mereka belum
masuk. Umat, ketua lingk dan KBG
sudah sadar utk mendekati umat.
Kitab Suci sudah menjadi pedoman –
penghayatan dlm hidup, lalu dlm
kegiatan KBG dipakai utk renungan.
Bahkan mereka mengikuti melalui
penanggalan liturgi. Dlm doa Rosario
diawali dengan bacaan KS, lalu
renungan. Cont kolekte bertambah,
mungkin ini efek krn bacaan.
4. Apa saja yangmenjadi kekuatan dan
kelemahan yang dihadapi umat
dan juga yang dihadapi oleh para
petugas pastoral dalam membangun
KBG yang ideal di paroki Romo?
Jawaban:
Kelemahan : benturan waktu antara
kerja dan pertemuan KBG. Rata2
umat bekerja bergantian, ada
sore-malam, dst. Belum ada komitmen utk
menerima tugas sbg ketua KBG, atau
fasilitator. Mungkin krn merasa
pengetahuan terbatas, berasal dari
umat sendiri factor kesibukan rumah
tangga seperti jaga anak, anak
belajar, lalu yg lain beberapa KBG
mengunakan medsos terkadang
menggunakan kalimat yang kurang
santun sehingga menyingung yg lain
dan relasi menjadi renggang, dsb.
Kekuatan : kebersamaan, kompak satu
dengan yg lain, merasa anggota2
bagian dari keluarga, yg kuat
membantu yg lemah, semangat melayani
satu-sama lain. Tugas dan tanggung
jawab yg diberikan dijalankan.
Medsos, utk info2 kegiatan KBG,
lingk dan paroki.
5. Apa peluang dan tantangan yang
romo sendiri lihat dalam membangun
KBG yang ideal di paroki di sini ?
Jawaban:
Peluang : bila umat menyadari bahwa
KBG utk membangun paroki yg
kuat, mandiri dan bisa memberikan
kesaksian. Lingkungan supaya dapat
memanfaatkan potensi2 yg ada di KBG.
Maka jgn ada org yg tdk msuk
KBG, bila tidak masuk KBG, dia bukan
anggota paroki.
Tantangan : semangat ingat diri,
individualism, fanatisme (merasa KBG-nya yg paling baik, benar,
melebihi yg lain).
6. Apa usul-saran romo agar dalam
Sinode IV nanti, harapan untuk
membangun KBG yang ideal sebagai
cara baru hidup menggereja dapat
semakin maju di Keuskupan Denpasar?
Jawaban:
KBG supaya tdk hanya memajukan
anggota2nya sendiri
ttp jg KBG lain. Satu KBG dgn yg
lain tdk bisa dipisahkan. Semangat
pelayanan hrs sama. Perhatian hrs
sama tdk boleh ada diskriminasi.
KGB adalah wajah gereja yg
sesungguhnya, hal penting yg hrs dimiliki
KBG tdk bisa lepas dr KS, maka kalau
ada pelatihan pembekalan
berkaitan dgn KS, spy mengutus
perwakilan.
KBG bisa menyelenggarakan misa di
KBG, 1 x misa per-tahun, setelah
itu diatur oleh lingkungan utk
kegiatan misa lingkungan.
B. TENTANG EVALUASI PELAKSANAAN
PASTORAL
KEUSKUPAN DENPASAR TAHUN 2012 -2016
:
I. Tahun 2012 : Memancarkan Wajah
Kristus Melalui Katekese dan
Lembaga Pendidikan Katolik.
1. Tentang Katekese :
a. Menurut romo apakah kegiatan
katekese / pewartaan iman melalui doa
bersama, membaca kitab suci,
sharing, rekoleksi dan perayaan Ekaristi
yang dilaksanakan di paroki membuat
kehidupan rohani umat menjadi
semakin berkualitas dan berani
bersaksi dalam kehidupan masyarakat?
Jawab:
Ada tanda2 itu, iman semakin
bertumbuh dan berkembang,
mampu bersaksi dalam kerja, lewat
kegiatan2 tsb mereka dimampukan
utk mengenal kehadiran Tuhan lewat
pekerjaan mrk, dan lewat yg mereka
jumpai.
b. Hal apa saja yang menjadi
tantangan dalam melaksanakan kegiatan-
kegiatan katekese di paroki di sini
? Bagaimana dengan kemampuan tim
fasilitator katekese umat di paroki.
Apakah tim fasilitator di paroki ini
juga sering mendapatkan pembekalan?
Jawaban:
Fasilitor tahu tujuan katekese umat,
tp di tingkat umat, pemahaman
mereka ttg katekese belum lengkap.
Tantangannya pada pengetahuan
iman ttg katekese msh kurang. Shg
umat merasa tdk ada sesuatu yg menarik, wakalupun bahanya
menarik. Maka perlu penyadaran akan
pentingnya katekese.
Pembekalan ada tetapi jml yg hadir/
diutus terbatas.
c. Apa saja usul-saran romo agar
kegiatan-kegiatan katekese umat ke
depan bisa lebih berkualitas,
dialogis dan berdaya ubah?
Jawaban :
Tergantung pada fasilitator bgm dibekali
dan mampu menterjemahkan
dgn mempertimbangkan situasi real di
lapangan. Bgm membawakan bhn
yg ada dgn menarik.
Pembekalan sasar ke paroki2, tim
turun langsung ke paroki
2. Tentang Lembaga Pendidikan
Katolik :
a. Menurut romo apakah Lembaga Pendidikan
Katolik atau Sekolah
Katolik masih menjadi pilihanutama
dari umat di Paroki ini untuk pendidikan anak-anak mereka? Mengapa?
Jawaban:
Satu2nya yg msh menampakkan wajah
gereja, sekalipun ada kekurangan,
ttp ini yg dipakai Gereja, shg msh
diperhitungkan org. Soal biaya ya
memang demikian, pasti tinggi utk
menggelola kebutuhan sekolah
sehari-hari. Dari segi biaya tidak
perlu dianggap paling mahal dibanding
sekolah yg lain.
Yg diperbaiki cara penangannan thd
siswa yg mengalami kesulitan
keuangan. Sekolah punya kebijakan,
yg penting dikomunikasikan dgn
pihak sekolah.
b. Apa saja yang menjadi tantangan
dan permasalahan yang dihadapi
oleh para orangtua dalam hal
pendidikan anak-anak?
Jawaban : lihat jawaban di atas
c. Apakah biaya pendidikan di Sekolah
Katolik masih dikeluhkan
terlalu mahal? Dan apakah di Paroki
ini sudah memanfaatkan dana
DASOPEN bagi anak-anak yang kurang
mampu?
Jawaban:
Sudah dimanfaatkan setiap tahun.
Beberapa tahun lalu kita stop dr
keuskupan, lalu kita kelola. Per thn
antara 20-25 jt dikumpulkan umat,
50% (biaya komite, seragam, atau
SPP). Pendanaan tersebut mulai kelola
sendiri sejak adanya Dasopen, 5
tahun yg lalu.
d. Apa saja usul-saran romo untuk
Lembaga Pendidikan Katolik agar
mampu melaksanakan karya Pendidikan
yang lebih berkualitas, dialogis
dan berdaya ubah?
Jawaban :
Tingkatkan mutu pendidikan,
pelayanan guru2, tdk diskriminatif.
II. Tahun 2013 : Memancarkan Wajah
Kristus Melalui OMK:
A.
Tentang Keterlibatan dan Partisipasi
OMK di Paroki ini:
a. Apakah romo mengetahui dan
memahami program kerja Komkep
Keuskupan? Bisa dijelaskan dan jika
tidak, mengapa?
Jawab:
Tahu
b. Bagaimana implementasi program
kerja Komkep di Paroki MBSB
? Apa kekuatan dan kelemahan,
peluang dan tantangan bagi pastoral
OMK?
Jawab:
ada kesinambungan di OMK paroki.
kekuatan : OMK yg sekarang, lahir di
MBSB, ortu menetap di MBSB,
kompak satu-sama lain, tugas2 yg
dipercayakan terkadang berjalan baik.
Ada Pembina OMK yg dpt mendampingi
mereka.
kelemahan : kesibukan sekolah/
kerja, info/ komunikasi tdk didapatkan
secara utuh/ miskom antar mereka di
OMK.
c. Apa saja kegiatan OMK yang menonjol
dan biasa dilaksanakan dan
dampak perubahannya baik
Perubahan dalam hidup rohani dan
perilaku setiap hari?
Jawab:
Partisipasi dlm liturgy hari minggu
(lector, mazmur, koor, jaga parkir),
dalam kepanitiaan natal dan paskah
mrk dipercayakan utk 1 program dan
berjalan bagus.
Dampak : bawa sesuatu yg bermanfaat
stl ikut AYD dan IYD. Ada
semangat yg bagus sepulang dari
sana.
d. Apakah OMK paroki juga ikut
berpartisipasi dalam kegiatan kelompok
Jawab:
belum ada
e. Apa rekomendsi atau saran romo
untuk perkembangan OMK
Keuskupan Denpasar ke depan?
Jawab :
Spy OMK tetap didampingi oleh
pembinanya, kegiatan yg
mengumpulkan OMK tetap
dipertahankan.
B. Tentang Perhatian pada
pendampingan dan pembinaan OMK :
a. Bagaimana perhatian paroki
terhadap pendampingan/ pembinaan
OMK?
Jawab:
Selalu beri ruang dan waktu serta
support dana utk kegiatan
OMK
b. Adakah pendamping dan pembinaan
OMK di paroki ini? Sejauh mana
peran dan keterlibatan mereka?
Jawab: selalu terlibat mendampingi,
dan disenangi oleh OMK
c. Peluang dan hambatan yang
dihadapi :
Kekuatan dan kelemahan apa yang
dimiliki OMK di paroki ini dalam
kaitannya dengan Keterlibatan dan
partisipasi mereka dalam kehidupan menggereja?
Jawab: -
Peluang dan tantangan apa saja yang
dihadapi oleh paroki/stasi dalam
pendampingan OMK?
Jawab :
Tantangan dari dalam OMK tdk menetap
di paroki dlm waktu yg lama
seperti pindah tempat tinggal, dan
belum py penghasilan yg tetap.
Anak2 OMK yg berpotensi, yg perlu
dikembangkan utk masa depan
Gereja.
d. Apa usul sara romo untuk
pengembangan OMK ke depan?
Jawab: mereka tetap didampingi oleh
Pembina dan pastor paroki
III. Tahun 2014 : Tentang KBG dan
Kepemimpinan Pastoral
a.
Bagaimana romo melihat Kepemimpinan
pastoral mulai dari KBG, Lingkungan sampai pada DPP-DKP di
Paroki ini?
Jawab:
Di KBG berjalan sesuai dengan tugas
yg diberikan. Bahkan
mereka mampu mengorganisir KBG nya,
baik kegiatan rohani maupun
jasmani. Merekam mampu mengatur diri
sendiri, dan meremajakan
kepengurusan di tingkat KBG secara
bergantian. DPP juga demikian,
ketua2 bidang dpt berkomunikasi dgn
baik sesuai tugas, dan program yg
direncanakan
b. Apa saja kekuatan dan kelemahan
serta peluang yang romo lihat dalam
diri para pemimpin pastoral
tersebut?
Jawab:
Kekuatan : kerjasama antar pengurus
dan umat di KBG – umat paroki
baik, komunikasi saling mendengarkan
berjalan baik, serta kesediaan,
utk melaksanakan tugas dan ketaatan
kepada pimpinan, juga ada rasa
tanggung jawab.
Kelemahan : komunikasi terkadang
meyebabkan org salah paham,
menggunakan medsos dgn bhs yg tidak
santun, rangkap tugas sehingga
tugas tidak focus/ terbagi-bagi.
Peluang : tenaga-tenaga fungsionaris
pastoral adalah org2 yg potensial,
shg bila didekati secara personal
pasti akan menghasilkan pemimpin
yg peduli thd paroki, lingk dan KBG.
Selain itu factor usia termasuk
org2 produktif shg bisa memikirkan
sesuatu yg menghasilkan dari segi
ekonomi, pendidikan, dan social.
c. Apa saran romo agar para pemimpin
pastoral dapat memberikan
pelayanan dan pemberdayaan umat
secara maksimal seperti yang
diteladankan oleh Yesus Kristus Sang
Gembala kita?
Jawab:
Harus menjadi teladan, gaya hidup
sederhana, rendah hati,
tidak pilih kasih dalam pelayanan,
murah hati, tidak ingat diri sendiri
(egois), memprioritaskan kegiatan
paroki daripada permintaan dari luar
(perorangan).
IV. Tahun 2015 : Memancarkan Wajah
Kristus Melalui Pembangunan
Ekonomi Umat.
Tentang KBG dan Pemberdayaan Ekonomi
Umat :
Jawab:
Kelemahan : kurang berdaya tahan,
sikap mudah menyerah, kerja tidak
sampai tuntas.
Kekuatan : potensi umat untuk
menghasilkan sesuatu secara ekonomis
ada, adanya semangat gotong-royong,
ada tekad utk maju.
b.Apa peluang dan tantangan dalam
pemberdayaan ekonomi umat?
Jawab:
Peluang : lapangan kerja tersedia,
jalan menuju pemberdayaan terbuka
melalui proyek-proyek PSE tingkat
keuskupan maupun nasional,
tersedianya tenaga ahli utk
pemberdayaan ekonomi.
Tantangan : sifat malas diri, kurang
inisiatif untuk menanggapi peluang,
tergoda untuk cepat berhasil hasil
tanpa melalui proses.
c.Apa usul saran romo untuk
pemberdayaan ekonomi umat?
Jawab:
Membentuk kelompok usaha, mengajukan
proposal
pemberdayaan ke keuskupan dan
nasional, pengelolaan keuangan secara
profesional, hemat dan rajin
menabung.
Tentang CU / Koperasi :
a. Bagaimana memberdayakan ekonomi
umat melalui CU dan Koperasi
di paroki ini?
Jawab:
Belum ada CU, ttp byk umat yg
menjadi anggota koperasi.
Koperasi ini mjd jalan utk membantu
umat menghidupi ERT, dan
pendidikan anak2.
b. Apa kekuatan dan kelemahan dalam
mengumatkan CU dan Koperasi
di paroki ini ?
Jawab :
Kekuatan : umat merasa terbantu
secara ekonomi, merasa senasib-
sepenanggungan.
Kelemahan : beban ekonomi/ hidup
terlalu tinggi sehingga belum bisa
bergabung dalam koperasi, belum tahu
manfaat koperasi, gaya hidup
boros.
c. Apa peluang dan tantangan yang
memungkinkan CU/Koperasi bisa
Jawab:
Jumlah umat yg besar, jumlah tenaga
produktif banyak, lapangan kerja
tersedia.
Tantangan : mentalitas santai, gaya
hidup konsumeristis.
Tentang Dasopen (Dana Solidaritas
Pendidikan) :
a. Bagaimana keterlibatan umat di
paroki ini berkaitan dengan gerakan
Dasopen?
Jawab:
Belum semua, tetapi sudah banyak yg
terlibat (melalui amplop
Dasopen)
b. Apa kekuatan dan kelemahan dalam
mengumatkan gerakan Dasopen
di paroki ini ?
Jawab:
Kekuatan: adanya semangat memberi
karena peduli terhadap yg
berkekuarngan
Kelemahan : sikap ingat diri karena
merasa tidak membutuhkan.
c. Apa peluang dan tantangan yang
memungkinkan semua umat terlibat
aktif dalam gerakan Dasopen di
paroki ini ?
Jawab:
Peluang : jumlah umat yg besar bisa
mendukung dana pendidikan,
sebagain besar umat paroki termasuk
klp pekerja (produktif), umat yg
datang dari luar paroki dan
keuskupan berpotensi sebagai donator.
Tantangan : sikap ingat diri karena
merasa tidak membutuhkan,
konsumeristis, tawaran2 hidup yg
berdaya goda tinggi.
d. Apa usul saran romo agar Dasopen
ini menjadi gerakan seluruh umat
di paroki ini ?
Jawab: Dasopen mesti focus kepada
anak2 dari keluarga katolik yg
bersekolah di sekolah katolikTentang
Devisi Pariwisata, Pertanian dan Kelautan:
a. Bagaimana keterlibatan umat dalam
memberdayakan ekonomi umat di
bidang pariwisata, pertanian dan
kelautan?
Jawab:
b.Apa kekuatan dan kelemahan yang
dihadapi dalam memberdayakan
ekonomi umat melalui pariwisata,
pertanian dan kelautan?
Jawab: -
c.Apa peluang dan tantangan dalam
mewujudkan pemberdayaan
ekonomi umat di sektor pariwisata,
pertanian dan kelautan?
Jawab: -
d.Apa saran romo untuk mewujudkan
pemberdayaan umat di sector
pariwisata, pertanian dan kelautan?
Jawab:
Tahun 2016 : Memancarkan Wajah
Kristus Melalui Keluarga
Katolik?
a. Bagamana pelaksanaan pendampingan
keluarga di paroki ini ? Apakah
berjalan baik dan apa permasalahan
yang dihadapi oleh Tim Pendamping
Keluarga?
Jawab:
Pelaksanaan pendampingan kasuistik,
bila ada masalah baru
ada pendampingan secara personal
dari pastor. Paroki belum memiliki
tim pendampingan keluarga. Yg ada
tim KPP yg dikoordinir oleh Sie
Keluarga.
b. Apa saja yang menjadi kekuatan
dan kelemahan keluarga-keluarga
katolik di paroki ini yang berdampak
pada kurangnya penghayatan akan
nilai-nilai Sakramen Perkawinan?
Jawab:
Kekuatan : kesetiaan pasutri,
kerukunan, relasi yg baik suami-istri dan
anak-anak
Kelemahan : ada KDRT dlm arti fisik
dan verbal, tidak saling
mendengarkan, kurang pengampunan
satu dengan yg lain.
c. Peluang dan tantangan apa saja
yang bisa dimanfaatkan untuk
membangun keluarga bahagia dan
sejahtera, lahir dan batin?
Jawab:
Peluang : tersedianya tenaga dari
umat yg bisa mendampingi keluarga2
yg bermasalah, program2 dari Puspas
yg memberi kesempatan untuk
pembekalan bg pasutri, dan juga
lewat kelompok2 seperti ME, Tulang
Rusuk, dst.
d. Apa usul saran romo untuk
membantu tim pendamping keluarga agar
dapat menjalankan pendampingan
keluarga dengan baik, dan juga kepada
keluarga-keluarga katolik agar dapat
menghayati nilai-nilai perkawinan
sebagai Sakramen?
Jawab:
Supaya setiap paroki dibentuk tim
pendamping keluarga,
bagi keluarga2 supaya terus merawat
kesetiaan lewat tinggal bersama,
melaksanakan aktifitas keluarga
secara bersama, perlu menghadirkan
tenaga ahli (psikolog) dalam
menangani keluarga yg bermasalah.

Komentar
Posting Komentar