Pembukaan Sinode IV Meriah



PEMBUKAAN  Sinode IV Keuskupan Denpasar Minggu sore 26 November 2017 berlangsung meriah. Rangkaian   acara pembukaan itu berlangsung di Gereja Maria Bunda Segala Bangsa Kampial Nusa Dua usai perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh Bapa Uskup Denpasar Mgr. DR. Silvster San,Pr. 
       Yang  sungguh membahagiakan kita semua, Gubernur Bali Made Mangku Pastika memenuhi janjinya untuk hadir  dan membuka Sinode IV  sesuai dengan janjinya kepada  Panitia saat audiensi beberapa waktu lalu. Hadir pula dalam pembukaan Sinode IV ini Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia Eusebius Binsasi dan sejumlah pejabat serta pimpinan lembaga dan organisasi  kemasyarakatan.
      Acara pembukaan diawali dengan pementasan tarian  selamat datang yang dibawakan oleh Orang Muda Katolik  Paroki Babakan dilanjutkan dengan Laporan Ketua Umum Sinode IV  RD.Herman Yoseph Babey. Salah satu penekanan dalam laporannya adalah bahwa meskipun umat katolik di Bali dan NTB hanyalah kawanan kecil tetapi Gereja Katolik  merupakan bagian integral  dari NKRI bersama komponen masyarakat  beragama lainnya. Gereja selalu memandang bahwa yang lain sebgai satu saudara yang bersama-sama memiliki  semangat besar dalam memajukan bangsa dan negara yang berazaskan pancasila, dituntun oleh UUD 1945, menjunjung tinggi spirit Bhineka Tunggal Ika serta menegakkan NKRI.
     Bapa Uskup Denpasar berkenan menyampaikan sambutan pada kesempatan pembukaan  Sinode IV ini. Bapa Uskup  mengapresiasi kehadiran Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI  serta  para undangan dan peserta Sinode IV yang meluangkan waktu untuk hadir dalam acara akbar ini. Khusus kehadiran pengurus FKUB dan para pimpinan organisasi keagamaan di Bali  Bapa Uskup mengatakan kehadiran teman-teman dari FKUB dan organisasi keagamaan seperti MUI, PHDI, Walubi dan lain-lain merupakan  bukti nyata bahwa kita bisa  membangun kebersamaan untuk mewujudkan Bali Mandara.
      Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI Eusabius Binsasi juga berkenan memberikan sambutan  dalam kesempatan berharga ini.  Ia menyampaikan  bahwa kehadiran dirinya  adalah sebagai simbol hadirnya negara dan sebagai bentuk sinergisitas  antara pemerintah dan Gereja Katolik. Ia memuji tema Sinode IV yang disebutnya luar biasa. Ia mengapresiasi penentuan tema yang mencerminkan Gereja  yang dalam situasi bangsa dewasa ini harus beriman tangguh, mandiri dan mampu bersaksi  dalam masyarakat majemuk.
       Sebagai puncak  acara pembukaan  adalah sambutan Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Ia menyambut  dan mendukung Sinode IV untuk merumuskan arah karya pastoral, visi dan misi Keuskupan Denpasar. Ia mengapresiasi tema Sinode IV Keuskupan Denpasar yakni “Menjadi Gereja yang Beriman Tangguh, Mandiri, dan Mampu Bersaksi dalam Masyarakat majemuk”. Gubernur minta agar di tengah perkembangan global yang semakin kompleks umat beragama di Bali termasuk umat katolik  bisa mewujudkan kehidupan yang harmonis.    
      Gubernur mengajak seluruh umat beragama untuk menjauhkan sikap eksklusif dan senantiasa menumbuhkan sikap hidup yang inklusif. Ia minta agar umat  katolik meneladani sikap hidup Yesus Kristus. Usai memberikan sambutan Gubernur  Bali didampingi Bapa Uskup dan Dirjen Bimas Katolik membuka Sinode IV  dengan pemukulan Gong  empat kali sebagai symbol Sinode IV diiringi dengan mars  “Raih Masa Depan Cerah”. ***gus

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paroki St. Antonius Padua Ampenan

Paroki Maria Bunda segala Bangsa Nusa Dua

Menjadi Gembala “Berbau” Domba