Pembukaan Sinode IV Meriah
Yang sungguh membahagiakan kita semua, Gubernur Bali Made Mangku Pastika memenuhi janjinya untuk hadir dan membuka Sinode IV sesuai dengan janjinya kepada Panitia saat audiensi beberapa waktu lalu. Hadir pula dalam pembukaan Sinode IV ini Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia Eusebius Binsasi dan sejumlah pejabat serta pimpinan lembaga dan organisasi kemasyarakatan.
Acara pembukaan diawali dengan pementasan tarian selamat datang yang dibawakan oleh Orang Muda Katolik Paroki Babakan dilanjutkan dengan Laporan Ketua Umum Sinode IV RD.Herman Yoseph Babey. Salah satu penekanan dalam laporannya adalah bahwa meskipun umat katolik di Bali dan NTB hanyalah kawanan kecil tetapi Gereja Katolik merupakan bagian integral dari NKRI bersama komponen masyarakat beragama lainnya. Gereja selalu memandang bahwa yang lain sebgai satu saudara yang bersama-sama memiliki semangat besar dalam memajukan bangsa dan negara yang berazaskan pancasila, dituntun oleh UUD 1945, menjunjung tinggi spirit Bhineka Tunggal Ika serta menegakkan NKRI.
Bapa Uskup Denpasar berkenan menyampaikan sambutan pada kesempatan pembukaan Sinode IV ini. Bapa Uskup mengapresiasi kehadiran Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI serta para undangan dan peserta Sinode IV yang meluangkan waktu untuk hadir dalam acara akbar ini. Khusus kehadiran pengurus FKUB dan para pimpinan organisasi keagamaan di Bali Bapa Uskup mengatakan kehadiran teman-teman dari FKUB dan organisasi keagamaan seperti MUI, PHDI, Walubi dan lain-lain merupakan bukti nyata bahwa kita bisa membangun kebersamaan untuk mewujudkan Bali Mandara.
Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI Eusabius Binsasi juga berkenan memberikan sambutan dalam kesempatan berharga ini. Ia menyampaikan bahwa kehadiran dirinya adalah sebagai simbol hadirnya negara dan sebagai bentuk sinergisitas antara pemerintah dan Gereja Katolik. Ia memuji tema Sinode IV yang disebutnya luar biasa. Ia mengapresiasi penentuan tema yang mencerminkan Gereja yang dalam situasi bangsa dewasa ini harus beriman tangguh, mandiri dan mampu bersaksi dalam masyarakat majemuk.
Sebagai puncak acara pembukaan adalah sambutan Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Ia menyambut dan mendukung Sinode IV untuk merumuskan arah karya pastoral, visi dan misi Keuskupan Denpasar. Ia mengapresiasi tema Sinode IV Keuskupan Denpasar yakni “Menjadi Gereja yang Beriman Tangguh, Mandiri, dan Mampu Bersaksi dalam Masyarakat majemuk”. Gubernur minta agar di tengah perkembangan global yang semakin kompleks umat beragama di Bali termasuk umat katolik bisa mewujudkan kehidupan yang harmonis.
Gubernur mengajak seluruh umat beragama untuk menjauhkan sikap eksklusif dan senantiasa menumbuhkan sikap hidup yang inklusif. Ia minta agar umat katolik meneladani sikap hidup Yesus Kristus. Usai memberikan sambutan Gubernur Bali didampingi Bapa Uskup dan Dirjen Bimas Katolik membuka Sinode IV dengan pemukulan Gong empat kali sebagai symbol Sinode IV diiringi dengan mars “Raih Masa Depan Cerah”. ***gus
Komentar
Posting Komentar