Gubernur: Meski Kawanan Kecil, Orangnya Hebat-Hebat
Mangku Pastika menekankan saat ini, Bali sedang mengalami transformasi sosial budaya, baik karena factor eksternal. Fenomena ini tentu berpengaruh pada eksistensi kerukunan hidup umat beragama. Berbagai nilai moderenitas yang berkembang sangat berpotensi menimbulkan gangguan dan ancamanterhadap keharmonisan dan kerukunan umat beragama di Bali. “Salah satunya adalah sikap eksklusif. Sikap ini harus dihindari karena akan menjauhkan seseorang atau kelompok, bahkan umat beragama dari lingkungan sosial,”ujarnya.
Untuk itu mantan Kapolda NTT ini menyambut baik dan mengapresiasi Sinode IV Keuskupan Denpasar sebagai wahana strategis untuk mengevaluasi program pembinaan umat. Sekaligus merumuskan program lima tahun ke depan. “Mari terus kita tumbuhkan budaya hidup menyama braya, budaya hidup bersaudara dalam perbedaan karena jika perbedaan itu dikelola dengan baik akan muncul harmoni, kedamaian, kerukunan dan akhirnya memberi manfaat besar bagi kesejahteraan umat,”tandas Mangku Pastika. ***
Komentar
Posting Komentar