Gereja Harus Jadi Garam dan Terang Dunia
Saat menjadi nara sumber hari kedua Sinode IV Keuskupan Denpasar Bapa Uskup katakana, dalam kitab suci perjanjian baru sering berbicara tentang gereja lokal. Namun gereja lokal bukanlah sebagian dari gereja universal. Sebaliknya, gereja lokal justru menampakan gereja universal atau dengan kata lain gereja universal nampak seutuhnya dalam gereja lokal. Dengan demikian, gereja lokal mempunyai macam-macam bentuk, yaitu Keuskupan, Paroki, Stasi, Lingkungan dan KBG.
Bapa Uskup katakana, sesungguhnya iman adalah tanggapan manusia atas Allah yang mewahyukan diri-Nya. Iman dapat diartikan sebagai sikap penyerahan diri manusia secara total dalam perjumpaan pribadi dengan Allah. Namun perlu disadari juga bahwa iman bukanlah usaha manusia semata - mata dengan akal budi dan kehendaknya. Iman adalah pemberian atau karunia yang dianugerahkan oleh Allah kepada kita melalui Roh Kudus. Iman merupakan rahmat yang diberikan oleh Allah kepada manusia secara gratis. Karena itu, amat penting untuk selalu berdoa meminta karunia iman dari Allah dan memohon pertolongan Roh Kudus untuk meneguhkan dan mengembangkan iman kita sehingga menjadi tangguh. Tangguh berarti sukar dikalahkan.
Menurut Bapa Uskup beriman tangguh dimaksudkan iman seseorang yang sungguh kuat, tidak terpengaruh apapun dan siapapun sampai kapanpun dan dalam kodisi apapun. Orang beriman tangguh adalah orang yang hidupnya berpusat pada Kristus serta mempunyai hubungan intim dan personal dengan-Nya. Dia mengutamakan Allah dalam segala hal dan tanpa Allah dia tidak dapat melakukan apa-apa.
Secara lebih pribadi, ketangguhan iman itu diuji dalam kesetiaan suami-isteri yang mengucapkan janji setia di depan altar, kesetiaan biarawan- biarawati yang menghayati tiga kaul kebiaraan, yaitu ketaatan, kemiskinan dan kemurnian. Kalau perlu menjadi martir, maka memang haruslah demikian. Dalam iman yang beginilah kita hidup dan mati.***
Komentar
Posting Komentar