50 TAHUN IMAMAT P.SUBHAGA (9)
Menimba Ilmu di Kampus Pradnyawidya
Yogyakarta
Tiga tahun mengabdi sebagai Pastor Pembantu Paroki
Palasari 1970-1973, Pater Servasius Subhaga, SVD dikirim ke Sekolah Tinggi
Kateketik Pradnyawidya Yogyakarta untuk menimba ilmu kateketik. Bapa Uskup
Denpasar waktu itu Mgr. Antonius Tjijssen, SVD memandang perlu ada seorang imam
yang memiliki pengetahuan kateketik. Beliau pun mengirim Pater Servas yang
adalah imam sulung di Keuskupan Denpasar.
Pater Servas terdaftar sebagai mahasiswa STKat
Pradnyawidya Yogyakarta di tingkat sarjana muda lengkap sesuai surat keterangan
No. 002/Sekr./VIII/73 tanggal 28 Agustus 1973 yang ditandatangani oleh Wakil
Direktur J. Setyakarjana,SJ. Dalam surat keterangan itu juga dijelaskan bahwa
Pater Servas Subhaga, SVD mendapatkan dispensasi kuliah pada tingkat Sarjana
Muda Lengkap. Dispensasi ini dengan pertimbangan bahwa Pater Servasius Subhaga
telah memiliki ijasah Sekolah Tinggi Filsafat/Teologi dan telah menjabat
sebagai pastor.
Dengan memperoleh dispensasi tingkat sarjana muda lengkap
maka Dewan Pimpinan Sekolah Tinggi Kateketik Pradnyawidya di Yogyakarta
menerbitkan ijasah Sarjana Muda Lengkap. No. Ijasah 277 dan No. Pokok 744.
Pemberian ijasaj ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia tanggal 31 Desember 1969 No. 0170/1969 yang
memberikan kepada Sekolah Tinggi Kateketik Pradnyawidya status sama dengan
perguruan tinggi swasta diakui sebagai yang dimaksud dalam pasal 27
Undang-Undang No. 22 tahun1966. Dalam ijasah itu diterangkan bahwa Servasius I
Nyoman Rongsong Subhaga pada tanggal 20 Agustus 1973 telah lulus ujian tingkat
Sarjana Muda II (Lengkap) pada Sekolah Tinggi Kateketik Pradnyawidya Yogyakarta.
Pater Servas diberikan semua hak yang berlaku untuk.Sarjana Muda II (Lengkap).
Ijasah Sarjana Muda II (Lengkap) itu ditandatangani pada 20 Agustus 1973 oleh
Rektor STKat Pradnyawidya Dr. R. Hardawirjana,SJ, Urusan Tingkat Sarjana Muda
J. Setyakarjana,SJ dan Sekretaris Th. Soeratman,B.A.
Ujian Sarjana Muda II (Lengkap) ini mengenai mata
pelajaran Kitab Suci, Dogma, Kateketik, Pancasila, Psikologi, Moral/Etika dan
Bahasa Inggeris. Juga telah ditempuh tentamen/test dalam mata pelajaran
liturgi, sejarah gereja, riset, parokialia, spiritualitas, mengajar dan paper.
Pada tanggal 26 Pebruari 1974 Pater Servasius melakukan
registrasi mahasiswa program doktoral di STKat Pradnyawidya Yogyakarta. Ia
memilih jurusan kateketik dengan nomor pokok 32/S. Pater Servas langsung
diterima di tingkat IV. Selama kuliah di Yogyakarta Pater Servas tinggal di
Pastoran Katolik Jalan P. Senopati 20 Yogyakarta. Saat ini adalah Paroki Santo
Fransiskus Xaverius Kidul Loji. Biasanya lebih dikenal sebagai Gereja Kidul
Loji. Saat Sekretaris Paroki Kidul Loji Maria Agnes Indah dihubungi untuk
konfirmasi tentang Pater Servas tinggal di Pastoran Kidul Loji, ia mengaku
tidak tahu dan tidak pernah mendengar. Para imam yang bertugas di paroki Kidul
Loji adalah imam praja. Pegawai paroki juga orang baru.
Pater Servasius Subhaga, SVD menempuh kuliah doktoral
dari Pebruari 1974 sampai dengan Maret 1976. Pater Servas mengikuti ujian
negara dengan Nomor Ujian: 03/1976.S. Nomor Induk Registrasi Mahasiswa (NIRM)
31351/K.XV/C/73 dan No. Pokok:32/S. Pater Servasius Subhaga menempuh ujian
negara tahun 1976 yang diselenggarakan oleh pihak Depertemen Pendidikan dan
Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi c.q. Koordinator Perguruan
Tinggi Swasta Wilayah IV di Yogyakarta bersama Fakultas Filsafat Universitas
Gadjah Mada. Pater Servas dinyatakan lulus pada 8 Maret 1976.
Melalui surat No: 92/Sekr./V/ 76 perihal penyerahan
kembali mahasiswa pdk. tertanggal 1Mei 1976 yang ditujukan kepada Mgr. A.M.
Tjijssen,SVD Wakil Rektor I Sekolah Tinggi Kateketik Pradnyawidya J.
Setyakarjana,SJ mengembalikan Pater Servas Subhaga kepada Uskup Denpasar. Wakil
Rektor STKat Pradnyawidya dalam surat itu menulis, “Kami sangat berterima kasih
kepada Pdk, karena telah mempercayakan kepada Sekolah Tinggi kami, guna
mendidik serta menambah kecakapannya di bidang kateketik. Untuk itu tak lupa
kami ucapkan banyak terima kasih”. Dengan surat pengembalian Pater Servas yang
ditujukan kepada Bapa Uskup Denpasar maka terjawab bahwa Pater Servas kuliah di
STKat Pradnyawidya dikirim oleh Uskup Denpasar.
Komentar
Posting Komentar