Soverdia “Belajar Bersama”


SABTU, 20 Januari 2018  Paguyuban Soverdia menggelar “belajar bersama” di Wisma Soverdi Kepundung. Kegiatan ini sebenarnya merupakan “visitasi” atau kunjungan resmi pimpinan SVD Provinsi Jawa untuk memperkenalkan keluarga besar SVD Provinsi Jawa kepada Paguyuban Soverdia Paroki Santo Yoseph Denpasar. Hadir sebagai pembicara utama Rm. Yohanes I Wayan Marianta, SVD selaku perwakilan pimpinan SVD Provinsi Jawa. Turut hadir pula Rm. Yan Madya, SVD selaku Pastor Paroki dan Rektor SVD Distrik Bali-Lombok.
        Kegiatan ini dimulai pada pukul 19.00 diawali dengan doa pembuka. Selanjutnya, Rm. Wayan dengan lugas dan penuh canda menyampaikan beberapa materi pengenalan sehingga segenap anggota Soverdia menyimak dan semakin paham tentang keluarga besar SVD Provinsi Jawa. Berturut-turut, Rm. Wayan memperkenalkan sejarah singkat, pimpinan dan pengurus, jumlah konfrater, rumah retret, cakupan wilayah, misi ke dalam (ad intra) dan ke luar (ad extra), serta hal penting lainnya.
        Sejarah singkat pendirian SVD Provinsi Jawa dimulai sejak kedatangan misionaris pertama SVD di Pulau Bali, yaitu pada 1935 oleh P. J. Kersten, SVD yang selanjutnya diteruskan oleh P. Simon Buis, SVD. Jauh sebelum itu, di Lombok bahkan di Nusa Tenggara Timur telah hadir para misionaris awal SVD. Secara resmi, SVD Provinsi Jawa baru berdiri pada 1957. Rm. Wayan menyinggung bahwa Keuskupan Denpasar menggunakan tahun 1935 sebagai patokan hari jadinya pada dasarnya merupakan tahun kedatangan misionaris pertama SVD sekaligus masa-masa awal perkembangan Gereja Katolik di tanah Bali.
         Dari segi cakupan wilayah, SVD secara garis besar di Indonesia terbagi menjadi empat provinsi, yaitu Provinsi Jawa, Ende, Ruteng, dan Timor. Provinsi Jawa merupakan provinsi SVD paling luas dengan wilayah hampir setengah Indonesia (Indonesia Barat ditambah Bali-Lombok). Itulah mengapa pengorganisasian SVD Provinsi Jawa paling kompleks. SVD Provinsi Jawa berkarya di paroki-paroki seperti Sumatera Utara, Kalimantan Barat hingga Timur, Jakarta, Surabaya, serta Bali dan Lombok. Selain itu, SVD Provinsi Jawa memiliki rumah retret yang cukup banyak sehingga Rm. Wayan mengajak keluarga besar Soverdia apabila ingin berkunjung ke paroki atau wilayah karya SVD Provinsi Jawa dapat menginap di rumah-rumah retret tersebut yang terletak di pusat kota maupun di pelosok.
       Secara khusus, Rm. Wayan menyinggung bahwa dalam struktur SVD Provinsi Jawa terdapat lima bidang, yaitu empat bidang yang dimiliki oleh semua provinsial SVD (pewartaan kitab suci, animasi misi, komunikasi, dan keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan) serta ditambah satu bidang, yaitu keluarga. Beliau menambahkan bahwa dalam SVD dikenal istilah “konfrater” yang artinya “sesama saudara” sehingga seyogyanya dalam keluarga besar SVD – termasuk Soverdia – harus akrab dengan istilah ini.
        Selain itu, beliau menyinggung misi ke dalam dan ke luar SVD. Rm. Wayan mengingatkan bahwa SVD adalah serikat misi, sehingga keluarga besar Soverdia pun turut menjadi misionaris atau – dalam bahasa resminya – rekan kerja SVD yang harus tahu misi SVD itu sendiri. Misi ke dalam SVD dijabarkan dalam lima poin utama, yaitu spiritualitas, komunitas, kepemimpinan, keuangan, dan formasi (pendidikan). Untuk misi ke luar, SVD Provinsi Jawa menekankan pada dua poin, yaitu pada keluarga dan kaum muda serta keutuhan ciptaan.*** Joshua Jolly SC


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paroki St. Antonius Padua Ampenan

Paroki Maria Bunda segala Bangsa Nusa Dua

Menjadi Gembala “Berbau” Domba