Rekaman Dari Arena Raker DPP Pleno Hari Pertama


Catatan Redaksi:
Semua tulisan  laporan Raker ini adalah hasil tulisan bersama Agus G. Thuru, 
Joshua, Septian, dan Natalia. Diedit  seperlunya oleh Agust G Thuru. (Foto: Agus Thuru)

MENGAWALI tahun 2018, Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Yoseph Denpasar menyelenggarakan rapat kerja (Raker) perdananya sejak Jumat, 26 Januari 2018 hingga Sabtu, 27 Januari 2018 yang bertempat di Kompleks Biara SVD Tuka.  Raker ini memang me-
rupakan yang pertama kali sejak DPP dilantik pada Mei 2016. Seluruh fungsionaris pastoral di Paroki Santo Yoseph Denpasar diundang dalam raker ini, mulai dari pengurus KBG (ketua, sekretaris, dan bendahara), para ketua lingkungan dan stasi, perwakilan kelompok kategorial, hingga pengurus DPP Pleno.
         Antusiasme seluruh fungsionaris pastoral ini tampak dalam kehadirannya meskipun Raker ini baru pertama kali dilaksanakan. Tidak hanya fungsionaris pastoral dalam lingkup paroki, bahkan Pembina Masyarakat (Pembimas) Katolik Kementerian Agama Kantor Wilayah (Kanwil) Provinsi Bali, Drs. Lodovikus Lena serta Direktur Pusat Pastoral (Puspas) Keuskupan Denpasar, RD. Herman Yoseph Babey turut ha-
dir dan mengapresiasi pelaksanaan raker ini.
         Raker hari pertama diwarnai dengan kejadian listrik padam sehingga acara yang semula dijadwalkan mulai pada pukul 17.00 wita menjadi molor hingga pukul 18.00 wita.  Raker diawali dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Ketua Seksi Katekese,  Nicodemus Hong. Selanjutnya, seluruh peserta Raker menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Paulin yang adalah Sekretaris DPP.
        Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ketua 1 BPI DPP Yohanes Ngamal memberikan sambutannya. (Baca: Harus Dengan Kerja Keras).  Selanjutnya, Pembimas Katolik Drs. Lodovikus Lena memberikan sambutan (Baca: Indonesia Bukan Negara Agama). Ia juga didaulat untuk membuka Rapat Kerja secara resmi.
           Acara berikutnya pemaparan input dari narasumber RD. Herman Yoseph Babey yang dimoderatori oleh Ketua BPU DPP Yusdi Diaz. Secara umum, Rm. Babey menginformasikan tentang karya pastoral Keuskupan Denpasar pada 2018, yakni “Kepemimpinan Pastoral”. Secara khusus, beliau menyinggung materi tentang “Kepemimpinan Pastoral: Gembala Yang Berbau Domba”.(Baca: Kepemimpinan Pastoral, Antara Domba dan Gembala). 
        Setelah bersantap malam, sampailah pada sesi terakhir, yaitu penyampaian laporan keuangan dan hal-hal lain tentang paroki oleh Pastor Paroki Rm. Yan Madia. Namun, sebelum itu dilaksanakan team building atau mini games yang dipandu oleh Ketua BAK DPP John B Weking. Mini games ini terbukti ampuh membuat suasana raker yang semula tegang menjadi ceria dan penuh tawa.
          Saat menyampaikan laporan keuangan Rm. Yan memaparkan situasi konkret keuangan paroki  serta  garis besar tentang apa saja yang akan dikerjakan pada tahun 2018, terutama tentu saja berpijak dari tema “Kepemimpinan Pastoral”. Hal pertama yang disampaikan adalah laporan keuangan paroki tahun 2017 yang disampaikan ibu Fenny mewakili DKP. Ia membacakan laporan keuangan singkat selama satu tahun yang lalu. Setelah itu, Rm. Yan mengingatkan agar semua umat Paroki Santo Yoseph mau bergandengan tangan bersama dalam melaksanakan Visi dan Misi Gereja. 
         Dari laporan tersebut, beberapa peserta raker menanyakan beberapa hal yang pada intinya mempersoalkan letak beberapa pos keuangan. Menurut beberapa lingkungan, ada beberapa pos yang tidak tercantum atau tidak sesuai dalam laporan tersebut, seperti biaya pembubaran panitia, pengembalian dana dari panitia, iuran wajib pembangunan Griya Bhakti Pastoral, sumbangan, pinjaman kepada karyawan, hingga kantong kolekte waktu pernikahan.
       Menanggapi pertanyaan ini, Rm. Yan tidak menampik bahwa laporan keuangan tersebut tidak seideal yang diinginkan. Memang, laporan tersebut sesuai dengan data, namun cara pengelolaan dana selama ini tidak akuntabel. Rm. Yan meminta maaf karena laporan kali ini belum terbentuk sebagaimana mestinya. Idealnya, segala macam biaya yang dikeluarkan panitia harus disusun dalam RAB (rancangan anggaran belanja) sehingga tidak perlu dipersoalkan lebih lanjut. Selain itu, setiap kelompok kategorial seharusnya melaporkan keuangannya selama satu periode. Mengingat Raker ini merupakan yang pertama kali, Rm. Yan meminta maaf tidak bisa melaporkan secara detail.
         Secara khusus, berkaitan dengan kantong kolekte waktu pernikahan beda Gereja hingga beda agama, hal ini tidak terlalu dipermasalahkan mengingat hal ini merupakan kekhasan Gereja Katolik dan sifatnya sukarela. Sebelum berlanjut, Rm. Yan kembali mengingatkan kesepakatan Paroki tentang Credit Union Santo Yoseph. CU sudah berdiri kurang lebih lima bulan. CU merupakan kesepakatan umat bersama dan sudah diresmikan oleh Bapak Uskup. CU merupakan perwujudan dari Kisah Para Rasul, “yang punya yang memberi, yang tidak punya mencari”. Dalam waktu dekat ini, CU akan menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) perdananya pada 7 Februari 2018.
           Setelah berbagai pertanyaan dan masukan, Rm. Yan mengingatkan kembali beberapa hal, seperti kepanitiaan pembangunan Griya Bhakti Pastoral yang akan dirombak ke depan serta pembentukan Panitia Pesta Emas Tahbisan Imamat Rm. Servatius Subhaga, SVD. Sesi dari Pastor Paroki berakhir dan Raker hari pertama ini ditutup dengan ibadat penutup (completorium) yang dipandu oleh Yohana Lintina dan ditutup dengan berkat oleh Rm. Yan pada pukul 22.00 wita.**gus/jo/sep/nat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paroki St. Antonius Padua Ampenan

Paroki Maria Bunda segala Bangsa Nusa Dua

Menjadi Gembala “Berbau” Domba