Wawancara Dengan Pastor Paroki St. Maria Ratu Rosari Gianyar Rm Dominikus I Gusti Bagus Kusumawanta Pr
Hari Tanggal: 26 Oktober 2017
Tempat: Pastorak Sanmari Gianyar
Nara Sumber: Rm Dominikus I Gusti
Bagus Kusumawanta Pr
Pewawancara: Laurensius Sogen
A. TENTANG KBG :
1. Bagaimana romo melihat KBG-KBG di
paroki romo dalam hal jumlah
KK dalam sebuah KBG, keaktifan para
anggota KBG dalam kegiatan
KBG, factor kedekatan baik jarak
maupun relasi antar anggota KBG dan
kegiatan-kegiatan apa saja yang
biasa dilakukan dalam sebuah KBG-
KBG tersebut?
Jawaban:
KBG belum menjadi cara hidup baru
dalam menggereja
di Paroki Sanmari Gianyar. Salah
satu sebab adalah pemahaman KBG
itu sendiri belum menjadi suatu
habitus. KBG masih dimengerti sebagai
suatu kelompok basis. Perihal jumlah
KK ada yang sudah melampaui
batas 10-15 kk maka perlu
pengembangan (ini tidak mudah). KBG lebih
dipahami bukan jarak berdekatan
tetapi relasi antar KK. Maka terjadi
melewati batas teritorial
Lingkungan. Kegiatan yang dilakukan seperti:
Ibadat Sabda, Ekaristi, Pertemuan
Sosial: arisan dan bahas masalah
lingkungan, anggota yang sakit dan
sebagainya.
2. Bagaimana penilaian romo tetang
praktek hidup menggereja melalui
KBG di paroki Gianyar ?
Jawaban :
Praktek hidup menggereja melalui KBG
di Paroki
Gianyar masih jauh dari harapan.
Namun dasar untuk berkembang sudah
ada seperti kebiasaan berkumpul
dalam KBG dan berdoa ada meski
pemahaman belum optimal.
3. Apa yang telah dilakukan romo
selama ini untuk membuat anggota-
KBG juga makin berkualitas dan
trampil?
Jawaban :
Untuk itu perlu ada pelatihan KBG
yang mendalam. Hal ini
belum dilakukan hanya sekedar
penyampaian saja. Pelatihan fasilitator
dilakukan setiap minggu malam pada
bulan Masa Prapaskah, Bulan KS,
Masa Advent. Perlu dilakukan
pelatihan fasilitator dan pendidikan KBG
bagi anggota oleh Paroki dan panitia
KBG keuskupan. (tugas ini belum
terlaksana)
4. Apa saja yangmenjadi kekuatan dan
kelemahan yang dihadapi umat
dan juga yang dihadapi oleh para
petugas pastoral dalam membangun
KBG yang ideal di paroki Gianyar?
Jawaban:
Kekuatan: kemauan dan kerelaan umat
untuk berjumpa
dan berdoa. Semangat melayani dan
bersudara yang tinggi antar umat.
Kelemahan: pemahaman dan pengertian
kurang karena menyangkut
intelektual dan kecakapan dalam
memahami KBG. Maaf umat paroki
Gianyar berpendidikan Dasar dan
Menengah (58,9 % jumlah umat
berpendidikan SD dan SMP lihat
statistik).
5. Apa peluang dan tantangan yang
romo sendiri lihat dalam membangun
KBG yang ideal di paroki Gianyar?
Jawaban:
Peluang: Umat yang semakin bertambah
dan semangat
untuk maju berkembang
Tantangan: pendidikan KBG yang perlu
disederhanakan sesuai
kemampuan daya tangkap umat.
6. Apa usul-saran romo agar dalam
Sinode IV nanti, harapan untuk
membangun KBG yang ideal sebagai
cara baru hidup menggereja dapat
semakin maju di Keuskupan Denpasar?
Jawaban:
KBG harus menjadi way of life umat
maka perlu dibentuk
desk suatu panitia KBG tingkat
keuskupan yang anggotanya terdiri dari
failitator KBG di Paroki-Paroki.
Perlu adanya Pelatihan selama seminggu
untuk memahami KBG yang benar oleh
tim KBG keuskupan yang handal
bukan asal tahu.
B. TENTANG EVALUASI PELAKSANAAN
PASTORAL
KEUSKUPAN DENPASAR TAHUN 2012 -2016
:
I. Tahun 2012 : Memancarkan Wajah
Kristus Melalui Katekese dan
Lembaga Pendidikan Katolik.
1. Tentang Katekese :
a. Menurut romo apakah kegiatan
katekese/pewartaan iman melalui
doa bersama, membaca Kitab Suci,
sharing, rekoleksi dan perayaan
Ekaristi yang dilaksanakan di paroki
Gianyar membuat kehidupan rohani
umat menjadi semakin berkualitas dan
berani bersaksi dalam kehidupan
masyarakat?
Jawaban:
Tentu kegiatan katekese yang
dilaksanakan selama ini
sangat membantu kehidupan rohani
umat menjadi semakin memahami
Kitab Suci dan Ekaristi. Kegiatan
katekese melalui doa bersama dengan
membaca KS sering diadakan di KBG
masing-masing.
b. Hal apa saja yang menjadi
tantangan dalam melaksanakan kegiatan-
kegiatan katekese di paroki Gianyar?
Bagaimana dengan kemampuan
tim fasilitator katekese umat di
paroki Gianyar. Apakah tim fasilitator di
paroki ini juga sering mendapatkan
pembekalan?
Jawaban:
Setiap Minggu dalam bulan pendalaman
iman seperti
masa prapaskah, bulan KS, masa
advent selalu diadakan pembekalan bagi
fasilitator. Oleh karena setiap KBG
kemampuan/kompetensi fasilitator
berbeda – beda maka ada yang
berjalan tapi juga ada yang tidak berjalan
dengan baik.
c. Apa saja usul-saran romo agar
kegiatan-kegiatan katekese umat ke
depan bisa lebih berkualitas,
dialogis dan berdaya ubah?
Jawaban :
Hal yang perlu dilakukan adalah
Bahan/materi pendalaman
iman untuk KBG perlu disesuaikan
dengan konteks umat. Bahasanya
disesuaikan dengan kemampuan umat
sederhana dan jelas. Metode
sebaiknya tidak diubah-ubah supaya
umat sudah terbiasa dengan salah
satu metode yang sesuai. Pilih tema
dari bahan yang dapat menjawabi
kebutuhan umat.
2. Tentang Lembaga Pendidikan
Katolik :
a. Menurut romo apakah Lembaga
Pendidikan Katolik atau Sekolah
Katolik masih menjadi pilihan utama
dari umat di Paroki Gianyar untuk
pendidikan anak-anak mereka? Mengapa?
Jawaban:
Sekolah Katolik masih relevan dan
dicari oleh banyak
umat bahkan masyarakat sebagai
pilihan sekolah favorit. Namun biaya
pendidikan dan tambahan pungutan
lain terlalu banyak sehingga terkesan
mahal. Sekolah Katolik memberikan
pendidikan yang inklusif, tidak
diskriminatid dan mementingkan
kebutuhan anak didik.
b. Apa saja yang menjadi tantangan
dan permasalahan yang dihadapi
oleh para orangtua dalam hal
pendidikan anak-anak?
Jawaban :
Tantangan bagi orang tua dalam
mendidik anak adalah:
tawaran dunia yang menggiurkan
sehingga anak-anak lebih bebas dan
tidak memahami tata krama.
Permasalahannya orang tua berpikir tidak
sesuai dengan pemikiran orang muda.
c. Apakah biaya pendidikan di
Sekolah Katolik masih dikeluhkan
terlalu mahal? Dan apakah di Paroki
Gianyar sudah memanfaatkan dana
DASOPEN bagi anak-anak yang kurang
mampu?
Jawaban:
Sekolah Katolik masih dikeluhkan terlalu
mahal karena
penghasilan umat rata-rata sebatas
UMR Gianyar. Dana Dasopen
bermanfaat dan kami umat Paroki
Gianyar mendapatkankan tidak banyak
dan hanya 3 bulan saja. Sebenarnya
belum berarti banyak membantu
umat kami. Maka kami juga mencari
dana bea siswa untuk mereka
yang tidak mendapatkan Dasopen. Usul
saya agar Dasopen tidak hanya
mengandalkan kolekte dari
paroki-paroki melainkan ada usaha lain yang
dikelola dengan baik.
d. Apa saja usul-saran romo untuk
Lembaga Pendidikan Katolik agar
mampu melaksanakan karya Pendidikan
yang lebih berkualitas, dialogis
dan berdaya ubah?
Jawaban :
Usul untuk LPK: agar mengadakan
perubahan total
terhadap yayasan mengingat kemajuan
sekolah swasta lain dan negeri
yang telah maju. Yayasan Insan
Mandiri perlu memiliki strategi jangka
panjang dan tenaga pendidik yang
handal.
II. Tahun 2013 : Memancarkan Wajah
Kristus Melalui OMK:
1. Tentang Keterlibatan dan
Partisipasi OMK di Paroki Gianyar :
a. Apakah romo mengetahui dan
memahami program kerja Komkep
Keuskupan? Bisa dijelaskan dan jiika
tidak, mengapa?
Jawab:
Jujur saya tidak memahami apa
program kerja Komkep
Keuskupan. Tidak pernah saya mendapatkan
Buku pedoman pembinaan
OMK, kecuali dari KWI saya memiliki
dan membacanya. Saya usul
agar dibuar direktorium setiap
komisi di Puspas Keuskupan Denpasar.
Direktorium adalah semacam pedoman
kerja bagi setiap komisi agar
tercapai tujuan dari komisi
tersebut.
b.Bagaimana implementasi program
kerja Komkep di Paroki
Gianyar ? Apa kekuatan dan
kelemahan, peluang dan tantangan bagi
pastoral OMK?
Jawab:
Program Komkep masih mengarah pada
dimensi selebrasi
dan informasi dengan ceramah. Belum
masuk pada kaderisasi yang
menyiapkan masa depan calon pemimpin
Gereja dan Bangsa
c. Apa saja kegiatan OMK yang
menonjol dan biasa dilaksanakan dan
dampak perubahannya baik Perubahan
dalam hidup rohani dan perilaku setiap hari?
Jawab:
OMK lebh melakukan kegiatan rohani
retret rekoleksi
tentu ada dampaknya. OMK Sanmari
Gianyar aktif terlibat dalam liturgi
Gereja bahkan melayani liturgi ke
paroki lain untuk kegiatan keluar.
Catatan tidak semua OMK terlibat
sekitar 40% yang aktif dari jumlah
keseluruhan.
d. Apakah OMK paroki Gianyar juga
ikut berpartisipasi dalam kegiatan
kelompok masyarakat lain di Luar
Gereja dan apa saja kontribusinya?
Jawab:
OMK yang terlibat dalam masyarakat
melalui organisasi
masyarakat yakni Pemuda Katolik cabang
Gianyar. OMK keterlibatan
hanya di dalam Gereja kalau
perorangan ada sebagai anggota PMI,
kelompok Tanggap Darurat-Bencana.
e. Apa rekomendsi atau saran romo
untuk perkembangan OMK
Keuskupan Denpasar ke depan?
Jawab :
Pertama: buatlah Direktorium sebagai
pedoman arah kerja
komisi kepemudaan. Di dalam
direktorium ada pengurus pleno dan inti,
rapat-rapat, bahan sumber pembinaan
OMK, tim Kaderisasi yang solid.
Kedua: harus ada pengurus Komisi
Kepemudaan yang terdiri dari
2. Tentang Perhatian pada
pendampingan dan pembinaan OMK :
a. Bagaimana perhatian paroki
terhadap pendampingan/ pembinaan OMK?
Jawab:Paroki sangat perhatian dalam
mendampingi OMK. OMK
Sanmari memiliki pendamping yakni
Suster dan seorang Bapak yang
terlibat aktif. Kami juga memberikan
dana khusus untuk pembinaan dan
mensopport mereka dengan
transportasi.
b. Adakah pendamping dan pembinaan
OMK di paroki Gianyar Sejauh
mana peran dan keterlibatan mereka?
Jawab:
Pendampingan berjalan normal dan
sudah ada namun masih
jauh dari harapan karena pembina
belum memahami arah dari seluruh
program pembinaan OMK (yang ini
harus dari Komkep Keuskupan).
3. Peluang dan hambatan yang
dihadapi :
a. Kekuatan dan kelemahan apa yang
dimiliki OMK di paroki Gianyar
dalam kaitannya dengan keterlibatan
dan partisipasi mereka dalam kehidupan menggereja?
Jawab: Kekuatan dari OMK adalah
adanya beberapa orang yang semangat
untuk melayani dan perhatian dari
DPP terhadap OMK.
b. Apa usul sara romo untuk
pengembangan OMK ke depan?
Jawab: Rombak kepengurusan Komisi
Kepemudaan dan bentuknlah
pengurus Komisi Kepemudaan yang
memiliki kompetensi dan hati untuk
OMK. Harus ada orang-orang yang
mampu bekerja untuk pembinaan
seperti: Para Kader pembinaan, Para
Romo-Suster yang memiliki
pengalaman dan hati untuk OMK. Harus
ada Pegangan Pembinaan Baca
Pedoman Pastoral OMK dari Komkep
KWI. Usul saya adalah: setiap
OMK Paroki wajib memiliki pembina
OMK. DPP wajib memberikan
alokasi dana untuk pembinaan OMK.
Pembina OMK wajib memahami
pedoman pastoral OMK. Komisi
kepemudaan wajib memberikan arahan
dan bimbingan tentang pembinaan OMK.
III. Tahun 2014 : Tentang KBG dan
Kepemimpinan Pastoral
a. Bagaimana romo melihat
Kepemimpinan pastoral mulai dari KBG,
Lingkungan sampai pada DPP-DKP di
Paroki Gianyar ?
Jawab:
Kepemimpinan pastoral di KBG belum
memuaskan karena SDM dari umat paroki Gianyar masih kurang.
Kepemimpinan dimulai
dari keberanian untuk menjadi
pemimpin dan kemampuan memimpin.
Pendidikan yang kurang memadai
menyebabkan tidak percaya dalam
dirinya.
b. Apa saja kekuatan dan kelemahan
serta peluang yang romo lihat dalam
diri para pemimpin pastoral
tersebut?
Jawab:
Kekuatan dalam diri pemimpin
pastoral adalah kemauan.
Sedangkan kelemahannya adalah tidak
memiliki kemampuan pengalaman
dalam memimpin secara akademik.
Peluangnya adalah banyak umat
yang semakin mau terlibat.
c. Apa saran romo agar para pemimpin
pastoral dapat memberikan
pelayanan dan pemberdayaan umat
secara maksimal seperti yang
diteladankan oleh Yesus Kristus Sang
Gembala kita?
Jawab:
Perlu ada pendidikan dan laihan
kepemimpinan pastoral. Buatkan
modul pembinaan dan tutornya secara
berkala. Agar pemimpin pastoral
dapat memberikan pelayanan dan
pemberdayaan umat secara maksimal
seperti teladan Yesus Kristus sang
Gembala maka perlu pelatihan bagi
para pemimpin KBG.
IV. Tahun 2015 : Memancarkan Wajah
Kristus Melalui Pembangunan
Ekonomi Umat.
Tentang KBG dan Pemberdayaan Ekonomi
Umat :
1. Bagaimana upaya yang telah
dilakukan berkaitan dengan pemberdayaan
ekonomi umat?
Jawab:
Tentang pemberdayaan ekonomi umat
perlu adanya pelatihan
UKM dan koperasi agar membantu
mengelola ekonomi dengan baik.
Selain itu tidak hanya pelatihan
melainkan juga cara mengelola ekonomi
keluarga dengan baik. Banyak umat
tidak bisa mengelola keuangan
keluarga dengan baik sehingga selalu
berkekurangan.
2. Apa kekuatan dan kelemahan yang
dihadapi dalam memberdayakan
ekonomi umat?
Jawab: Kekuatan dari umat paroki
Gianyar adalah kemauan untuk
berkembang dan kerja keras.
Kelemahan ada pada kemampuan SDM,
dan tidak ada tutor yang bagus untuk
melatih mereka.
3. Apa peluang dan tantangan dalam
pemberdayaan ekonomi umat?
Jawab:
Peluang makin banyak umat datang
dari pelbagai daerah yang
mampu. Tantangannya adalah umat
tidak memiliki fondasi ekonomi
yang kuat karena mereka adalah
pekerja kasar dan buruh.
4. Apa usul saran romo untuk
pemberdayaan ekonomi umat?
Jawab:
Usul saya adalah kuat ekonomi
keluarga dengan memberikan
pelatihan ekonomi. Naikkan
pendapatan mereka dan diberi ketrampilan
dalam mengelola ekonomi rumah
tangga.
V. Tentang CU / Koperasi :
1. Bagaimana memberdayakan
ekonomiumat melalui CU dan Koperasi
di paroki Gianyar ?
Jawab:
Paroki Gianyar tidak memiliki
koperasi sendiri namun ada dua
koperasi yang inklusif (Koperasi
Kubu Gunung Tegaljaya) dan eksklusif
(Koperasi Wisuda) untuk
mengembangkan ekonomi umat. Tidak semua
umat yang ikut namun ada, karena
Koperasi masih kurang dipahami
dengan baik oleh umat.
2. Apa kekuatan dan kelemahan dalam
mengumatkan CU dan Koperasi
di paroki Gianyar ?
Jawab:
Kekuatannya ada yakni kekhasan
masing-masing koperasi.
Kelemahannya umat belum menyadari
pentingnya koperasi sebagai
lembaga keuangan yang menguntungkan
umat.
3. Apa peluang dan tantangan yang
memungkinkan CU/Koperasi bisa
bertumbuh dengan baik di paroki ini?
Jawab:
Peluang dan tantangan yang
memungkinkan Koperasi bertumbuh
dengan baik. Tergantung dari
penyadaran umat dan pihak koperasi dalam
mensosialisasikan koperasi.
4. Apa usul saran romo untuk
menghidupkan dan menumbuhkan CU/
Koperasi di paroki Gianyar ?
Jawab:
Usul saran: Sosialisasi kepada umat
tentang Koperasi
VI Tentang Dasopen (Dana Solidaritas
Pendidikan) :
gerakan Dasopen?
Jawab: Umat terlibat dalam Dasopen
melalui kolekte. Namun juga ada
gerakan beasiswa untuk umat dari
para donator
2. Apa kekuatan dan kelemahan dalam
mengumatkan gerakan Dasopen
di paroki Gianyar ?
Jawab:
Kekuatan dan kelemahan dalam
mengumakan gerakan Dasopen
di Paroki: kurang ada informasi yang
jelas tentang Dasopen.
3. Apa peluang dan tantangan yang
memungkinkan semua umat terlibat
aktif dalam gerakan Dasopen di
paroki Gianyar ?
Jawab:
Peluang dan tantangannya untuk
terlibat tidak bisa maksimal
karena pengeluaran umat untuk
kegiatan Gereja dan keluarga terlalu
banyak
4. Apa usul saran romo agar Dasopen
ini menjadi gerakan seluruh umat
di paroki Gianyar ?
Jawab:
Usul saya: Mungkin lebih baik tidak
melalui kolekte dan amplop
tapi melalui kegiatan bazaar umat
atau mencari dana dengan para donatur
yang tetap seperti Gotaus Gerakan
orang tua asuh.
VII. Tentang Devisi Pariwisata,
Pertanian dan Kelautan:
1. Bagaimana keterlibatan umat dalam
memberdayakan ekonomi umat di
bidang pariwisata, pertanian dan
kelautan?
Jawab:
Umat belum terlibat dalam kegiatan
ini karena mereka sendiri
sibuk dengan pekerjaan. Pernah kami
membuat paket pariwisata namun
tidak berjalan dengan baik
2. Apa kekuatan dan kelemahan yang
dihadapi dalam memberdayakan
ekonomi umat melalui pariwisata,
pertanian dan kelautan?
Jawab:
Kekuatannya adalah Gianyar adalah
Lokasi pariwisata yang
menjanjikan umat dan masyarakat pada
umumnya.
Kelemahannya adalah umat kurang
mampu menangkap kekuatang dan
peluang itu.
ekonomi umat di sector pariwisata,
pertanian dan kelautan?
Jawab:
Peluang dalam mewujudkan
pemberdayaan umat di sektor
pariwisata karena berada di wilayah
sentral pariwisata Bali.
Tantangannya apakah umat mampu untuk
melakukan terobosan itu.
4. Apa saran romo untuk mewujudkan
pemberdayaan umat di sector
pariwisata, pertanian dan kelautan?
Jawab:
Saran saya umat diberi pencerahan
tentang pariwisata melalui
ceramah dan pelatihan.
VIII. Tahun 2016 : Memancarkan Wajah
Kristus Melalui Keluarga
Katolik?
1. Bagaimana pelaksanaan
pendampingan keluarga di Paroki Gianyar?
Apakah berjalan baik dan apa
permasalahan yang dihadapi oleh Tim
Pendamping Keluarga?
Jawab:
Pelaksanaan pendampinagn keluarga berjalan
biasa normal dan
dinilai cukup baik. Kami memiliki
tim KPP, tim pembinaan ME, juga
pembinaan bagi Pria suami dan
Wanita/istri. Permasalahan pada dana
untuk pembinaan
2. Apa saja yang menjadi kekuatan
dan kelemahan keluarga-keluarga
katolik di paroki Gianyar yang
berdampak pada kurangnya penghayatan
akan nilai-nilai Sakramen
Perkawinan?
Jawab:
Kekuatan keluarga Katolik adalah
sakramen ekaristi dan
perjumpaan dalam bentuk pembinaan
melalui ME, Camp Pasutri
dan pembinaan Pasutri. Kelemahan adalah
mereka yang migran dan
perantauan kurang memerhatikan
aturan Gereja sehingga mereka hidup
bersama tanpa perkawinan yang sah.
3. Peluang dan tantangan apa saja
yang bisa dimanfaatkan untuk
membangun keluarga bahagia dan
sejahtera, lahir dan batin?
Jawab:
Peluang: Gereja memberikan peluang
dengan banyak kegiatan
rohani (gerakan keluarga-keluarga)
dan tantangannya adalah pihak
keluarga kristiani apakah mereka mau
menyisihkan waktu untuk
pembinaan.
4.Apa usul saran romo untuk membantu
tim pendamping keluarga agar dapat menjalankan pendampingan
keluarga dengan baik, dan juga
kepada keluarga-keluarga katolik
agar dapat menghayati nilai-nilai
perkawinan sebagai Sakramen?
Jawab:
Usul saran saya: Rombak kepengurusan
Komisi Keluarga,
carilah pengurus Komisi yang
berkompeten memiliki pengalaman
dalam keluarga. Harus ada
orang-orang yang paham tentang: Teologi,
Spiritualiyas Perkawinan, Komunikasi
Perkawinan, Kesehatan Keluarga,
Ekonomi Keluarga, Liturgi Keluarga.
Buatlah Direktorium Komisi
Keluarga agar tahu dengan jelas arah
dan pembinaan keluarga.

Komentar
Posting Komentar